Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Mulai Naik


Oleh : KRISANTUS

Kurang tiga minggu menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru, harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Bengkayang mulai merangkak naik. Meski belum terlalu signifikan, namun dampaknya sudah terasa dimana harga yang diberikan para pengecer kepada konsumen tidak seperti biasanya pada harga normal.

“Akibat kenaikan harga Sembako tersebut, harga yang saya jual kembali rata-rata dinaikkan antara Rp.1.000-Rp.Rp.1.800,” ungkap Pemilik Warung Kelontong, Marius, Kamis (9/12) dikediamannya.

Ia menyebutkan, kenaikan harga Sembako terjadi pada harga Telur, Minyak Goreng, Bawang Merah dan Bawang Putih. Termasuk sayur-sayuran, kecuali Timun semua mengalami kenaikan harga.

Khusus harga telur, Marius mengatakan terjadi kenaikan harga sebesar Rp.3000-3.500/Kg dari sebelumnya Rp.15.000-Rp.15.500/Kg menjadi Rp.18.000-Rp.18.500,-. sehingga dirinya menjual ke konsumen dengan harga Rp.20.000/Kg. Untuk harga Gula Pasir, dari harga cenderung stabil, dimana saat ini harga masih berkisar Rp.8.800/Kg dan dijual kekonsumen dengan harga Rp.10.000,-. Untuk harga Minyak Goreng saat ini harganya Rp.11.000, naik Rp.1000 dari sebelumnya, dengan harga tersebut, Marius menjual ke konsumen dengan harga Rp.12.000,-. Sementara untuk harga bawang merah dan bawang putih masing-masing naik menjadi Rp.28.000 dan Rp.26.000,-.

“Biasanya kenaikan harga tergantung dengan harga yang diberikan agen pemasok,” terang Marius.

Ia berharap kenaikan harga Sembako tidak berlangsung lama, karena dengan adanya kenaikan harga tersebut dapat membuat daya beli masyarakat menurun.

“Kenaikan harga tidak hanya berdampak bagi konsumen, tetapi juga bagi kami pengecer, karena daya beli konsumen berkurang, praktis barang yang ada akan lama terjual,” tandasnya.

Harga Daging Ayam di Bengkayang Masih Normal


Oleh : KRISANTUS

Meski hari raya Natal dan Tahun Baru sudah tinggal sebulan, namun harga daging, khususnya daging ayam masih tergolong normal. Hal ini dikatakan salah seorang pedagang ayam di Pasar Teratai Bengkayang, Benny Laiyan, Sabtu (21/11).

“Sampai saat ini harga daging ayam belum naik dan masih normal,” kata Laiyan.

Pria berambut panjang ini menyebutkan, saat ini harga ayam baik yang masih hidup maupun ayam potong berkisar Rp.25 ribu dan Rp.35 ribu rupiah perkilogram. Menurutnya, kenaikan harga baru akan tampak pada awal Desember ini. Biasanya kenaikan harga tergantung dari harga telur (ayam), kalau harga telur naik, harga daging ataupun harga kebutuhan lain seperti gula, beras, sayur dan lain-lain pasti turut naik.

“Saat ini harga telur juga masih normal, berkisar Rp.15 ribu hingga Rp.17 ribu rupiah,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Laiyan mengatakan kenaikan harga tergantung dari pihak agen atau penyalur barang kebutuhan tersebut. Bila agen pemasok menaikkan harga, otomatis mereka sebagai pedagang juga turut menaikkan harga.