Terkait Jalan Suti Semarang, Gubernur Cornelis Dianggap Ingkar Janji


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Bengkayang – Suti Semarang hingga kini masih memprihatinkan.
Continue reading

Sosialisasi UU No. 06 2014


INSIDE of LUMAR — Hampir seluruh Camat diwilayah Pemerintah Propinsi Kalbar, kecuali dari Kabupaten Sintang berkumpul di Hotel Kapuas Palace, Pontianak guna mengikuti kegiatan Sosialisasi UU No.06 Tahun 2014 Tentang Desa. Termasuk 17 Camat yang ada diwilayah Kabupaten Bengkayang. Kegiatan tersebut berlangsung mulai 10 hingga 12 Desember.

#Kecamatan Suti Semarang 113

Porseni PGRI, “Oemar Bakrie” Suti Semarang Tembus Semifinal


image

Oleh : Krisantus Van Sebol

Bengkayang, BERKAT. Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Bengkayang 17-20 Nopember ini diisi dengan berbagai kegiatan olahraga dan seni yang bertujuan untuk memupuk semangat para pahlawan tanpa tanda jasa didaerah ini dalam menjalankan tugas mereka. Continue reading

SRK vs Sungai Betung, Final Sepakbola Porkab I


Oleh : Krisantus Van Sebol

Bengkayang, BERKAT (-) Setelah melalui perjalanan panjang dengan mengalahkan para pesaingnya hingga babak semifinal kemarin, akhirnya dua tim akan terbaik pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) I Bengkayang akan menuntaskan perjuangan itu di final guna menjadi yang terbaik sekaligus merebut medali emas.
Continue reading

Polemik Pilkades Suti Semarang, Bupati Bengkayang Akan Diperkarakan


Oleh : YOPI CAHYONO, S.Hut

[SUTI SEMARANG]- Tak hanya Pilkada Bupati atau Gubernur saja yang mengalami polemik. Ditingkat Desa pun, proses demokrasi tersebut tak terlepas dari masalah. Seperti yang terjadi dalam Pilkades Suti Semarang, dimana untuk mencalonkan diri menjadi Kepala Desa, setiap Balon harus mengeluarkan biaya pendaftaran sebesar Rp. 5 juta. Hal ini tentunya sangat memberatkan.

Markus Sasi (32), Warga Desa Suti Semarang mengatakan, dirinya tidak terima atas kebijakan panitia Pilkades Suti Semarang yang Continue reading

Jaga Situasi Kondusif, Jangan Bawa Unsur SARA


Oleh : DIDI SULAIMAN/Kalbar Times

[BENGKAYANG]-Situasi kondusif yang telah berlangsung lama di Kabupaten Bengkayang diharapkan tidak lagi dinodai oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab, karena hal tersebut dapat menjadi pemecah belah kehidupan berbangsa yang pada akhirnya memperlambat proses pembangunan.

Hal ini merupakan sebuah peringatan bagi semua pihak agar tidak mengulangi kejadian yang menimpa Matius (16) dan Ananias (17) yang dituduh sebagai pencuri oleh salah seorang penjaga kebun sembari mengumpat dengan mengucapkan kata-kata yang berbau SARA, yakni “Saya Tidak Takut Pada Suku…..”. Continue reading

PT. MISP Jangan Hanya Mau Enaknya Saja


Oleh : KRISANTUS

Kecamatan Suti Semarang

Salah satu ruas jalan di Bengkayang. Terlihat dalam gambar, akses menuju kecamatan Suti Semarang

Bengkayang- Tak dipungkiri keberadaan PT. MISP mempunyai peran besar bagi kerusakan ruas jalan Ledo (Bengkayang)-Subah (Sambas) yang lumayan parah karena aktivitasnya sebagai perusahaan yang memproduksi sawit. Oleh karena itu, diharapkan perusahaan tersebut jangan hanya ingin enaknya saja.

“Artinya mereka juga mempunyai tanggungjawab untuk memperbaiki ruas jalan tersebut dan jangan hanya mengharapkan perbaikan jalan dari anggaran Negara,” ungkap salah seorang warga Desa Semangat, Hendro Kamseno, Kamis (24/2) di Bengkayang.

Pria yang juga Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (IMKB) di Pontianak ini menyadari apabila perusahaan tersebut sebagai Continue reading

Desa Kelayu Butuh SD Mini


Oleh : KRISANTUS

Sebagai Kecamatan yang baru, Kecamatan Suti Semarang, Bengkayang tentunya memerlukan pembangunan dalam berbagai sektor, termasuklah disektor pendidikan sebab sejauh ini desa Kelayu belum memiliki sarana pendidikan ditingkat dasar yang notabenenya bertujuan untuk meningkatkan SDM setempat.

“Dari delapan desa yang ada di Kecamatan Suti Semarang, hanya desa Kelayu yang belum memiliki Sekolah Dasar (SD), padahal jumlah anak usia sekolah disini bisa dikatakan memadai untuk mengisi sebuah SD,” terang Kades Kelayu, Markus B, baru-baru ini di Bengkayang.

Disebutkannya, saat ini murid-murid SD di Desa yang dipimpinnya tersebut sebagian besar bersekolah di SD yang terdapat di Desa Sukamaju. Dengan jumlah penduduk 400 jiwa lebih dari 99 KK, Desa Kelayu layak memiliki SD mini, jumlah murid yang bisa mengisi sekolah tersebut kurang lebih 60 murid.

Mengenai pengajuan SD mini itu, Markus menyebutkan, pihak desa telah berulangkali mengajukan hal itu kepada pihak pemerintah, baik melalui kegiatan Musrenbang, juga melalui proposal langsung ke instansi terkait. Padahal lahan untuk lokasi pembangunan sudah disediakan masyarakat setempat.

“Sebagai Kades, pengajuan pembangunan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2007 lalu,” ungkap Markus sembari berharap agar tahun ini pemerintah dapat memperhatikan dunia pendidikan di Desa Kelayu.