Antrean SPBU Memanjang, Bensin Dikios Terpajang


Oleh : KRISANTUS

Bengkayang

Antrean BBM di Bengkayang Menjadi Pemandangan Rutin Selama Februari 2011

Bengkayang- BBM seolah langka, antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus terjadi selama beberapa waktu terakhir. Ironisnya, ketika menyusuri setiap kios sepanjang kota Bengkayang selalu terpajang dengan jerigen yang berisi BBM, terutama jenis Premium. Sementara jenis Solar, beberapa pemilik kios besar juga memiliki stok.

Antrean panjang para pengendara untuk mendapatkan BBM di SPBU, khususnya Bengkayang yang terjadi sepanjang minggu ini sebenarnya tak harus terjadi apabila Continue reading

SPBU Mesti Prioritaskan Warga dan Kendaraan Umum


Oleh : KRISANTUS

Kerap terjadinya kelangkaan BBM ditengah masyarakat, khususnya di Bengkayang mestinya dapat dijadikan pertimbangan bagi pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat agar lebih memprioritas warga yang mengendarai kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
Sebab apa yang terjadi selama ini ketika terjadi kelangkaan BBM di SPBU, banyak kios BBM yang malah memiliki stok. Masyarakat mau tidak mau akhirnya harus membeli BBM tersebut pada kios-kios yang ada. Dan konsekuen yang harus mereka terima adalah mahalnya harga bensin.

“Yang herannya, ketika terjadi kelangkaan BBM di SPBU, para pemilik kios justru memiliki persediaan BBM hingga SPBU kembali memiliki persediaan. Ini menunjukkan bila pengelola SPBU lebih memprioritaskan pemilik kios dibanding masyarakat dan pengendara kendaraan pribadi dan umum,” ungkap salah seorang warga Bengkayang, sebut saja Santo, Senin (24/1) di Bengkayang.

Lebih lanjut, Santo mengingatkan agar dengan fenomena kerapnya terjadi kelangkaan BBM dapat menjadi perhatian pihak pemerintah, terutama dalam membuat kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Misalnya dengan menekankan kepada pengelola SPBU agar tidak melayani pembelian BBM dalam jumlah besar kepada warga. Ataupun juga membuat kebijakan agar menarik restribusi kepada para pemilik kios BBM sehingga selain agar harga dapat terpantau, ini juga dapat memberikan konstribusi bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Bayangkan saja bila di Kabupaten Bengkayang ini ada 1000 kios BBM, cukup 1000 rupiah saja dipungut restribusinya, berapa banyak pendapatan yang akan diperoleh daerah ini dalam satu bulan,” tandasnya.