PGRI Perjuangkan Guru Honor


INSIDE of LUMAR, Jakarta ~~ Langkah pemerintah yang akan menaikkan gaji guru honorer disambut positif Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Seharusnya kenaikan para honorer melebihi standar upah minimum regional (UMR).

Ketua Umum PB PGRI Sulistiyo mengatakan, perbaikan gaji guru honorer sudah lama diusulkan asosiasi lembaganya. Sebagai asosiasi guru terbesar di Indonesia, pihaknya mengusulkan gaji guru honorer harus sesuai UMR per wilayah masing-masing, namun ditambah insentif. Misalnya saja upah minimum di DKI Jakarta Rp2,7 juta dan ditambah Rp1 juta untuk biaya peningkatan mutu dan profesi guru.

“Mereka harus digaji sesuai Continue reading

Tujuh Bulan, Surat Ijin Belajar Belum Selesai


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang, BERKAT.

Diajukan sejak Januari 2013 hingga pertengahan Agustus atau tujuh bulan yang lalu, hingga kini Surat Ijin Belajar yang diajukan beberapa guru (PNS) di lingkungan Pemda Bengkayang belum juga bisa diberikan. Pada saat BERKAT mendatangi Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bengkayang beberapa waktu lalu, salah seorang staf menyebutkan alasannya. Berkas belum dinaikkan ke atasan (Sekda) untuk ditandatangani. Continue reading

Penyaluran Dana BSM SMPN 4 Teriak Dipertanyakan


Oleh : JAMLI

Bengkayang – Kalbar Times

Proses penyaluran dana Beasiswa Siswa Miskin (BSM) dilingkungan SMPN 4 Teriak, Kecamatan Teriak, Bengkayang dipertanyakan. Hal ini karena pada tahun 2012 ada beberapa siswa yang sudah menamatkan pendidikannya di sekolah tersebut namun masih mendapatkan jatah beasiswa, lebih parahnya lagi, siswa yang sudah tamat tersebut didata duduk dikelas tujuh (kelas 1 SMP).

Seperti diketahui, Continue reading

Bengkayang Minim Guru Seni dan Budaya


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

Bengkayang – BERKAT

KEPALA Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Dinas Pendidikan Bengkayang, Dalawi, S.Pd menyebutkan saat ini sebagian besar sekolah dibawah naungan UPT Bengkayang belum memiliki guru mata pelajaran Seni dan Budaya. Kondisi ini, menurutnya tak terlepas dari keberadaan mata pelajaran tersebut yang mana baru diterapkan pada tiap sekolah semenjak dua tahun yang lalu.

“Untuk mengatasi kekurangan itu, pihak sekolah menutupinya dengan guru mata pelajaran lain yang masih kekurangan jam mengajar maupun guru honor yang dimiliki tiap sekolah,” terang Dalawi, Rabu (1/2) diruang kerjanya.

Perlu diketahui, UPT Dinas Pendidikan Bengkayang ini membawa sekolah-sekolah negeri yang ada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bengkayang, Sungai Betung dan Teriak. Dimana jumlah sekolah negeri yang ada berjumlah 46 (SDN), 9 (SMPN) dan 5 (SMAN) serta 1 (SMKN) dengan keseluruhan guru PNS berjumlah 588 orang.

BKD Masih Rahasiakan Daftar Tenaga Honorer


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

BKD Bengkayang

Pelamar CPNS Bengkayang 2010

[BENGKAYANG]-
Pemda Bengkayang melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) saat ini masih merahasiakan berapa jumlah tenaga honorer Bengkayang yang akan diajukan ke pusat terkait rencana pengangkatan 67.000 tenaga honorer secara nasional oleh pemerintah pusat pada tahun 2012.

“Jumlahnya belum bisa disebutkan, namun yang pasti saat ini sedang kita perjuangkan di pusat,” kata Kepala BKD Bengkayang, Drs. Lorensius, Rabu (21/9) diruang kerjanya sembari mengatakan bahwa saat itu BKD telah mengirimkan tiga orang staffnya ke Jakarta untuk urusan tersebut.

Meski tidak disebutkan secara rinci, Lorensius menyebutkan Continue reading

Penumpukan Guru, Dinas Mesti Jeli


Oleh : KRISANTUS

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kabupaten Bengkayang, Gustian Andiwinata meminta agar Pemda Bengkayang, dalam hal ini Dinas Pendidikan agar lebih jeli dalam menempatkan para guru didaerah ini. Dimana hal itu dikatakannya mengingat masih banyaknya sekolah-sekolah didaerah pedalaman dan perbatasan yang berkekurangan tenaga pendidik, sementara didaerah perkotaan banyak terjadi penumpukan, bahkan ada dalam satu mata pelajaran diisi oleh dua orang guru (negeri) sekaligus.

“Sebenarnya kekurangan guru di Bengkayang tidaklah terlalu banyak apabila terjadi pemerataan guru,” terang Kepala Sekolah SMPN 3 Seluas itu baru-baru ini.

Menurut Gustian, penumpukan guru khususnya ditingkat SMP terjadi pada sekolah-sekolah yang berada di Kecamatan yang berdekatan dengan Ibukota Kabupaten, seperti di kecamatan Lumar, Teriak, Bengkayang, Samalantan, Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan.

Ia mengatakan, Dinas Pendidikan seharusnya bijak melihat kebutuhan akan tenaga pendidik di sekolah yang berada dalam pengawasannya. Guna memberikan penekanan kepada setiap guru yang berada diwilayah perkotaan, mestinya Dinas dapat membuat sebuah regulasi/kebijakan tentang penempatan para guru sehingga tidak ada alasan untuk para guru tidak mau bertugas didaerah pedalaman atau perbatasan.

“Selama ini yang sering terdengar adalah para guru mengajukan pindah, umumnya ke sekolah diperkotaan dengan alasan mengikuti suami. Alasan itu sebenarnya sudah basi apabila Dinas berlaku tegas dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan didaerah ini,” tegas Gustian.

Ia menyebutkan, jika hal ini dibiarkan terus-menerus, niscaya perkembangan dunia pendidikan di Bengkayang akan berjalan lamban. Oleh karena itu, Ia berharap dengan perkembangan yang terjadi saat ini, kebijakan keberpihakan pada dunia pendidikan seperti pemerataan guru dapat dilakukan segera.