Perusahaan Perkebunan Sawit Melecehkan Pemda Bengkayang


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

[BENGKAYANG]- Jangankan masyarakat, institusi pemerintah saja, khususnya Pemda Bengkayang saja bisa dipermainkan oleh banyak perusahaan perkebunan sawit yang berinvestasi di daerah ini. Buktinya, sebagian besar perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan sawit tidak mengacuhkan himbauan pemerintah untuk membuat kelengkapan perijinan mereka terkait Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Sebagian besar perusahaan perkebunan sawit yang berinvestasi di Kabupaten Bengkayang belum mengantongi IMB,” demikian ungkap Kepala Kantor Perijinan dan Pelayanan Terpadu (KP2T) Bengkayang, DR. Yan, S.Sos, M.Si kepada wartawan, Rabu (24/8) diruang kerjanya.

Padahal mengurus ijin terkait keberadaan tiap bangunan atau badan usaha yang dijalankan itu merupakan kewajiban yang dilakukan. Bahkan menurut Yan, sampai saat ini tak ada satupun perusahaan yang melengkapi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sementara bangunan sudah ada.

SKPD Tak Mampu, Sebaiknya Mundur


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

[BENGKAYANG]- Ketika muncul berita mengenai Defisit Anggaran 2010 yang diberitakan media cetak beberapa waktu lalu, banyak unsur yang sangat menyayangkan hal tersebut terjadi dan mempertanyakannya. Tidak hanya masyarakat biasa, tetapi juga hal tersebut menjadi pembicaraan hangat dikalangan abdi Negara dilingkungan Pemda Bengkayang.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, S.Pd pada suatu kesempatan menanggapi bahwa defisit anggaran tersebut merupakan hal yang dapat saja terjadi dalam pengelolaan keuangan daerah. Namun yang terpenting adalah Continue reading

BENGKAYANG BELUM MILIKI PERDA WALET


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

[BENGKAYANG]-Bukan lagi menjadi rahasia umum jika di kawasan kota Bengkayang maupun beberapa kawasan lainnya didaerah ini usaha penangkaran burung Walet sudah mulai banyak digiatkan para pemilik modal. Hal ini tentunya akan menambah beban pekerjaan bagi pemerintah setempat agar kedepannya usaha tersebut mampu memberikan konstribusi bagi pembangunan di Bengkayang melalui retribusi pajak serta menghindari kesemerawutan kota. Penyebabnya tidak lain karena hingga saat ini, pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif mengaku belum merancang Perda Penangkaran Walet.

“Hingga saat ini belum ada Perda Tentang Penangkaran Walet di Bengkayang, termasuk Continue reading

Buat Izin di Bengkayang Berbelit


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

[SELUAS]- Proses pembuatan izin yang dilakukan Syaiful, warga Seluas untuk membuka usaha penambangan Galian C ternyata tak mudah. Ibarat bola, Ia terpaksa bolak-balik ke Dinas Pertambangan, Energi dan Mineral, Kantor Perizinan, Pelayanan Terpadu namun tak menghasilkan apa yang diinginkan. Ia pun beranggapan proses pembuatan izin di Bengkayang berbelit-belit.

Nyobeng 2011

“Mungkin Dinas (Distamben) dan Kantor Perizinan (KP2T) Bengkayang bingung untuk memproses izin tersebut, karena mungkin Saya adalah masyarakat Bengkayang pertama yang punya niat membuat izin penambangan Galian C,” ungkap Syaiful, Kamis (16/6) di Seluas. Seperti diceritakannya, keinginannya membuat izin atas usaha Galian C tak lain adalah agar Continue reading

Masyarakat Mesti Perhatikan Izin Usaha


Oleh : KRISANTUS

(BENGKAYANG)-Agar usaha yang dijalani tidak menimbulkan permasalahan, masyarakat Bengkayang khususnya, mesti memperhatikan legalitas usaha mereka, salah satunya adalah dengan dimilikinya Surat Izin Tempat Usaha (SITU) ataupun Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Hal ini juga berguna untuk masyarakat menghindari melepaskan diri dari membayar pajak usaha yang dijalani.

Mengingat pentingnya legalitas tersebut, Senin (4/4) kemarin, Pemda Bengkayang melalui Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KP2T), Lurah Bumi Emas dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan pengecekan terhadap unit usaha di Pasar Bengkayang.

