Camat Sungai Betung Turut Bersihkan Pohon Tumbang di Vandering



UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Modus dalam mengais rupiah dapat dilakukan dengan berbagai cara meski harus mengabaikan kepentingan umum. Seperti yang dilakukan 9 pemuda di jalur Vandering (perbatasan Kecamatan Sungai Betung-Samalantan). 

Sabtu (5/11), bermodalkan sebilah pisau dapur dan parang kecil, ke-9 pemuda tersebut menjalankan aksinya dengan membersihkan pohon yang tumbang dan menghalangi jalan. Dua pemuda membersihkan pohon, 3 pemuda bertugas meminta uang sedangkan sisanya bertugas mengatur lalu-lintas.

Modusnya, meminta uang partisipasi.

Setiap pengendara oleh para pengendara diwajibkan untuk menyerahkan uang partisipasi. Termasuk salah satunya, pengendara mobil plat merah KB 63 K yang tak lain adalah Camat Sungai Betung, Bapak Ucok Parsaulian Hasugian, S.TP, M.Si yang melintasi jalur tersebut sekira pukul 22.30 WIB.

Yang terjadi, bukannya menyerahkan uang partisipasi seperti yang dicanangkan para pemuda, Camat Subet ini malah turun langsung membantu membersihkan pohon yang tumbang dengan mengeluarkan sebilah parang yang 3 kali lipat lebih besar dari parang milik pemalak. Proses pembersihan pohonpun berjalan lebih cepat.


Bukannya tidak punya uang atau sekedar mencari sensasi, apa yang dilakukan Camat Sungai Betung ini tidak lain bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap mendahulukan kepentingan umum kepada 9 pemuda tersebut. Disamping menghilangkan citra buruk bagi pengendara yang hendak melintasi jalur tersebut dikemudian hari.

“Ini bukan pencitraan, ini bentuk kepedulian,” tegas Camat Subet. 

Menurutnya, segala sesuatu yang terjadi di Vandering pasti di kaitkan dengan Kec Subet. Padahal Vandering itu terletak di 2 kecamatan,  Samalantan dan Subet. Vandering perlu di jaga,  oleh anda dan saya,  oleh kita semua. 

Pemalakan, uang partisipasi, uang rokok,  uang kebersihan,  atau apalah namanya yg diminta baik secara sukarela apalagi secara paksaan,  adalah tindakan yg tidak terpuji,  yang dapat mencoreng nama kab.Bengkayang. 

#BersamaKitaBisa

#BersatuBengkayangMaju

#SaveVandering

#StopPemalakan

Advertisements

Tak Profesional, Razia PETI Gagal


Oleh : JAMLI

Harian Kalbar Times

Razia PETI

Jajaran Polres Bengkayang adakan razia PETI di Kec. Samalantan

[BENGKAYANG] –

Tak profesional, Operasi Razia gabungan jajaran Polres Bengkayang terhadap aktivitas penambang liar (PETI) pada areal penambang liar di dusun Sungai Limau dan Kincir, desa Samalantan, Kecamatan Samalantan, oleh tim gabungan dari jajaran Polres Bengkayang, yang melibatkan satuan Brimob Singkawang, dan Sat Pol-PP Bengkayang, diduga bocor sebelum rajia dilaksanakan. Karena dalam operasi tersebut tidak satupun penambang liar yang tertangkap.

Razia dilakukan mengingat di daerah Dusun Sungai Limau dan Kincir marak terjadi penambang liar yang melakukan aktivitas tanpa izin hingga pada tingkat yang meresahkan, hal ini diperkuat dengan laporan dari berbagai pihak yang merasa dirugikan karena kegiatan ileggal sehingga merusak lingkungan. Operasi yang dilakukan jajaran Kepolisian Polres Bengkayang, dipimpin langsung oleh Continue reading