LIRA Sambut Baik Keinginan Warga Desa Kalon


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang, Rakyat Kalbar – Keinginan warga Desa Kalon, Kecamatan Seluas yang menginginkan pendampingan dari Lembaga Informasi Rakyat (LIRA) guna memperoleh hak atas sertifikat kebun plasma dari PT. Ceria Prima disambut baik oleh Sekretaris LIRA Bengkayang, Radianus Tumpok.

“Pada tanggal 28 Februari lalu, mantan Kepala Desa Kalon, Puranto meminta LIRA turut serta mendampingi masyarakat dan petani sawit di Desa Kalon yang menginginkan kejelasan terkait status kepemilikan sertifikat kebun plasma mereka dari PT. Ceria Prima,” jelas Tumpok, Senin (4/3) di Bengkayang. Continue reading

Pelecehan Adat, Kepolisian Bengkayang Didenda Rp. 77 Juta


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Akibat telah melakukan pelecehan dan perusakan adat masyarakat diwilayah Desa Kinande yang termasuk dalam wilayah adat Binua Kananyatn, Kepolisian Resor Bengkayang Sektor Samalantan harus membayar adat sebesar Rp.17.264.900 dan harus dibayar 2 kali., serta denda adat sebesar Rp.77.777.777. Demikian informasi yang disampaikan Ketua I DAD Kecamatan Lembah Bawang, Kristianus kepada wartawan, Rabu (28/11) di Bengkayang. Continue reading

Warga Kinande Diminta Bentuk Koperasi


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang (Kalbar Times) – Mengenai tindaklanjut hasil pengukuran lahan di wilayah Desa Kinande yang ditanami kelapa sawit oleh PT. Darmex Agro untuk kebun plasma pada 22 dan 23 Oktober lalu, Plt. Kepala BPN Bengkayang, Abdul Manan meminta agar warga Kinande segera menyiapkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) guna membentuk koperasi sebagai salah satu prosedur dalam proses penyerahan kebun plasma. Continue reading

PT. Dumai Gusur Lahan Warga, Pemda Bengkayang Jangan Tidur


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

PT. WKN

Merasa kebal hukum, PT. WKN menanam sawit dipinggir sungai Setango, Kecamatan Seluas

Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Bengkayang kembali membuat masalah, kali ini dilakukan oleh PT. Dumai Inti Utama yang beroperasi di Kecamatan Teriak. Dimana pada bulan Juni 2012 lalu perusahaan tersebut telah menggusur lahan milik beberapa warga di Dusun Ampar, Desa Ampar Benteng, Kecamatan Teriak tanpa ijin dan sosialisasi terlebih dahulu. Kejadian ini selayaknya menjadi alarm agar Pemda Bengkayang melalui instansi terkait jangan “tidur” dalam melihat permasalahan tersebut. Artinya, apabila penggusuran lahan yang dimaksud telah melanggar hak-hak masyarakat setempat mestinya ada tindakan yang tegas dari Pemerintah sehingga masyarakat tidak disengsarakan.

Perlu diketahui bahwa pada 4 Juni 2012 yang lalu, tanpa melalui sosialisasi dan ijin dari masyarakat Dusun Ampar, PT. Dumai Inti Utama dengan menggunakan 3 unit alat beratnya (2 Buldoser dan 1 Ekskavator) telah menggusur lahan karet milik Ajil dan Sipon yang luasnya masing-masing ± 1 Hektar. Sementara selama 3 hari mulai tanggal 5, 6 dan 7 Juni pihak perusahaan bekerja keras menggusur lahan milik Markus (41) seluas ± 5 Hektar. Padahal lahan tersebut terdapat tanaman karet yang sudah produksi. Continue reading

PT. PAR dan PT. MBM Membohongi Masyarakat Desa Suka Bangun


Oleh : LIBERTUS HANSEN

RADAR BORNEO, SUNGAI BETUNG

Ternyata tidak hanya perusahaan perkebunan sawit yang kerap menimbulkan permasalahan dalam masyarakat didaerah operasionalnya, tetapi, keberadaan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan juga ternyata kerap menimbulkan masalah bagi masyarakat.

Buktinya, berbekal janji-janji manis mereka kepada masyarakat, PT. PAR maupun PT. MBM telah membohongi masyarakat Desa Suka Bangun, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang yang akhirnya menyengsarakan masyarakat tersebut.