“Upaya ini dilakukan agar memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya Surat Ijin Usaha (SITU),” kata Kepala KP2T Bengkayang, Yan, S.Sos.,M.Si, disela-sela kegiatan tersebut.

Yan juga mengatakan bahwa hal itu tidak hanya penting bagi masyarakat yang membuka usaha didaerah perkotaan, tetapi juga bagi masyarakat yang berada disemua tingkatan yang ada di Bengkayang. Dijelaskannya, salah satu keuntungan dengan adanya surat ijin usaha adalah masyarakat dapat menjadikannya sebagai bahan jaminan ketika hendak mendapatkan dana kepada pihak tertentu guna mengembangkan usaha mereka. Dilain pihak, dengan adanya legalitas tersebut, masyarakat telah berpartisipasi membangun daerah ini melalui pajak usaha mereka itu. Pt. Jesy ak lakeng

KP2T Bengkayang Terbitkan 38 IMB


Oleh : KRISANTUS

Kepala KP2T Bengkayang

Kepala Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu Bengkayang, Yan, S.Sos.,M.Si

(BENGKAYANG)-
Setelah Perda No. 10/2010 Tentang Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) disahkan oleh Mendagri, KP2T Bengkayang telah berhasil menerbitkan 38 Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi masyarakat Bengkayang selama tahun 2010. Berkaitan dengan diberlakukannya Perda tersebut pula, Kepala Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KP2T) Bengkayang, Yan., S.Sos.,M.Si menegaskan hal itu akan berimbas pula bagi masyarakat yang tidak mengindahkan Peraturan tersebut, yakni membuat bangunan tanpa izin.

“Hal ini seperti tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Bengkayang Nomor 503/031/KP2T-C tertanggal 15 Maret 2011, akan dilakukan tindakan tegas kepada masyarakat yang melanggarnya yang mengacu pada Perda No. 10/2010 tentang ijin mendirikan bangunan (IMB) serta dalam rangka Continue reading

Selama 2010, KP2T Tangani 270 Izin


Oleh : KRISANTUS

Peranan yang dijalankan Kantor Perizinan dan Pelayan Terpadu (KP2T) Bengkayang sejak keberadaannya Februari 2010 lalu sudah mulai menunjukkan kinerja yang maksimal. Meski tergolong baru, selama keberadaannya itu, KP2T telah berhasil menerbitkan 270 perizinan bagi kebutuhan masyarakat Bengkayang. Dengan telah diterbitkannya beberapa ijin itu, Yan mengungkapkan bila hal tersebut telah memberikan sumbangan bagi Pendapatan Daerah

“Perizinan yang diterbitkan tersebut mulai sejak Oktober hingga Desember 2010,” ungkap Kepala KP2T Bengkayang, Yan, S.Sos, M.Si kepada awak media ini di ruang kerjanya.

Adapun bentuk perizinan yang telah diterbitkan antara lain, 127 ijin terkait Undang-Undang Gangguan, 35 ijin IMB, 16 ijin SUIJK, 58 ijin SIUP, 28 ijin Tanda Daftar Perusahaan, 5 ijin Praktek Dokter serta 1 ijin keramaian. Mantan Camat Lumar ini menyebutkan, apabila waktu pelaksanaan pembuatan ijin sudah berjalan, dalam satu tahun, surat-surat terkait perizinan maupun pelayanan akan lebih banyak lagi. Selama ini, dikatakannya, pihak KP2T baru mulai benar-benar bisa bekerja dan menerbitkan izin pada bulan Oktober.

“Sebelumnya KP2T tengah mempersiapkan kebutuhan administrasi dan penyusunan rencana kerja, sehingga baru pada bulan Oktober urusan perizinan bisa dikelola,” terang Kandidat Doktor Universitas Padjadjaran Bandung ini.

Sementara itu, terkait penempatan KP2T pada eks. Kantor Bupati, Yan menyebutkan hal itu sebagai sebuah terobosan yang baik, terutama dari pimpinan daerah ini yang telah menyediakan kantor tersebut bagi KP2T. Menurutnya, Kantor berada dilokasi yang sangat strategis karena mudah dijangkau oleh masyarakat Bengkayang karena keberadaannya tepat dijantung kota.

“Bila letak kantor sudah seperti ini, kedepan kita harapkan tidak ada lagi masyarakat yang malas dalam membuat perijinan,” tandasnya.