Jika Gagal, Mahasiswa Harus Ganti Rugi


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Pemda Bengkayang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019 kembali memfasilitasi tamatan SMA/sederajat mengambil perkuliahan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD).

“Tahun ini Pemda Bengkayang kembali mengirim SDM-nya untuk mengambil perkuliahan di UKSW,” tegas Kadisdikbud, DR. Yan, S.Sos.,M.Si usai melakukan pertemuan dengan peserta yang dinyatakan lolos seleksi beserta orangtuanya, Jumat (30/8) di Aula Kantor Bupati.

img-20190417-wa0018-378923137.jpgAdapun jumlah Calon Mahasiswa yang akan dikirim tersebut saat pertemuan terdata 80 orang (yang sudah melakukan registrasi) dari 138 yang dinyatakan lolos seleksi. Jumlah tersebut berasal dari enam jurusan yang disediakan diantaranya Ilmu Perpustakaan, Ilmu Biologi, Teknik Informatika. Calon mahasiswa yang sudah melakukan registrasi ini selanjutnya akan diberangkatkan pada hari Selasa, 4 September.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd yang turut hadir pada pertemuan itu bersama Wakil Bupati, Agustinus Naon, S.Sos, menyampaikan pesan yang keras kepada calon mahasiswa maupun orangtua mereka.

“Jangan sampai gagal dan menyia-nyiakan kesempatan ini. Jangan buat malu diri sendiri, orang tua maupun Pemda Bengkayang,” tegas Bupati.

“Berangkat 100, selesai juga 100,” tambahnya.

Bupati mengingatkan kepada mereka agar dalam menjalankan perkuliahan nanti harus serius, orang tua juga harus turut memantau dan mengawasi anak-anaknya sehingga tetap terarah. Lebih lanjut, Bupati mewanti-wanti kepada calon mahasiswa maupun orang tua apabila terdapat mahasiswa yang gagal menyelesaikan perkuliahannya.

“Jadi jika ada yang gagal, Pemda akan menuntut ganti rugi kepada yang bersangkutan,” ungkap Bupati.

Oleh karena itu, untuk memperkuat pengawasan, Pemda Bengkayang telah menjalin kerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait hal tersebut. Sehingga nanti jika ada yang tidak menyelesaikan studinya dapat dituntut untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan Pemda. Misalnya Pemda telah membiayai selama 3 tahun perkuliahan dengan jumlah uang yang dikeluarkan sebanyak Rp.5 juta per tahun, kemudian mahasiswa tidak mampu menyelesaikan studinya, berarti yang harus diganti sebesar Rp.15 juta.

“Mengapa bekerjasama dengan BPK? Karena uang yang digunakan untuk membiayai perkuliahan ini menggunakan uang negara,” jelas Bupati.

Guna memperkuat komitmen ini, para Calon Mahasiswa diwajibkan untuk menandatangani kesepakatan tersebut pada saat registrasi.

Sumber : Humpro Bengkayang

35 Perguruan Tinggi Swasta Berubah Negeri, Politeknik Ketapang & Sambas Diantaranya


UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Seluruh dosen dan tenaga kependidikan di 35 Perguruan Tinggi Swasta diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini seiring dengan perubahan status 35 PTS menjadi perguruan tinggi negeri (PTN).

Berubahnya status dosen dan tenaga kependidikan itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Dosen dan Tenaga Kependidikan pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Baru.

Dalam Perpres yang diteken Presiden pada 1 Februari 2016 itu disebutkan ada 35 PTS yang beralih menjadi PTN, yaitu: Continue reading

Mulai 2016, Wajib TK Sebelum Masuk SD


UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Kemendikbud tahun depan mewajibkan siswa mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) yakni TK dan kelompok bermain, sebelum masuk SD.

Alasannya, pembelajaran setahun sebelum SD diwajibkan oleh Badan urusan pendidikan di PBB; UNESCO. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan mereka sudah mengkaji kebijakan dari UNESCO tersebut. Continue reading

DPRD Ketapang || Panwaslu Cek Keabsahan Ijasah Anggota DPRD Ketapang


UTUSAN RAKYAT, Ketapang – Ketua Panwaslu Kabupaten Ketapang, Sukardi menyatakan akan mengecek ulang keabsahan ijazah yang digunakan para anggota DPRD setempat terutama yang pernah dilaporkan keabsahannya pada Pemilu Legislatif tahun lalu.

