Maju Gubernur Kalbar 2018, Sutarmidji Belum Tentukan Pasangan 


Pada 2 Maret 2015 yang lalu, Walikota Pontianak, Sutarmidji pernah menyatakan kesiapannya untuk maju pada persaingan kursi Gubernur Kalbar 2018. Dan pernyataan serupa kembali dikumandangkan pada 8 Maret 2017.

“Kalau maju, insyalah maju, ini hari ini ni ngasih tau ni, pasangannya belum tau siapa,” katanya usai melaunching tagline “Lapor SPT Tahunan ? Kame’ sih e-Filing Jak” dalam rangka kampanye simpatik Pelaporan SPT Tahunan menggunakan e-Filing di e-Filing Corner halaman Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak, Rabu (8/3).

Ia mengatakan, sebagian besar masyarakat meminta dirinya untuk maju sebagai Gubernur Kalbar. Maka dari itu ia akan menurut kemauan dari masyarakat tersebut.

“Nanti apakah jadi atau tidak mau maju, itu jadi urusan partai, kalau maju, saya insyallah maju,” timpalnya.

Terkait pasangannya, ia mengatakan yang terpenting adalah orang yang punya komitmen untuk membangun dan membenahi Kalbar. Tantangan dalam memimpin Kalbar sangat besar jika dibandingkan dengan Pulau Jawa.

“Banyak yang nyarankan untuk independen, tapi saya sebagai orang partai tidak juga ingin partai tidak menjadi nahkoda dalam pertarungan menjadi kepala daerah, partai kan dilahirkan sebagai sarana dan prasarana untuk penyaluran aspirasi politik,” katanya.

“Saya kemungkinan besar pakai partai, tapi tidak menutup kemungkinan maju melalui jalur independen,” sambungnya.

Profile

Sutarmidji (lahir di Pontianak29 November1962; umur 54 tahun) adalah wali kotaPontianak asal Kalimantan Barat. Di bawah kepemimpinannya, dia berhasil membuat beberapa kemajuan pembangunan kota, terutama di bidang infrastruktur.

Dalam menjalankan pemerintahannya, Sutarmidji menekankan pada perbaikan-perbaikan fasilitas dan pelayanan, di antaranya pelebaran jalan-jalan utama, perbaikan lebih dari seribu rumah yang tak layak huni, pembangunan kembali pasar-pasar tradisional dan sekolah-sekolah negeri, perbaikan gang dan saluran air, meningkatkan kualitas puskesmas, pembangunan RSUD baru yang menerapkan sistem rumah sakit tanpa kelas, pembangunan dan penataan taman-taman publik seperti Taman Alun Kapuas dan Taman Digulis.

Di bidang birokrasi, demi mempercepat pelayanan, Sutarmidji menerapkan pelayanan satu atap dalam mengurus perizinan. Jumlah perizinan pun dipangkas dari yang sebelumnya 99 jenis izin hingga menjadi hanya 14 jenis perizinan. Transparansi juga dikedepankan dengan mempublikasikan APBD Kota Pontianak serta penggunaan dana Bantuan Sosial melalui koran maupun situs Pemkot Pontianak. Sejak tahun 2011, Laporan Keuangan Pemeritah Daerah (LKPD) Kota Pontianak selalu mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Pada tahun 2015, Kota Pontianak dianugerahi predikat pelayanan publik terbaik se-Indonesia oleh DPR-RI.

Karir Politik

Sutarmidji memulai karier politiknya dengan bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan(PPP) atas ajakan dari Ali Akbar, sepupunya yang juga politikus PPP. Pada Pemilu 1999, ia dipercaya sebagai anggota DPRD Kota Pontianak. Pada tahun 2003, ia terpilih sebagai Wakil Wali Kota Pontianak mendampingi dr. H. Buchary Abdurrachman. 

Pada Pilkada 2008, Sutarmidji maju sebagai calon wali kota berpasangan dengan Paryadi, S.Hut., anggota DPRD Kota Pontianak pada saat itu. Pasangan yang diusung koalisi PPPdan PKPI tersebut berhasil memenangkan Pilkada dengan perolehan 34,5% suara, mengungguli enam pasang kandidat lainnya. Sutarmidji dan Paryadi kemudian dilantik pada 22 Desember 2008.

Pada Pemilukada 2013, Sutarmidji kembali maju, kali ini berpasangan dengan Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak, dan diusung koalisi PDI-PPKSPPPPAN, danPKPB. Sutarmidji kembali menang, mengalahkan lima kandidat lainnya dengan perolehan 52,7% suara, dan kemudian dilantik untuk masa jabatannya yang kedua pada 23 Desember 2013.

SUMBER : 1. thetanjungpuratimes.com (Agustiani/Muh).

2. Wikipedia