Ingin Dua Anak, Marselinus Menderita


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

RRI Pontianak-Bengkayang

Keluarga Berencana

Kepala BPMPKB Kab. Bengkayang, dr. I Made Putra N. saat mengunjungi Marselinus (52) asal Dusun Pereges, Seluas yang mengalami pembengkakan setelah mengikuti program operasi gratis pemasangan alat kontrasepsi oleh BKKBN Kalbar

“Dua Anak Lebih Baik”, salah satu motto yang sering kita lihat terpajang pada kendaraan maupun poster dan jenis alat promosi lainnya milik BKKBN maupun lembaga dibawahnya tampak menjadi salah satu pemicu Marselinus Sulam (52) mengikuti program KB dengan memasang alat kontrasepsi (Pasektomi), disamping karena kondisi ekonomi keluarga yang bisa dikatakan sulit. Namun apa yang dialami Marselinus justru sebaliknya, Ia terpaksa menderita sejak dipasang alat kontrasepsi oleh oknum Dokter RSUD Bengkayang.

Marselinus Sulam, warga Dusun Pereges, Desa Seluas, Kecamatan Seluas sejak beberapa hari ini, terhitung mulai tanggal 25 Mei hingga berita ini diturunkan terpaksa harus menginap di RSUD Bengkayang guna menjalani perawatan pada alat kelaminnya yang mengalami gangguan usai dilakukan operasi pemasangan alat kontrasepsi (Pasektomi). Bahkan sebelumnya sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan ulang pada rumah sakit yang sama. Continue reading

Pilgub, Jumlah TPS di Bengkayang Masih 603


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

(Bengkayang – BERKAT)

Menyambut penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar September 2012 ini, KPUD Bengkayang melansir jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) masih sama dengan jumlah TPS pada saat penyelenggaraan Pilkada Bupati Bengkayang 2010 yang lalu, yakni sebanyak 603 TPS.

“Jumlah TPS yang diajukan ke KPU Propinsi jumlahnya sama seperti pada penyelenggaraan Pilkada Bupati (Bengkayang) 2010 yang lalu, yakni 603 TPS,” tegas Ketua KPUD Bengkayang, Eddy A.,SH, Selasa (20/3) di Bengkayang.

Jumlah tersebut dikatakannya berasal dari 122 Desa dan 2 Kelurahan yang tergabung dalam 17 Kecamatan. Sementara itu, mengenai jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) daerah ini, Eddy menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu penyerahan data penduduk dari Pemerintah Propinsi yang akan diterima melalui KPU Propinsi. Sebagai informasi, jumlah DPT Bengkayang pada Pilkada Bupati 2010 yang lalu adalah sebanyak Continue reading

Pemda Bengkayang Dukung Program USAID


Laporan : Krisantus

RRI Pontianak, Bengkayang

PEMDA Bengkayang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendukung sepenuhnya dengan kehadiran program KINERJA USAID didaerah ini dengan harapan kedepan dapat meningkatkan mutu dan kualitas dunia pendidikan bagi masyarakat Bengkayang.

Perlu diinformasikan bahwa kabupaten Bengkayang merupakan salah satu dari lima kabupaten di Kalbar, disamping Kabupaten Sambas, Sekadau, Melawi dan Kota Singkawang yang bekerjasama dengan USAID sejak tahun 2011 yang lalu. Dimana pada tahun pertama ini, program kerja yang dijalankan difokuskan pada bidang pendidikan dan kesehatan.
Dari data yang diperoleh, untuk tahap pertama ini, program kerja dari lembaga ini mencakup 20 sekolah dari empat kecamatan, dengan rincian 16 SD Negeri dan 4 SMP Negeri.