Dimana guna memperoleh ijin operasional dari masyarakat setempat, awalnya PT. Puri Aneka Rezeki (PAR) menjanjikan kepada masyarakat Desa Suka Bangun bahwa pihak perusahaan bersedia membantu pemerintah Bengkayang melakukan pembangunan diwilayah tersebut. Setidaknya ada sembilan poin perjanjian yang disampaikan pada saat sebelum beroperasi, yakni Continue reading

Stop Eksploitasi Orangutan Untuk Promosi Sawit


Siaran PERS Center for Orangutan Protection [COP]

[(JAKARTA]- Menteri Pertanian Indonesia, Suswono melakukan kunjungan ke Perancis dan Spanyol dengan misi menyampaikan informasi dan mengkomunikasikan kebijakan serta upaya mengembangkan industri kelapa sawit nasional dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan. Kunjungan serupa juga akan dilakukan ke Amerika Serikat pada tanggal 23 Mei 2011. Direncanakan, dalam kunjungan tersebut Menteri akan membawa serta orangutan dan menyerahkannya ke kebun binatang sebagai bukti perhatian pemerintah terhadap orangutan terkait dengan pengembangan kelapa sawit.

Berkenaan dengan rencana ekspor orangutan tersebut, Daniek Hendarto selaku Juru Kampanye Centre for Orangutan Protection (COP) menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

“ Cara paling efektif untuk mengkampanyekan kelapa sawit yang ramah orangutan adalah dengan penegakan hukum. Pemerintah bisa memulainya dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan. Laporan tersebut menyatakan bahwa 31 perusahaan kelapa sawit telah membabat hutan di Kalimantan Tengah. Kompromi antara pemerintah dan para penjahat hutan merupakan publikasi yang buruk bagi pengembangan kelapa sawit yang ramah orangutan. Misi Menteri Pertanian hanya akan menjadi lelucon saja jika tidak ada aksi nyata untuk melindungi orangutan dan habitatnya. “

Dalam 4 bulan terakhir ini COP mendokumentasikan bagaimana perusahaan – perusahaan perkebunan kelapa sawit masih terus membabat hutan dan mengancam orangutan. Dalam misinya, COP terpaksa mengevakuasi 4 anak orangutan yang induknya telah terbunuh oleh para pekerja sawit.

“Setidaknya ada 1200 orangutan yang kini terduduk di Pusat – Pusat Penyelamatan Satwa. Korban orangutan masih terus berjatuhan hingga saat ini dan sungguh ironis, Kementerian Pertanian dan industri kelapa sawit malah mengeksploitasinya sebagai alat promosi. Sungguh tidak etis dan biadab. Kami menentangnya. ”

PT. TPA Polisikan Danlanud Singkawang II


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

(BENGKAYANG)-Dianggap telah melakukan tindak pidana pencurian buah sawit, PT. Tanggi Prima Agro (TPA) melaporkan Komandan Landasan Udara (Danlanud) Singkawang II yang sudah tidak aktif lagi atau pensiun, Letkol PNB. (Purn.) Edward Tenlima Alias Edo (74) ke Polres Bengkayang. Hal yang sama juga menimpa adik kandungnya, Yohanes J. Tenlima. Laporan tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/414/B/XI/2010 tertanggal 18 Nopember 2010.

Danlanud Singkawang II

Letkol PNB. Edward Tenlima (tengah) sedang berbincang dengan Pengacaranya, Widya Nur Hidayah Nugraha Kusuma Wardhana

Akibat dari laporan PT. TPA itu, bersama adik kandungnya, purnawirawan kelahiran 1936 sejak tanggal 7 April 2011 terpaksa harus mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Bengkayang hingga diadakan persidangan pertama, pembacaan dakwaan pada 19 April. Kini, setelah mendapat jaminan dari pihak keluarga, usai persidangan, pria yang menjadi saksi sejarah penumpasan pemberontak PGRS Paraku ini menjadi tahanan kota.

Berdasarkan Surat Dakwaan dari Kejaksaan Negeri Bengkayang Nomor: REG.PERKARA : PDM-64/BKY/Ep.1/04/2011 mendakwa Edward maupun Yohanes Tenlima pada 18 Nopember 2010 sekira pukul 12.00 WIB telah mengambil barang sesuatu berupa buah sawit sebanyak 3 ton, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, yakni PT. Tanggi Prima Agro, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang dilakukan oleh 2 (dua) orang atau lebih dengan bersekutu. Continue reading