“Perkembangannya akan kita lihat nanti, kita cari kebenaran dan fakta serta datanya dulu. Nanti akan kita cek ulang lagi terkait persoalan ijasah palzu ini. Kalau memang kampusnya masuk dalam daftar bodong, maka bisa berdampak pada pemilik ijazah yang bersangkutan,” kata Sukardi. Continue reading

Sarjana Lulusan STIE Adhy Niaga Banyak Tak Terdata


UTUSAN RAKYAT, Jombang – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir berkata, timnya telah selesai melakukan audit terhadap STIE Adhy Niaga. Hasilnya akan diumumkan Rabu (3/6) depan.

“Yang satu itu (STIE Adhy Niaga) masih di tim audit, nanti hari Rabu depan akan kami umumkan hasil yang akan saya lakukan, sekaligus saya buat keputusan,” kata Nasir. Pernyataan tersebut disampaikan Nasir dalam jumpa pers usai memberi orasi ilmiah di Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA), Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (31/5/2015). Continue reading

137.005 Lulus SNMPTN


UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Ketua Umum SNMPTN 2015 Prof. Rochmat Wahab mengungkapkan untuk tahun 2015 sebanyak 852.093 siswa yang mendaftar SNMPTN. Dari jumlah tersebut, 137.005 diterima di Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia. Dari data jumlah pendaftar SNMPTN juga masih didominasi SMA dengan jumlah pendaftar sampai 617.507, SMK 141.014 dan MA 93,572.

“Dari jumlah yang mendaftar 852.093, sebanyak 137.005 atau sekitar 16,08 persen siswa diterima di PTN seluruh Indonesia. Ini ada kenaikan 10 persen dari tahun lalu. Selain itu, untuk siswa bidik misi dari 152.097 yang mendaftar hanya 31.908 siswa yang keterima. Dan hasil pengumuman ini nantinya akan diumumkan hari ini Pukul 17.00 WIB,” terang Prof. Wahab di Gedung D Kemendikbud, Sabtu (9/5/2015).

Wahab menjelaskan, provinsi paling banyak yang diterima Jawa Timur 19.757 siswa , Jawa Barat 11.862 siswa, Jawa Tengah 11.777, Sumatera Utara 8.781, Sulawesi Selatan 6.010, Sulawesi Tenggara 5.598, Sumatera Barat 5.512, DKI Jakarta 5.441, Sulawesi Utara 4.964 dan Riau 4.897.
Para siswa dari seluruh Indonesia paling banyak diterima di Universitas Brawijaya dengan 5.955 siswa, Universitas Haluoleo dengan 5.600 siswa, Universitas Negeri Manado 3.958, Universitas Dipenogoro 3581 siswa, Universitas Pendidikan Indonesia 3.526, Universitas Riau 3.496, UGM 3.371, USU 3.294, Universitas Negeri Malang 3.106 dan Unpad 3.097.

“Pengumuman kelulusan bisa dilihat di http://www.snmptn.ac.I’d. Selain itu bisa dilihat juga di halaman universitas seperti UI, ITB, ITS, UNDIP, UNAIR, UGM, UNSRI, UNHAS, UNTAN, UNAND dan IPB. Peserta yang lulus harus melihat prosedur pendaftaran di PTN masing-masing,” tutup Wahab. (spt/fdn).

Sumber : detik.com

Email KRISANTUS : (1). rajaborneo@gmail.com (2). raja_borneo@yahoo.com

Pemuda Pontianak Buat Penyaring Limbah Dari Ampas Tebu


UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Tebu selain disaring untuk dijadikan gula dan disajikan sebagai minuman dan ternyata memiliki manfaat lain. Dua orang remaja asal Pontianak ini menggunakan ampas tebu untuk membuat alat penyaring merkuri (Hg) dan besi (Fe) yang ada di sungai.

Hansen Hartono dan Shinta Dewi, dua remaja dari SMA Katolik Gembala Baik Pontianak, Kalimantan Barat, mengaku prihatin dengan kondisi sungai yang ada di daerahnya. Sungai Mandor sebagai sumber air bersih bagi masyarakat di kawasan Mandor, Kalimantan Barat, kini tercemar limbah merkuri (Hg) dan besi (Fe) akibat penambangan emas liar. Continue reading