Honor Rp.150 ribu Per Bulan


INSIDE of LUMAR ~~ Saat berkunjung disalah satu daerah di Kecamatan Seluas beberapa waktu lalu, tepatnya 21 Nopember 2014, Saya bertemu dengan dua orang teman lama.

Seorang teman lama dan seorang lagi junior sewaktu di Perguruan Tinggi. Keduanya kini sama-sama bertugas disalah satu SMP Negeri (mengajar) sejak beberapa tahun lalu.

Kedua teman ini mengaku, gaji/honor yang mereka terima per bulan dari Sekolah hanya sebesar Rp.150 ribu. Sementara keduanya kini sudah memiliki keluarga.

“Sambil mengisi waktu, daripada ilmu yang didapat dibiarkan tak terasah,” celutuk salah satu diantaranya.

Dengan gaji sebesar itu, tentu tak akan cukup untuk menopang hidup. Berkebun Lada jadi pekerjaan tambahan usai kegiatan mengajar. Dan hal itu lumayan guna menambah pendapatan.

“Baru-baru ini Saya ada jual sedikit Sahang (lada), sekitar 1 ton lebih, harganya kena Rp.130 ribu/Kg,” kata teman yang sama.

Wow… lumayan. Bagilah bibit Sahangnya… hehe

PGRI Perjuangkan Guru Honor


INSIDE of LUMAR, Jakarta ~~ Langkah pemerintah yang akan menaikkan gaji guru honorer disambut positif Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Seharusnya kenaikan para honorer melebihi standar upah minimum regional (UMR).

Ketua Umum PB PGRI Sulistiyo mengatakan, perbaikan gaji guru honorer sudah lama diusulkan asosiasi lembaganya. Sebagai asosiasi guru terbesar di Indonesia, pihaknya mengusulkan gaji guru honorer harus sesuai UMR per wilayah masing-masing, namun ditambah insentif. Misalnya saja upah minimum di DKI Jakarta Rp2,7 juta dan ditambah Rp1 juta untuk biaya peningkatan mutu dan profesi guru.

“Mereka harus digaji sesuai Continue reading

Gaji Guru Honorer Mesti Sesuai UMP


Pemerintah akan menetapkan standar gaji minimum bagi guru honorer yang bertugas di sekolah swasta. Hal ini tercantum dalam rancangan peraturan pemerintah tentang tenaga honorer yang kini sudah berada di Sekretariat Negara.

”Jika peraturan pemerintah itu disahkan, pemerintah daerah tidak dapat menolak kebijakan pemerintah pusat itu dengan alasan otonomi daerah,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (BPSDMP dan PMP Kemdikbud) Syawal Gultom, Jumat (11/11), di Jakarta. Continue reading