Ambay : “Rp.6000 Sekilo,”


Ambay

Ambay

INSIDE of LUMAR ~~ Dengan hati-hati dipikulnya dua keping karet beku diatas bahu. Satu dibagian belakang dan dimasukkan dalam ember. Sementara satu keping lagi diletakkan langsung diatas kayu.

Sabtu (29/11), Sekitar pukul 15.30 WIB, Ambay Warga Sentibak, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang baru saja pulang dari kebun karetnya. Baju dibadan dibiarkan basah, maklum tak berselang lama hujan baru saja reda. Sementara kaki dibiarkan tanpa alas. Jika dilihat dari perawakannya, Ambay ini berusia kira-kira 49-53 tahun. Continue reading

Penyebab Harga Karet Dunia Turun Drastis


INSIDE of LUMAR — Harga karet dunia dalam beberapa waktu terakhir anjlok cukup signifikan. Harga karet dunia saat ini turun jadi US$ 1,6/kg atau Rp 16.000/kg dari US$ 5,7 atau Rp 57.000/kg. Sementara harga di tingkat petani hanya Rp 6.000-7.000/kg.

“Tadi malam saya melakukan pertemuan dengan seluruh stakeholders karet Indonesia untuk menyikapi kondisi harga karet dunia saat ini yang tidak diterima hanya US$ 1,6/kg. Pada tingkat petani hanya menerima Rp 6.000-7.000/kg. Ini tidak bisa diterima,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais Jakarta, Jumat (9/05/2014).

Menurut Bayu, salah satu penyebab anjloknya harga karet dunia adalah Continue reading

Menteri Perdagangan : “2,4 Juta Petani Karet Indonesia Harus Mendapatkan Harga Yang Layak,”


INSIDE of LUMAR — Sebagai Negara penghasil Karet terbesar ke-2 didunia, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menginginkan agar Indonesia memiliki peran yang lebih besar dalam proses perdagangan karet dunia dan mengharuskan agar 2,4 juta petani karet di Indonesia mendapatkan harga yang layak.

Untuk itu, pada Kamis (20/11) yang lalu, Mendag bertemu dengan produsen terbesar karet alam dunia dalam forum International Tripartite Rubber Council (ITRC) di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia ingin mendorong kenaikan harga karet alam yang hingga saat ini terus terpuruk. Dalam pertemuan tersebut, tiga negara produsen yang menguasai 79 persen pangsa ekspor dunia, yakni Thailand, Indonesia, dan Malaysia, membahas dan berupaya agar negara-negara produsen karet alam dapat mendisiplinkan diri untuk tidak membanjiri pasar. Sebab, dalam tiga tahun terakhir, harga karet mencapai titik terendah. Continue reading