Warga Ancam Bocorkan Pipa Utama PDAM


SUARA BORNEO MERDEKA, Bengkayang – Lima tahun terakhir, warga Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar, khususnya di Dusun Sebol selalu kesulitan mendapatkan akses air bersih dari PDAM Tirta Sebalo Bengkayang. Padahal, sumber air yang memasok kebutuhan air di Kota Bengkayang tersebut berasal dari daerah ini. (Baca Juga : Sumber Air PDAM Bengkayang Terancam Merkuri).

Rentang waktu yang cukup lama ini sepertinya telah membuat warga dusun Sebol jenuh. Sebab, sudah seringkali diajukan perbaikan baik melalui Musrenbang maupun pengajuan langsung ke instansi pemerintah namun hingga saat ini air tak kunjung dinikmati. Sumber air bersih pun hanya bisa diperoleh dari anak Sungai Ledo yang berjarak hampir 2 Km dan Sumur galian. Tak heran, empat Ketua RT yang ada didusun tersebut, bersepakat akan mengambil tindakan agar warganya dapat menikmati air bersih jika tak kunjung diperhatikan. Continue reading

Keluhkan Air Tak Mengalir


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – Kalbar Times

Kecamatan Lembah Bawang

Salah satu akses menuju kecamatan Lembah Bawang

Pelayanan manajemen PDAM Bengkayang kembali dipertanyakan. Setelah beberapa waktu lalu, masyarakat didusun Sebol, Kecamatan Lumar mengeluh karena sejak 3 tahun lalu tak lagi dialiri air kerumah mereka, kali ini badan usaha yang bertugas memenuhi kebutuhan air masyarakat tersebut dipertanyakan oleh salah seorang warga di Kelurahan Bumi Emas, Injang Setiadi. Permasalahannya sama, yakni air tak kunjung mengalir kerumah mereka secara normal. Namun permasalahan yang dihadapi itu “baru” berusia tahun lebih.

“Sudah hampir satu tahun ini air PDAM tak pernah mengalir, padahal tiap minggu petugas melewati jalur tersebut,” keluh Injang yang ditemui wartawan ini, Selasa (3/7) di Bengkayang.

Adapun jalur yang dimaksud Injang terletak di Continue reading

Tiga Tahun Tak Mengalir, Masyarakat Ancam Tutup Pintu Air


Alan : “Pengajuan Melalui Musrenbang Tak Ditanggapi,”

Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – BERKAT

KESABARAN masyarakat di Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar akhirnya tampaknya sudah mulai hilang. Sempat menikmati sebentar derasnya air PDAM yang mengalir hingga kerumah mereka, 3 tahun sudah air tersebut tak juga mengalir. Masyarakat kemudian mengancam akan menutup jalur dan penampungan air PDAM yang terletak di Dusun Madi. Masyarakat merasa kesal karena selama beberapa tahun terakhir ini mereka telah menyampaikan permasalahan yang dihadapi, tidak hanya kepada pengelola PDAM tetapi juga sudah disampaikan ke pihak pemerintah baik melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) maupun penyampaian secara langsung. Oleh karena itu, rencana penutupan yang dimaksud merupakan cara terakhir yang ingin ditempuh agar kedua pihak segera memperhatikan distribusi air bagi masyarakat setempat.

Untuk diketahui, sumber air PDAM Bengkayang sendiri berasal dari mata air gunung (barisan Gunung Bawang) dimana tempat penampungannya terletak di Dusun Madi, Kecamatan Lumar. Adapun distribusi air sejatinya terdiri dari dua pipa utama yang mengaliri wilayah Desa Tiga Berkat dan pipa induk yang mengaliri air ke Kota Bengkayang. Saat ini air yang didistribusikan ke kota Bengkayang tetap mengalir dengan lancar. Dari informasi yang diperoleh dari Kepala Desa Tiga Berkat, diketahui saat ini jumlah Kepala Keluarga yang ada di desa berjumlah kurang lebih sekitar 600 KK, ini berarti ribuan orang sangat mengharapkan distribusi air yang lancar dari PDAM. Alan, selaku Kepala Desa menyebutkan selama ini, untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi, masyarakat sebatas mengandalkan air tadah hujan maupun air sumur. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, masyarakat memanfaatkan air Sungai Ledo yang jaraknya cukup jauh serta air parit terdekat. Continue reading