Kegiatan Mencoklit KPU Pecahkan Rekor MURI


UTUSAN RAKYAT, Surabaya – Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (20/1) memulai kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih Pilkada Serentak 2018. Pelaksanaan Coklit Pilkada 2018 memecahkan rekor baru dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 

Piagam penghargaan MURI atas rekor-dunia ini terkait “Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak dan Terbanyak”. 

Ketua Umum MURI Jaya Suprana menyerahkan langsung piagam penghargaan kepada Ketua KPU RI Arief Budiman, di kantor KPU Jawa Timur, Kota Surabaya, Sabtu. 

Coklit Pilkada 2018 melibatkan 350 ribu petugas, 1.750.050 rumah di 171 daerah (17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten). 

Pelaksanaan coklit dimulai hari ini dan akan berlangsung selama 30 hari dengan standar target 1 petugas lima rumah per hari.

Sumber : tajuktimur.com

Pilgub Kalbar 2018 Bakal Diikuti Calon Perseorangan 


UTUSAN RAKYAT, Pontianak – Pesta demokrasi pada pemilihan kepala daerah, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 mendatang selangkah lagi akan diikuti Bakal Calon dari jalur perseorangan. Adalah pasangan Kartius S.H.,M.Si dan H. Pensong yang berani menempuh jalur ini. Asalkan lolos verifikasi administrasi, pasangan ini dipastikan bakal meramaikan persaingan merebut kursi kepemimpinan di Kalbar 5 tahun mendatang.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Tim pemenangan, saat ini pasangan Kartius-Pensong telah menyampaikan berkas B1 dan B2 KWK kepada KPU Propinsi Kalbar sejak tanggal 21-26 Nopember 2017. Adapun persyaratan minimal dukungan berupa fotocopy KTP-E yang mesti dipenuhi dari calon perseorangan adalah sejumlah 300.883. Sementara jumlah KTP yang sudah diverifikasi dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon) berjumlah 319.385 pendukung, B1-KWK sejumlah 312.012 dan lampiran B1-KWK sejumlah 309.843. Jumlah ini telah melebihi jumlah minimal yang dipersyaratkan.

“Dukungan tersebut berasal dari 8 Kabupaten/Kota, 29 Kecamatan dan 261 desa yang tersebar di Kalimantan Barat,” sebut akun Tim Kartius Pensong yang diugah Selasa (28/11).

Selanjutnya jumlah dukungan tersebut akan akan dilakukan verifikasi administrasi oleh petugas KPU bersama Bawaslu dan Tim Bakal Calon Gubernur Independen, Kartius-Pensong yang akan dilanjutkan ke tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa dan kembali lagi untuk ditinjau oleh KPU Provinsi Kalbar. 

Terbaru : Ini Daftar Anggota PPS se-Kabupaten Bengkayang 


KPUD Kabupaten Bengkayang hari ini, Sabtu, 11 Nopember 2017,  secara resmi telah mengumumkan 5 orang anggota Panitia Panitia Pemungutan Suara(PPS) Se-Kabupaten Bengkayang. Berikut daftar nama penyelenggara Pemilu ditingkat desa tersebut. 


Pendamping Desa Jadi Anggota PPK, Double Job


UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berjanji akan memberikan sanksi tegas pendamping Desa (PD) maupun pendamping lokal desa (PLD) yang diketahui rangkap jabatan (dobel job) sebagai penyelenggara maupun pengawas Pemilihan Umum (Pemilu).

“Tidak boleh dobel job, itu menyalahi aturan,” kata Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon pribadinya, Kamis, (9/11/2017).

Secara aturan kata Anwar seorang pendamping tidak diperbolehkan rangkap jabatan. Sebab, akan mempengaruhi terhadap profesionalisme kinerja diantara salah satunya. 

Terkait sanksi tegas yang akan diberikan Kemendes PDTT terhadap pendamping yang dobel job, akan berupa pencopotan.

Sanksi itu diberikan apabila pendamping tidak mengindahkan teguran yang dikeluarkan oleh Kemendes PDTT, baik secara lisan maupun tertulis.

“Jadi, kami tegaskan harus memilih, kalau seandainya tetap kita akan copot,” tegasnya.

Tindakan tegas itu diambil karena sesuai aturan satu orang tidak diperbolehkan menerima gaji dobel yang bersember dari keuangan negara.

“Kalau pendamping merangkap sebagai guru ngaji, petani, pedagang tidak masalah. Namun, jika merangkap sebagai PPK atau Panwaslu itu yang tidak boleh, kami pasti tegas,” tegasnya lagi.

Siberitakan sebelumnya, salah satu PLD di Kabupaten Sumenep dinyatakan lulus sebagai Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat Kecamatan dan Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.(Jar/Jie).

Sumber : suaraindonesia-news.com, internet

Sarana Kampanye Politik, Mana Yang Lebih Efektif?


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Peran media, baik cetak, elektronik, televisi, internet (terutama facebook) pada Pilkada Bengkayang 2010 masih cukup efektif dalam mempengaruhi publik. Ketika masing-masing kandidat dan timses cukup antusias jika dibuat berita. Paling lucu jika diingat-ingat, hasil tulisan di koran di kliping kemudian diperbanyak (fotocopy) hingga ratusan bahkan ribuan lembar lalu dibagi-bagikan kepada masyarakat.

