*Sosialisasi Pamsimas Martono : “Kesadaran Masyarakat Masih Kurang Dalam Menjaga Hasil Pembangunan”


image

Oleh : Krisantus Van Sebol

Bengkayang, BERKAT. Guna merealisasikan pelaksanaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Bengkayang, Rabu (4/12), Panitia Kemitraan (Pakem) Pamsimas Bengkayang melakukan sosialisasi program kepada Kepala Desa, BPD dan Tokoh Masyarakat di Aula Kantor Bupati Bengkayang. Continue reading

Pasca Kebakaran, Tanah Hilang


Oleh : JAMLI

Harian Kalbar Times

Kebakaran Bengkayang

Hj. Azizah : Korban Kebakaran Pasar Bengkayang

[BENGKAYANG] –

Kebakaran yang terjadi di Pasar Tengah dan Pasar Belakan Kota Bengkayang, 14 September 2010 lalu ternyata masih menyisakan kisah tragis bagi pasangan Kakek-Nenek, H.Agus Lazim (72) dan isterinya HJ. Ajizah (68) yang harus kehilangan bangunan maupun tanah sah yang mereka miliki. Dimana dua hari pasca kebakaran harus menerima teguran dari Camat Bengkayang pada saat itu (Aci Sood-–Red) yang meminta agar mengosongkan lokasi tempat berjualannya. Pernyataan Aci bertolak belakang dengan ucapan Lurah Bumi Emas yang merespon agar dibangun kembali ruko yang sudah terbakar.

“Sampai saat ini, hanya pondasi dan tiang ruko saja yang masih berdiri, padahal itu merupakan satu-satunya mata pencaharian kami sekeluarga untuk menyambung hidup,” keluh H.Agus.

Menurutnya, Continue reading

Listrik PLN Baru Dinikmati 43 Persen Penduduk Bengkayang


Oleh : YOPI CAHYONO

EQUATOR-BENGKAYANG

Hingga tahun 2011 ini, baru sekitar 43 persen masyarakat Bengkayang yang menikmati listrik yang berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Bengkayang. Sedangkan sebagian kecil masih mengandalkan listrik yang dihasilkan generator set (Genset). Sementara lebih dari separuh masyarakat belum menikmati listrik, termasuk dua kecamatan, yakni Siding dan Lembah Bawang yang memang belum terjangkau oleh PLN.

Kondisi itu membuat Manager PLN Ranting Bengkayang, Adi Kurniawan memasang target bahwa hingga tahun 2020 mendatang, masyarakat Bengkayang mesti Continue reading

Jaga Situasi Kondusif, Jangan Bawa Unsur SARA


Oleh : DIDI SULAIMAN/Kalbar Times

[BENGKAYANG]-Situasi kondusif yang telah berlangsung lama di Kabupaten Bengkayang diharapkan tidak lagi dinodai oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab, karena hal tersebut dapat menjadi pemecah belah kehidupan berbangsa yang pada akhirnya memperlambat proses pembangunan.

Hal ini merupakan sebuah peringatan bagi semua pihak agar tidak mengulangi kejadian yang menimpa Matius (16) dan Ananias (17) yang dituduh sebagai pencuri oleh salah seorang penjaga kebun sembari mengumpat dengan mengucapkan kata-kata yang berbau SARA, yakni “Saya Tidak Takut Pada Suku…..”. Continue reading

Tak Ada Drainase, Hujan Turun Banjirpun Datang


Oleh : DIDI SULAIMAN/KALBAR TIMES

[BENGKAYANG]- Akibat tak memiliki drainase yang layak, Dusun Sentagi, Desa Bani Amas, Kecamatan Bengkayang selalu dilanda banjir ketika diguyur hujan. Salah seorang penduduk, sebut saja Uwes mengeluhkan hal tersebut sebab rumahnya menjadi salah satu tempat yang rawan terendam banjir bila hujan datang. Kepedulian sesama warga agar dapat memperbaiki drainase dilingkungan rumah mereka merupakan solusi yang tepat sehingga luapan air hujan dapat diarahkan pada tempat yang tidak mengganggu rumah penduduk.

“Untuk mewujudkan hal itu, butuh kesadaran dari semua warga,” kata Uwes baru-baru ini.

Lain halnya dengan Tinggi (82) warga setempat. Dengan cuaca yang tidak menentu saat ini, Kakek yang juga Tokoh Adat setempat mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap kondisi cuaca. Hal ini dikatakannya setelah kejadian rusaknya rumah Yamin akibat disambar petir ketika hujan lebat disertai kilat, Selasa (17/5) lalu. Dimana selain menimbulkan kerusakan pada dinding rumah, sambaran petir itu juga mengakibatkan rusaknya peralatan elektronik yang dimiliki dan matinya dua ekor hewan piaraan. Kerugian jutaan rupiah pun tak terhindari.

“Cuaca seperti saat ini juga sangat mudah menimbulkan berbagai penyakit,” tandasnya.

SKPD Jangan Hanya Buat Laporan Diatas Meja


Oleh : KRISANTUS

Bupati Bengkayang, SURYADMAN GIDOT menekankan kepada seluruh pimpinan SKPD yang ada di Bengkayang agar mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, tidak hanya sebatas membuat laporan diatas meja tanpa terjun langsung kelapangan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi masyarakat. Hal ini diungkapkannya pada saat melantik Camat Bengkayang, Yustinus Kancil dan Camat Tujuh Belas, Frans Ahu, Kamis (16/12) lalu di Kantor Kecamatan masing-masing.

Camat merupakan bagian dari Satuan Kerja dan Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kecamatan. Karena berhubungan langsung dengan masyarakatnya, Gidot meminta agar lebih peka terhadap permasalahan yang dihadapi mereka. Camat semestinya tidak begitu saja mempercayai laporan yang diberikan bawahannya terkait perkembangan wilayah yang dipimpinnya tanpa melihat dan mendengarkan langsung di lapangan sehingga tidak ada istilah lagi laporan tersebut bersifat ABS (Asal Bapak Senang).

Dalam menunjang percepatan pembangunan, Bupati mengingatkan agar para Camat maupun SKPD yang ada tidak malu bertanya guna mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, Ia juga mengharapkan agar para pegawai dilingkungan Pemda Bengkayang, termasuk di Kecamatan agar terus meningkatkan kedisiplinan kerja serta team work yang baik. Team work ini penting demi mendapatkan sebuah hasil kerja yang maksimal bagi masyarakat. Adanya laporan warga bila Camat dengan Sekretarisnya tidak terbuka atau antara Camat dengan Kasi-nya diharapkan agar tidak terdengar lagi. Semua elemen mestinya saling mendukung satu sama lain.