Pemahaman terhadap Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan salah satu bagian penting dari penerapan program kerja USAID dalam bidang pendidikan di Kabupaten Bengkayang. Hal ini dianggap penting karena dengan terciptanya Manajemen yang baik disetiap sekolah tentunya juga akan berdampak positif bagi pengembangan sekolah tersebut dan itu diakui oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kabupaten Bengkayang, Godelifus, pada sesi terakhir Lokakarya Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan di Aula V Kantor Bupati Bengkayang, Kamis (16/2).

“Program tersebut sangat baik dalam mendukung peningkatan kualitas SDM Bengkayang,” tegasnya.

Guna mendukung kelancaran program tersebut, Godelifus mengatakan pemerintah telah memfasilitasi kegiatan-kegiatan Tim KINERJA, penyiapan sarana dan prasarana, mensinkronkan program kerja mereka dengan pihak guru, komite sekolah. Oleh karena itu, Ia berharap para peserta yang sebagian besar adalah Kepala Sekolah dan Ketua Komite Sekolah hasil lokakarya dapat diterapkan disekolah masing-masing.

Gidot : “Jangan Dibaliknya Minta Tolong Beri Proyek,”


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – BERKAT

MUNCULNYA tulisan Mempawah/Singkawang Yes, Bengkayang No diruas Tanjung Gundul sampai Sungai Duri yang mengindikasikan adanya keinginan warga di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan bergabung dengan Kabupaten Pontianak atau Kota Singkawang seperti yang diberitakan salah satu media lokal didaerah ini beberapa waktu lalu dianggap sebagai ulah oknum yang mengatasnamakan masyarakat.

Menanggapi pemberitaan ini, Ketua DPRD Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE, MM., Selasa (8/2) di Bengkayang menegaskan kembali bahwa munculnya tulisan itu hanyalah ulah dari oknum tertentu saja, bukan berdasarkan aspirasi masyarakat secara keseluruhan.

“Kita tetap mengacu pada UU Nomor 10 Tahun 1999 yang merupakan landasan hukum terbentuknya kabupaten Bengkayang,” tegasnya.

Kecamatan Sungai Raya merupakan salah satu kecamatan yang berdiri sejak pemekaran Bengkayang menjadi Kabupaten dari hasil pemekaran kabupaten Sambas pada tahun 1999 bersama Kecamatan Bengkayang, Samalantan, Ledo, Sanggau Ledo, Seluas. Sementara Kecamatan Sungai Raya Kepulauan sendiri merupakan hasil pemekaran Kecamatan Sungai Raya.

“Jika memang tidak senang dan tidak mau tinggal di Bengkayang, pindah saja kesana. Menurut Mahkamah Konstitusi, Kabupaten ini Legal dari Sungai Raya sampai ke Jagoi Babang. Saya pikir jika Mempawah atau Singkawang YES, pindah saja kesana. Saya sudah perintahkan Camat apabila ada yang minta surat pindah, berikan saja karena masih banyak warga yang ingin tinggal dan hidup di Kabupaten Bengkayang,” kata Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, S.Pd baru-baru ini.

Setakat ini, Gidot telah meminta kepada Camat serta aparat TNI dan Pol PP untuk melacak oknum yang telah menulis tulisan tersebut. Dan apabila ditemukan, Ia meminta agar oknum tersebut segera menghadap untuk berdialog untuk menemukan apa yang menjadi penyebabnya. Gidot sendiri sangat menyayangkan tulisan tersebut ditulis tidak pada tempatnya melainkan pada fasilitas umum.

“Apabila ada orang yang datang dan membicarakannya, Saya pasti menunggu, tetapi jangan dibaliknya meminta tolong diberikan proyek,” sambutnya lagi.

Jelang Pilgub 2012, KPU Bengkayang Pastikan Daftar Pemilih Meningkat


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – BERKAT

MENJELANG Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) Kalbar yang rencananya digelar September 2012 ini, KPU Bengkayang memperkirakan Daftar Pemilih di Kabupaten Bengkayang meningkat dari jumlah pemilih pada Pemilu terakhir, yakni pada Pilkada 2010 yang lalu. Meningkatnya Daftar Pemilih tersebut disebabkan karena adanya perubahan data kelahiran dimana penduduk yang sebelumnya (Pilkada 2010) belum mencapai batas minimal, namun pada tahun 2012 sudah mencapai batas usia yang ditentukan.

