Program KBR, Bengkayang Dapat Jatah 33 Desa


Oleh : KRISANTUS

Kabupaten Bengkayang menjadi salah satu daerah yang menjalankan program Kementerian Kehutanan melalui program Kebun Bibit Rakyat (KBR) dari 291 Kabupaten seluruh Indonesia yang disebarkan lagi pada 8000 Desa. Seperti yang dipaparkan Kabid Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bengkayang, Usman Yahya, Senin (21/12) diruang kerjanya, daerah ini mendapatkan jatah sebanyak 33 Desa yang dilaksanakan secara langsung oleh setiap 33 Kelompok Tani yang telah ditetapkan.

Usman mengatakan, KBR bertujuan menunjang program menanam 1 Miliar Pohon Indonesia Untuk Dunia sebagai upaya rehabilitasi lahan dan hutan di Indonesia.Dimana saat ini masih terdapat sekitar 30 juta luas lahan kritis di Indonesia.

“Saat ini Kabupaten Bengkayang sedang menjalankan program tersebut,” ungkap Usman.

Program yang mulai dijalankan pada akhir September 2010 ini baru dikerjakan oleh 33 Kelompok Tani pada minggu ketiga Oktober. Masing-masing Poktan, mendapatkan dana sebesar Rp.50 juta yang digunakan untuk menanam 50.000 bibit beberapa jenis bibit kayu sesuai dengan kondisi lahan dan potensi daerah. Sementara Mekanisme monitoring nya akan melibatkan Dinas Kehutanan dan UPT di Kemenhut, dalam hal ini BPDAS Kalbar. Monitoring juga lebih mudah karena setiap kebun yang didanai harus disertai letak koordinat kebun pembibitan.

“Jadi tak mungkin fiktif, karena dicatat dan dimonitor langsung,” terangnya.

Usman berharap dengan adanya program ini, kedepannya, selain mempercepat proses rehabilitasi lahan dan hutan, tentunya juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang jauh dari bencana. Untuk diketahui bersama luas hutan Kabupaten Bengkayang (data Dishut Kalbar 2007) adalah 596.415 Ha yang terdiri dari Cagar Alam seluas 4.165 Ha, Taman Nasional seluas 45.200 Ha, Hutan Lindung seluas 43.755 Ha, Hutan Produksi Terbatas seluas 44.900 Ha, Hutan Produksi Tetap seluas 87.700 Ha, Hutan Produksi Konversi seluas 8.295 Ha serta areal penggunaan lain seluas 371.400 Ha.