Penanganan Abrasi, LAKI Peringatkan CV. GWC Jangan Asal-asalan


image

Abrasi digaris pantai Sungai Duri

UTUSAN RAKYAT, Sungai Duri – Penanganan abrasi pantai disekitar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya oleh CV. Graha Wijaya Cipta (GWC) agar dikerjakan dengan baik dan tidak asal-asalan. Demikian ungkap Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Bengkayang, M. Ali Nafiah memperingatkan pihak CV. GMC, Minggu (14/5).

CV. Graha Wijaya Cipta merupakan pihak yang menangani kontrak kerja dengan Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan Satuan Kerja(SATKER) Balai Wilayah Sungai Kalimantan Pemeliharaan berkala sarana dan prasarana bangunan pengamanan pantai Sungai Duri.

Berdasarkan kontrak kerja nomor 03/BWKSI.I/PPK-OP.SDA.III/2016, pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV. GMC tersebut memiliki nilai sebesar Rp.895.080.000,00 yang bersumber dari dana APBN 2016 dengan masa kerja 120 hari per tanggal 17 Februari lalu.

“Dengan sisa waktu yang ada, kita berharap agar pekerjaan dapat dilakukan dengan baik, bukan asal kejar target hingga melalaikan kualitas bangunan,” tegas Ali. Lebih lanjut, Ali juga meminta kepada konsultan pengawas menjalankan pengawasan yang benar-benar mengawasi pekerjaan, bukan sebaliknya.

“Kami juga menghimbau warga setempat untuk terus memonitor pekerjaan abrasi pantai tersebut,” pungkasnya.

Penulis : Yulizar

*BERSATU *BENGKAYANG *MAJU

*Jembatan Putus
Perusahaan Tutup Mata, Pemda Masa Bodoh


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Kecamatan Lembah Bawang

Jembatan yang mengakses ke Kecamatan Lembah Bawang Terputus

[LEMBAH BAWANG] –
Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang sepertinya menutup mata terhadap kondisi infrastruktur jalan yang ada didaerah tersebut.

Bukannya membantu Pemda Bengkayang mempercepat proses pembangunan, perusahaan malah turut andil dalam mempercepat kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan untuk menuju kecamatan yang belum teraliri listrik itu dengan pengoperasian truk dan alat berat.

Kesan menutup mata itu tampak jelas ketika truk-truk perusahaan (perkebunan sawit dan pertambangan) menyeberangi sungai tanpa melalui jembatan. Belum lagi dampak debu dan kerusakan jalan yang disebabkan oleh aktivitas tersebut. Tindakan ini benar-benar mengeruk keuntungan semata tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat setempat.

Sementara itu, Continue reading