PT. Dumai Gusur Lahan Warga, Pemda Bengkayang Jangan Tidur


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG, KALBAR TIMES

PT. WKN

Merasa kebal hukum, PT. WKN menanam sawit dipinggir sungai Setango, Kecamatan Seluas

Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Bengkayang kembali membuat masalah, kali ini dilakukan oleh PT. Dumai Inti Utama yang beroperasi di Kecamatan Teriak. Dimana pada bulan Juni 2012 lalu perusahaan tersebut telah menggusur lahan milik beberapa warga di Dusun Ampar, Desa Ampar Benteng, Kecamatan Teriak tanpa ijin dan sosialisasi terlebih dahulu. Kejadian ini selayaknya menjadi alarm agar Pemda Bengkayang melalui instansi terkait jangan “tidur” dalam melihat permasalahan tersebut. Artinya, apabila penggusuran lahan yang dimaksud telah melanggar hak-hak masyarakat setempat mestinya ada tindakan yang tegas dari Pemerintah sehingga masyarakat tidak disengsarakan.

Perlu diketahui bahwa pada 4 Juni 2012 yang lalu, tanpa melalui sosialisasi dan ijin dari masyarakat Dusun Ampar, PT. Dumai Inti Utama dengan menggunakan 3 unit alat beratnya (2 Buldoser dan 1 Ekskavator) telah menggusur lahan karet milik Ajil dan Sipon yang luasnya masing-masing ± 1 Hektar. Sementara selama 3 hari mulai tanggal 5, 6 dan 7 Juni pihak perusahaan bekerja keras menggusur lahan milik Markus (41) seluas ± 5 Hektar. Padahal lahan tersebut terdapat tanaman karet yang sudah produksi. Continue reading

PT. TPA Polisikan Danlanud Singkawang II


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

(BENGKAYANG)-Dianggap telah melakukan tindak pidana pencurian buah sawit, PT. Tanggi Prima Agro (TPA) melaporkan Komandan Landasan Udara (Danlanud) Singkawang II yang sudah tidak aktif lagi atau pensiun, Letkol PNB. (Purn.) Edward Tenlima Alias Edo (74) ke Polres Bengkayang. Hal yang sama juga menimpa adik kandungnya, Yohanes J. Tenlima. Laporan tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/414/B/XI/2010 tertanggal 18 Nopember 2010.

Danlanud Singkawang II

Letkol PNB. Edward Tenlima (tengah) sedang berbincang dengan Pengacaranya, Widya Nur Hidayah Nugraha Kusuma Wardhana

Akibat dari laporan PT. TPA itu, bersama adik kandungnya, purnawirawan kelahiran 1936 sejak tanggal 7 April 2011 terpaksa harus mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Bengkayang hingga diadakan persidangan pertama, pembacaan dakwaan pada 19 April. Kini, setelah mendapat jaminan dari pihak keluarga, usai persidangan, pria yang menjadi saksi sejarah penumpasan pemberontak PGRS Paraku ini menjadi tahanan kota.

Berdasarkan Surat Dakwaan dari Kejaksaan Negeri Bengkayang Nomor: REG.PERKARA : PDM-64/BKY/Ep.1/04/2011 mendakwa Edward maupun Yohanes Tenlima pada 18 Nopember 2010 sekira pukul 12.00 WIB telah mengambil barang sesuatu berupa buah sawit sebanyak 3 ton, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, yakni PT. Tanggi Prima Agro, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang dilakukan oleh 2 (dua) orang atau lebih dengan bersekutu. Continue reading