“Perkiraan bisa 10 – 15 persen meningkat dari Pemilu terakhir,” demikian kata Anggota KPU Bengkayang, Ir. Martinus Khiu, Selasa (31/1) di Bengkayang.

Seperti diketahui, Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang 2010 yang lalu berjumlah 149 ribu lebih. Ini berarti jika perkiraan tersebut mendekati akan ada sekitar 163 ribu hingga 171 ribu yang akan terdaftar sebagai pemilih pada Pilgub mendatang. Meski demikian, untuk saat ini KPU Bengkayang belum melakukan persiapan terkait pendataan pemilih.

“Masih menunggu koordinasi dari KPU Propinsi,” jelas Martinus Khiu.

Mengenai data awal pemilih, Khiu mengatakan bahwa data yang akan digunakan sebagai petunjuk adalah data terakhir Pemilu di Bengkayang (Pilkada) yang kemudian disinkronisasikan dengan data yang berasal dari Instansi terkait, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dijelaskan juga hingga saat ini KPU Propinsi sebagai pelaksana masih belum menetapkan tahapan-tahapan Pilgub ke KPU Bengkayang.

Anggota Polsek Singkawang Selatan Makan Gaji Buta


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – BERKAT

Warga Kecamatan Teriak

Yohanes, Korban pengeroyokkan.

KINERJA anggota Kepolisian Sektor Singkawang Selatan patut dipertanyakan. Padahal sebagai pengayom masyarakat, mereka dituntut bekerja dengan sepenuh hati dan tidak hanya menerima gaji buta setiap awal bulan. Hal ini buntut dari laporan Yohanes (42), Warga Desa Teriak, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang terkait pengeroyokkan yang menimpa dirinya pada 1 Januari 2012 yang lalu.

“Hingga saat ini kami tak kunjung menerima adanya laporan dari pihak Kepolisian Sektor Singkawang Selatan mengenai perkembangan penyelidikan terhadap kasus pengeroyokkan tersebut,” ungkap Yohanes, Selasa (24/1) dikediamannya.

Kasus pengeroyokkan yang menimpanya itu terjadi ketika Ia bersama keluarganya sedang menikmati liburan di Pasir Panjang Pak Lotai, 1 Januari 2012. Yohanes mengatakan dirinya dituduh telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap salah seorang keluarga pelaku yang pada saat itu sedang mandi dilokasi yang sama. Tak sempat melakukan pembelaan diri, Yohanes langsung Continue reading

April – Juli Sudah Mulai Perekaman Data


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BENGKAYANG – BERKAT

TAHUN 2012 Kabupaten Bengkayang mulai menerapkan program Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau E-KTP. Instansi terkait, yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bengkayang menyatakan bila pada Januari – Maret ini pihaknya terus mempersiapkan diri agar pada saat pelaksanaan mendatang dapat berjalan lancar.

“Jika tidak ada halangan, April – Juli sudah bisa dilakukan perekaman data penduduk,” demikian ungkap Kadis Dukcapil Kabupaten Bengkayang, Drs. Geradus ketika dihubungi, Senin (9/1) di Bengkayang.

Untuk saat ini, pihaknya masih menunggu hasil survey dan pemasangan jaringan Visat di Kecamatan-Kecamatan oleh pihak konsorsium yang dipercaya oleh pemerintah untuk menangani program E-KTP. Jaringan Visat merupakan alat yang menghubungkan tempat-tempat pelayanan disemua kecamatan dengan server data di Kabupaten, Propinsi dan Pemerintah Pusat.

“Kita berharap penerapan E-KTP di Bengkayang dapat berjalan lancar,” harapnya.

Penggunaan E-KTP sendiri merupakan dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup. Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk).