PT. PATTIWARE Abaikan Hak Tenaga Kontrak


image

Kantor PT. Pattiware, Bengkayang

UTUSAN RAKYAT, Sungai Raya Kepulauan – Tenaga Kerja atau pegawai (man) merupakan bagian penting dalam sebuah organisasi. Tanpa unsur man tersebut, sangat mustahil akan berjalan dengan baik. Continue reading

Masyarakat Perbatasan Minta Pemda Cabut Ijin PT. BJI


Oleh : JAMLI

Jagoi Babang – Sejumlah tokoh masyarakat adat Dayak Bidayuh diperbatasan Jagoi Babang (Malindo) Kabupaten Bengkayang, mendesak pemerintah daerah setempat untuk mencabut izin perkebunan kelapa sawit Bukit Jagoi Indah (PT.BJI) karena

Continue reading

Koperasi Terbentuk, Masyarakat Kinande Tunggu Janji


Laporan : KRISANTUS (Kontributor Bengkayang)

RRI Pontianak – Tuntutan masyarakat Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang yang menginginkan penyerahan kebun plasma dari PT. Darmex Agro tampaknya telah menemui titik terang. Hal ini tak terlepas dari telah dibentuknya koperasi seperti yang diminta oleh Pemda Bengkayang perihal tekhnis penyerahan kebun plasma dari perusahaan kepada masyarakat dengan nama Koperasi “Produksi”. Dimana hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati, Suryadman Gidot, saat pertemuan dengan masyarakat Kinande di Aula Kantor Bupati, 30 Januari 2013 lalu.

“Pada pertemuan tersebut, Pemda Bengkayang seperti yang disampaikan langsung oleh Bupati Bengkayang meminta agar masyarakat Desa Kinande segera membentuk koperasi. Pembentukan koperasi dimaksud agar mempermudah pihak perusahaan menyalurkan kebun plasma bagi masyarakat Kinande sekaligus sebagai wadah pengelolaan ketika nantinya sudah berjalan,” demikian dikatakan Jumiat, S.Ip, Aktivis yang selama ini aktif mendampingi perjuangan masyarakat, Selasa (12/2) di Bengkayang.

Dikatakannya, saat ini segala berkas pembentukan koperasi “Produksi”, seperti AD/ART, Struktur Kepengurusan, Rapat Pembentukan saat ini sudah disampaikan pihak Desa kepada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang untuk segera diproses menjadi sebuah koperasi yang legal.

“Permintaan terhadap pembentuk koperasi sudah dituruti, sekarang masyarakat tinggal menunggu sejauh mana kemauan Pemda setempat memperjuangkan rakyatnya,” tegas Jumiat.

Sementara itu, Aktivis lainnya dari LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Damianus Eko pada saat yang sama juga menyebutkan apabila pembentukan koperasi tersebut merupakan upaya penyelesaian yang dianggap kedepannya dapat merealisasikan tuntutan mereka.

“Sebenarnya masyarakat sudah jenuh dengan janji-janji yang diumbarkan baik oleh perusahaan maupun Pemda Bengkayang. Namun karena yang menyampaikan langsung agar masyarakat segera membentuk koperasi, maka hal ini dituruti,” tambahnya.

Perlu diketahui, PT. Darmex Agro merupakan badan usaha yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit. Mulai beroperasi di wilayah Desa Kinande sejak 2006 yang lalu. Dan semenjak 2010, pihak perusahaan telah melakukan pemanenan hasil kelapa sawit tanpa memberikan kejelasan pembagian kebun plasma kepada masyarakat setempat.

Masalah Akibat Usaha Perkebunan Sawit


Facebook : Jabata Bawang

Di balik hingar bingar gemerlapnya sawit, ternyata menimbulkan berbagai masalah yang mewarnai kehidupan masyarakat di sekitar perkebunan kelapa sawit, yaitu :

  1. Merupakan proses pemiskinan kepemilikan lahan
  2. Hilangnya habitat untuk mencari sayuran hutan
  3. Hilangnya kawasan untuk berburu
  4. Berkurangnya kawasan resapan air disaat musim hujan sehingga berdampak kepada banjir dan polusi air sungai
  5. Makin maraknya dampak sosial kemasyarakatan berupa terjadi nya kasus-kasus pencurian buah kelapa sawit
  6. Sawit termasuk tanaman produksi agroindustri yang tidak ramah lingkungan sehingga tidak memenuhi standar eco-labeling.
  7. Tingginya pajak minyak sawit (mencapai kenaikan 200%) yang sudah diberlakukan di beberapa negara Eropah suatu kendala yang pasti menghambat prkembangan bisnis sawit
  8. Tingkat ketergantungan harga tandan buah segar yang sangat tinggi pada pabrik pengolahan CPO
  9. Pada masa datang, hilangnya kesempatan daerah untuk mendapatkan pajak dari hutan kayu tegakkan yang berdiameter 12 cm.
  10. Rentan terjadinya konflik.

Warga Kumba Tuntut Plasma Pada PT. WKN


Oleh : JAMLI

PT. WKN dan warga Desa Kumba, Seluas

PT. WKN dan warga Desa Kumba, Seluas

Bengkayang (Kalbar Times) –
Banyaknya permasalahan antara perusahaan kelapa sawit dengan masyarakat seharusnya mampu membuka mata aparatur pemerintah. Tidak hanya permasalahan antara masyarakat PT. Darmex Agro dengan Masyarakat Kinande, kemudian PT. Dumai dengan Warga Desa Ampar Benteng, PT. TPA dengan warga Desa Sango, PT. Ledo Lestari dengan warga Semunying Jaya, tetapi saat ini dan termasuk dari tahun ketahun, hal ini juga dialami oleh warga Desa Kumba, Kecamatan Seluas. Dimana warga Desa Kumba kembali menuntut adanya itikad baik dari PT. Wawasan Kebun Nusantara (WKN) agar dapat merealisasikan kebun plasma bagi mereka yang sejak lama belum juga direalisasikan. Continue reading

Pelecehan Adat, Kepolisian Bengkayang Didenda Rp. 77 Juta


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Akibat telah melakukan pelecehan dan perusakan adat masyarakat diwilayah Desa Kinande yang termasuk dalam wilayah adat Binua Kananyatn, Kepolisian Resor Bengkayang Sektor Samalantan harus membayar adat sebesar Rp.17.264.900 dan harus dibayar 2 kali., serta denda adat sebesar Rp.77.777.777. Demikian informasi yang disampaikan Ketua I DAD Kecamatan Lembah Bawang, Kristianus kepada wartawan, Rabu (28/11) di Bengkayang. Continue reading

Pengukuran Lahan Jangan Dimanipulasi


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Proses pengukuran lahan milik Desa Kinande yang ditanami sawit oleh PT. Darmex Agro oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bengkayang, Senin (29/10) kemarin diharapkan dapat dijadikan dasar untuk menentukan luas kebun plasma bagi masyarakat Desa Kinande.

“Kita harapkan data luas lahan yang sudah didapat jangan dimanipulasi. Artinya Continue reading

Warga Kinande Menuntut Hak (4) Rodianus : “Mustahil Pemda Tak Punya Data Perijinan PT. Darmex”


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

PT. Darmex Agro

Pertemuan Masyarakat dengan Perwakilan PT. Darmex Agro yang dimediasi oleh Pemda Bengkayang

Bengkayang (Kalbar Times) –
Enam tahun berlalu dan sejak 2010 yang lalu investasi perkebunan kelapa sawit yang dilakukan PT. Darmex Agro di Desa Kinande telah memasuki masa panen. Akan tetapi, pada saat pertemuan antara masyarakat dengan pihak perusahaan di Lantai IV Kantor Bupati Bengkayang, Kamis (4/10) pihak pemerintah (TP3K) tak mampu menjelaskan perihal perijinan yang telah dikantongi oleh perusahaan seperti ijin Hak Guna Usaha (HGU), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Ijin Pengolahan Kayu (IPK), Ijin Usaha Perkebunan (IUP), Surat Ijin Lokasi bahkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada perwakilan masyarakat Desa Kinande yang menghadiri pertemuan tersebut.

“Mustahil Pemda Bengkayang tak mengetahui data perijinan PT. Darmex Agro yang telah bertahun-tahun berinvestasi di daerah ini,” ungkap Sekretaris Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Rodianus Tumpok. Continue reading

PT. Dumai Gusur Lahan Warga, Pemda Bengkayang Jangan Tidur


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

PT. WKN

Merasa kebal hukum, PT. WKN menanam sawit dipinggir sungai Setango, Kecamatan Seluas

Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Bengkayang kembali membuat masalah, kali ini dilakukan oleh PT. Dumai Inti Utama yang beroperasi di Kecamatan Teriak. Dimana pada bulan Juni 2012 lalu perusahaan tersebut telah menggusur lahan milik beberapa warga di Dusun Ampar, Desa Ampar Benteng, Kecamatan Teriak tanpa ijin dan sosialisasi terlebih dahulu. Kejadian ini selayaknya menjadi alarm agar Pemda Bengkayang melalui instansi terkait jangan “tidur” dalam melihat permasalahan tersebut. Artinya, apabila penggusuran lahan yang dimaksud telah melanggar hak-hak masyarakat setempat mestinya ada tindakan yang tegas dari Pemerintah sehingga masyarakat tidak disengsarakan.

Perlu diketahui bahwa pada 4 Juni 2012 yang lalu, tanpa melalui sosialisasi dan ijin dari masyarakat Dusun Ampar, PT. Dumai Inti Utama dengan menggunakan 3 unit alat beratnya (2 Buldoser dan 1 Ekskavator) telah menggusur lahan karet milik Ajil dan Sipon yang luasnya masing-masing ± 1 Hektar. Sementara selama 3 hari mulai tanggal 5, 6 dan 7 Juni pihak perusahaan bekerja keras menggusur lahan milik Markus (41) seluas ± 5 Hektar. Padahal lahan tersebut terdapat tanaman karet yang sudah produksi. Continue reading

Masyarakat Beri Deadline PT. Darmex Agro


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – BERKAT/RRI Pontianak

Desa Kinande

Kepala Desa Kinande, Philipus (kanan) dan Manejer PT. Darmex Agro, D.R Tarigan (kiri)

TAHUN 2006 yang lalu, PT. Darmex Agro memulai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang terkait akan dibukanya usaha perkebunan sawit didaerah tersebut. Dalam sosialisasinya, perusahaan telah membuat kesepakatan dengan masyarakat bahwa dalam pelaksanaannya nanti, perusahaan akan menyerahkan lahan plasma kepada mereka sebagai imbas dari dimanfaatkannya lahan milik warga oleh perusahaan dengan catatan lahan tidak dijual kepada perusahaan. Waktu berjalan, setahun kemudian (2007), perusahaan mulai membuka lahan dan melakukan penanaman sawit diwilayah desa. Beberapa waktu setelah lahan dibuka dan ditanami sawit, masyarakat mulai menuntut pihak perusahaan mengenai lahan plasma yang akan dibagikan kepada masyarakat, perusahaan mulai menampakkan tabiat buruk. Mereka berjanji akan menyerahkan lahan plasma kepada masyarakat bila nanti tanaman sawit telah memasuki masa panen.

Terhitung hingga tahun 2011, Continue reading