Sarana Kampanye Politik, Mana Yang Lebih Efektif?


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Peran media, baik cetak, elektronik, televisi, internet (terutama facebook) pada Pilkada Bengkayang 2010 masih cukup efektif dalam mempengaruhi publik. Ketika masing-masing kandidat dan timses cukup antusias jika dibuat berita. Paling lucu jika diingat-ingat, hasil tulisan di koran di kliping kemudian diperbanyak (fotocopy) hingga ratusan bahkan ribuan lembar lalu dibagi-bagikan kepada masyarakat.

Saya ingat satu orang senior yang merupakan salah seorang Timses dari 6 pasangan waktu itu. Beberapa kali saya temukan beliau berjalan mengelilingi pasar Bengkayang sambil membagi-bagikan selebaran tentang pemberitaan yang berhubungan dengan Pilkada, baik yang bersifat mempromosikan jagoannya maupun yang bersifat menyerang kandidat lain. Tidak hanya satu jenis koran saja yang dijadikannya sarana.

Dampaknya? Cukup efektif, setidaknya hasil dari selebaran itu menjadi bahan obrolan para penikmat warung kopi bahkan tak jarang berlanjut hingga ke kampung-kampung. Sebagai pekerja media pada saat itu, peluang tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempromosikan media dan sarana memperkenalkan diri kepada masyarakat luas dengan biaya yang tak terlalu besar. Ke-6 pasangan kandidat didekati dan dibuat berita, setelah itu hasil cetakan koran diberikan kepada mereka.

®Pilkada 2015, peran media cetak sepertinya mulai digeser media televisi (audio visual) dan internet (facebook). Ini karena semakin hari seiring perkembangan zaman sebagian besar masyarakat banyak yang telah menjangkau ke-2 media tersebut. Cara penyampaiannya kepada orang lain juga cukup mudah dan dengan biaya yang relatif murah. Variasi bahan kampanye yang dibagikan kepada pihak lain juga cukup variatif menjadi faktor saat ini banyak Timses yang memanfaatkan ke-2 media tersebut.

®Pertanyaannya, menurut pembaca, antara koran, televisi dan internet, mana salah satu media yang cukup EFEKTIF (bukan Efisien) dalam mempengaruhi para pemilih?

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Advertisements

Sekali… Kampanye Dialogis di Kec. Siding Habiskan Dana Rp.30 Juta


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Usai penetapan nomor urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang 2015-2020 akhir Agustus lalu, kampanye dialogis mulai dilakukan masing-masing pasangan.

Informasi terbaru yang diperoleh penulis pada Rabu, 16 September, dari Ketua Partai tingkat Kecamatan, menyebutkan apabila salah satu pasangan yang didukungnya telah menghabiskan dana sebesar Rp.30-an juta untuk sekali kampanye dialogis di Kecamatan Siding. Sebuah distrik di Bumi Sebalo yang berada diperbatasan. Dana yang cukup besar jika digunakan bila sekedar mencetak 1000 eksamplar koran/tabloid.

“Termasuk sewa motor air dan tetek bengek lainnya,” ungkap Ketua Partai tingkat Kecamatan tersebut saat kami membuat obrolan ringan seputar Pilkada Bengkayang.

si Ketua Partai tingkat kecamatan inipun sempat bergumam ketika dia menyebutkan angka Rp.30 juta. Sehingga dia pun memprediksi, untuk bertarung dalam pemilihan Bupati, minimal dana yang perlu disiapkan sebesar Rp.5 Miliar.

Ehem… Rp.5 Miliar kira-kira bisa dibangun jembatan berapa banyak ya?

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Calon Bupati dan Wakil Bupati Belum Punya Visi dan Misi?


UTUSAN RAKYAT, Teriak – Usai pengambilan nomor urut pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang 2015-2020, akhir Agustus lalu. Hingga pertengahan September belum satupun informasi yang didapat mengenai apa yang menjadi visi dan misi dari calon pemimpin Bengkayang dari penjelajahan dunia maya (internet).

Wajarlah jika sampai detik inipun, para simpatisan kedua pasangan (Darwis-Rurakhmad dan Gidot-Naon) hanya bisa menjual bahasa-bahasa kampanye yang memuakkan karena cenderung menyampaikan stigma negatif terhadap calon lawan.

Tak satupun simpatisan dari dua kubu yang secara kontinyu mengkampanyekan program jagoan mereka. Selain saling mencibir.

Terkadang, apa yang diungkap tak sesuai dengan kondisi dilapangan. Timses hanya bisa membual, mencoba pengaruhi pemilih tanpa dasar/landasan yang benar-benar menguatkan pemilih yang coba mereka rangkul.

*Catatan 18 September 2015. Teriak

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Orang Pengecut Ajak Golput


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd saat pengukuhan pengurus KONI Bengkayang periode 2015-2020, Sabtu (1/8) di Lesehan Indah Mandiri mengajak  agar seluruh lapisan masyarakat turut mensukseskan Pesta Demokrasi, 9 Desember mendatang. Continue reading

Pilkada Serentak || Bengkayang dan Kapuas Hulu Ibarat Pilpres


image

Aktivitas di TPS 2 Sebol, Kec. Lumar pada Pemilu 2014

UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Pilkada serentak di Kabupaten Bengkayang dan Kapuas Hulu bakal diibaratkan dengan Pemilu Presiden 2014 lalu jika hingga masa pendaftaran 26-28 Juli hanya ada dua pasangan Balon yang mendaftar di KPU.
Continue reading

Pendaftaran Bakal Calon Bupati, Polres Ketapang Kirim 184 Personel Amankan KPU


UTUSAN RAKYAT, Ketapang – Guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan dan menjaga kondusifitas jelang Pilkada Ketapang, 9 Desember 2015, Polres Ketapang menurunkan sebanyak 184 personel polisi untuk pengamanan saat pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Ketapang di Kantor KPU setempat pada 26-28 Juli 2015. Continue reading

Calon “Boneka” Dalam Pilkada Bakal Muncul


UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) memang menyebutkan adanya penambahan waktu pendaftaran selama 3 hari jika calon kepala daerah hanya satu pasangan atau tunggal. Namun, jika di waktu penambahan itu tidak ada yang mendaftar lagi, Continue reading