Saya ingat satu orang senior yang merupakan salah seorang Timses dari 6 pasangan waktu itu. Beberapa kali saya temukan beliau berjalan mengelilingi pasar Bengkayang sambil membagi-bagikan selebaran tentang pemberitaan yang berhubungan dengan Pilkada, baik yang bersifat mempromosikan jagoannya maupun yang bersifat menyerang kandidat lain. Tidak hanya satu jenis koran saja yang dijadikannya sarana.

Dampaknya? Cukup efektif, setidaknya hasil dari selebaran itu menjadi bahan obrolan para penikmat warung kopi bahkan tak jarang berlanjut hingga ke kampung-kampung. Sebagai pekerja media pada saat itu, peluang tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempromosikan media dan sarana memperkenalkan diri kepada masyarakat luas dengan biaya yang tak terlalu besar. Ke-6 pasangan kandidat didekati dan dibuat berita, setelah itu hasil cetakan koran diberikan kepada mereka.

®Pilkada 2015, peran media cetak sepertinya mulai digeser media televisi (audio visual) dan internet (facebook). Ini karena semakin hari seiring perkembangan zaman sebagian besar masyarakat banyak yang telah menjangkau ke-2 media tersebut. Cara penyampaiannya kepada orang lain juga cukup mudah dan dengan biaya yang relatif murah. Variasi bahan kampanye yang dibagikan kepada pihak lain juga cukup variatif menjadi faktor saat ini banyak Timses yang memanfaatkan ke-2 media tersebut.

®Pertanyaannya, menurut pembaca, antara koran, televisi dan internet, mana salah satu media yang cukup EFEKTIF (bukan Efisien) dalam mempengaruhi para pemilih?

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Pilkada Bengkayang || Debat Publik Disiarkan Ruai TV dan RRI Pontianak


image

Foto Internet

UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Pilkada Bupati dan Wakil Bengkayang menyisakan waktu kurang dari 2 bulan lagi. Berbagai tahap sudah dilewati dan dilakukan tanpa kendala berarti.

Menjelang pemilihan, salah satu tahapan yang hendak digelar KPU Bengkayang adalah penyampaian visi dan misi kandidat secara terbuka yang dikemas melalui kegiatan debat publik.

Debat publik ini, akan digelar pada Selasa, tanggal 3 Nopember 2015 bertempat di Aula 3 Lantai 5 Kantor Bupati Bengkayang.

“Kegiatan akan disiarkan secara streaming oleh RUAI TV dan secara langsung oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Pontianak,” ungkap Ketua KPU Bengkayang, Ir. Martinus Khiu.

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Sekali… Kampanye Dialogis di Kec. Siding Habiskan Dana Rp.30 Juta


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Usai penetapan nomor urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang 2015-2020 akhir Agustus lalu, kampanye dialogis mulai dilakukan masing-masing pasangan.

Informasi terbaru yang diperoleh penulis pada Rabu, 16 September, dari Ketua Partai tingkat Kecamatan, menyebutkan apabila salah satu pasangan yang didukungnya telah menghabiskan dana sebesar Rp.30-an juta untuk sekali kampanye dialogis di Kecamatan Siding. Sebuah distrik di Bumi Sebalo yang berada diperbatasan. Dana yang cukup besar jika digunakan bila sekedar mencetak 1000 eksamplar koran/tabloid.

“Termasuk sewa motor air dan tetek bengek lainnya,” ungkap Ketua Partai tingkat Kecamatan tersebut saat kami membuat obrolan ringan seputar Pilkada Bengkayang.

si Ketua Partai tingkat kecamatan inipun sempat bergumam ketika dia menyebutkan angka Rp.30 juta. Sehingga dia pun memprediksi, untuk bertarung dalam pemilihan Bupati, minimal dana yang perlu disiapkan sebesar Rp.5 Miliar.

Ehem… Rp.5 Miliar kira-kira bisa dibangun jembatan berapa banyak ya?

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Calon Bupati dan Wakil Bupati Belum Punya Visi dan Misi?


UTUSAN RAKYAT, Teriak – Usai pengambilan nomor urut pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang 2015-2020, akhir Agustus lalu. Hingga pertengahan September belum satupun informasi yang didapat mengenai apa yang menjadi visi dan misi dari calon pemimpin Bengkayang dari penjelajahan dunia maya (internet).

Wajarlah jika sampai detik inipun, para simpatisan kedua pasangan (Darwis-Rurakhmad dan Gidot-Naon) hanya bisa menjual bahasa-bahasa kampanye yang memuakkan karena cenderung menyampaikan stigma negatif terhadap calon lawan.

Tak satupun simpatisan dari dua kubu yang secara kontinyu mengkampanyekan program jagoan mereka. Selain saling mencibir.

Terkadang, apa yang diungkap tak sesuai dengan kondisi dilapangan. Timses hanya bisa membual, mencoba pengaruhi pemilih tanpa dasar/landasan yang benar-benar menguatkan pemilih yang coba mereka rangkul.

*Catatan 18 September 2015. Teriak

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***