April – Juli Sudah Mulai Perekaman Data


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG – BERKAT

TAHUN 2012 Kabupaten Bengkayang mulai menerapkan program Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau E-KTP. Instansi terkait, yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bengkayang menyatakan bila pada Januari – Maret ini pihaknya terus mempersiapkan diri agar pada saat pelaksanaan mendatang dapat berjalan lancar.

“Jika tidak ada halangan, April – Juli sudah bisa dilakukan perekaman data penduduk,” demikian ungkap Kadis Dukcapil Kabupaten Bengkayang, Drs. Geradus ketika dihubungi, Senin (9/1) di Bengkayang.

Untuk saat ini, pihaknya masih menunggu hasil survey dan pemasangan jaringan Visat di Kecamatan-Kecamatan oleh pihak konsorsium yang dipercaya oleh pemerintah untuk menangani program E-KTP. Jaringan Visat merupakan alat yang menghubungkan tempat-tempat pelayanan disemua kecamatan dengan server data di Kabupaten, Propinsi dan Pemerintah Pusat.

“Kita berharap penerapan E-KTP di Bengkayang dapat berjalan lancar,” harapnya.

Penggunaan E-KTP sendiri merupakan dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup. Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk).

Jurnalis Laporkan Oknum Polisi


Pontianak Post Edisi Kamis, 26 Mei 2011 , 08:45:00

[PONTIANAK]- Sikap arogansi ditunjukkan oknum polisi berinisial D kepada masyarakat. Dia memukul pengendara sepeda motor ketika sedang melintas di jalan Komyos Sudarso Pontianak Barat. Korban tidak terima dan langsung membuat laporan di Propam Polresta Pontianak, Rabu (25/5).

Korban yakni Muhtadi, yang sehari-hari berfrofesi sebagai seorang jurnalis di media Kalbar Online. Kejadian insiden arogansi aparat bermula, sekitar pukul 15.30 korban turun dari rumah mau kerja. Setiba di lokasi proyek betonisasi di Jalan Komyos Soedarso, tak jauh dari depan gang Jeruk, situasi sedang ramai. Ketika itu kendaraan dari arah Martadinata menuju ke arah pasar diperbolehkan melintas. Sementara dari arah pasar ke Martadinata diminta menunggu giliran. Continue reading