Hari Ini Terlewatkan…..!!


Catatan KRISANTUS VAN SEBOL

[BENGKAYANG] – Hari ini, Selasa (1/11/2011) ketika bangun dari tidur, Aku melihat tanda waktu yang ada di telpon genggam (HP) Nokia 6300 telah menunjukkan pukul 10.58 WIB. Waa…aahhh…! Kesiangan lagi. Nyesal juga jadinya. Tapi kalau dipikir, wajarlah kalau bangun telat, mulai tidurnya saja pukul 04.25 WIB. Otak-atik dengan Google, Facebook, Email dan Blog ku ini.

Beberapa menit setelah bangkit dari peraduan, tanpa pikir panjang, ambil handuk dan langsung mandi. Oh… lupa, sebelumnya Aku kumpulkan beberapa helai pakaian kotor yang menumpuk di kamar untuk direndam. Biasa… jauh dari Istri, jadi baju pun tahan berhari-hari kotor.

Usai mandi kemudian mempersiapkan diri untuk keluar rumah. Rencananya ingin liputan, Continue reading

Bengkayang Masih Berlakukan Sistem Informasi Tradisional


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL/Sekretaris AWANDA Bengkayang

[BENGKAYANG]- Seiring perkembangan teknologi informasi saat ini yang semakin pesat, Pemkab Bengkayang dinilai lamban dan kurang tanggap menerima hal tersebut. Apakah SDM-nya masih gagap teknologi (Gaptek) atau memang tidak memiliki keterbukaan, yang pasti hingga saat ini UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) masih belum diterapkan.

Untuk mendapatkan informasi terkait Bengkayang sangat sulit karena disini (Bengkayang) masih menganut sistem tradisional, yakni sistem informasi satu pintu.

Dengan sistem penginformasian satu pintu itu, segala informasi yang layak dan pantas dikonsumsi masyarakat umum terkait pembangunan di Bengkayang harus melalui pejabat teratas didaerah ini dan prosedur yang berbelit-belit. Dapat dibayangkan ketika seseorang masyarakat yang hendak mengetahui informasi mengenai data perkebunan misalnya, ternyata dengan mendatangi Kepala Dinas Perkebunan informasi tersebut belum bisa diperoleh dengan alasan harus mendapat izin dari Bupati. Untuk mendapatkan izin dari Bupati, kita harus mendapatkan surat pemberitahuan dari pihak Humas dan Protokol. Darisitu, bukan berarti kita langsung mendapatkan informasi, tak jarang alasan yang diterima yakni “Bupati Tidak Ada Ditempat atau Bupati Sedang Sibuk” yang diterima. Padahal informasi tersebut bisa saja diberikan oleh Kepala SKPD yang bersangkutan, karena memang merekalah yang lebih mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh organisasi mereka sendiri.

Sudah saatnya Pemda Bengkayang tidak lagi menerapkan paham Tradisional seperti itu. Diantara informasi yang sulit diperoleh dan diketahui public akibat sistem tradisional itu yakni data APBD, Rencana Pembangunan yang berkaitan dengan anggaran dan lain-lain. Hal ini tidak terlepas dari anggapan yang menyatakan semua dokumen sebagai dokumen yang dirahasiakan.