Gallery FOTO || Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd


FOTO Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd Bersama Masyarakat Dayak Iban, Dayak Bidayuh dan Dayak Bakati’ Kehadirannya diharapkan mampu memberikan motivasi bagi masyarakat Dayak khususnya dan suku lainnya dalam melestarikan Adat dan Budaya sebagai identitas masing-masing.

image

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot,.M.Pd saat menghadiri Gawai Dayak Iban

image

Masyarakat Dayak Iban Merayakan Gawai

image

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd bersama Warga Dayak Bidayuh

image

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd saat membuka acara adat yang digelar masyarakat Dayak Bakati'

Email KRISANTUS : (1). rajaborneo@gmail.com (2). raja_borneo@yahoo.com

Kamus Bahasa Bakatik Lumar, Perkaya Khasanah Budaya


Oleh : Krisantus Van Sebol

Bengkayang, BERKAT.

Cover : Kamus Bahasa Dayak Bakatik Lumar - INDONESIA

Cover : Kamus Bahasa Dayak Bakatik Lumar – INDONESIA

Sederhana, namun mengandung banyak makna. Itulah yang menjadi penilaian singkat setelah melihat sekilas sebuah buku kecil yang bertuliskan “Kamus Bahasa. Dayak Bakatik Lumar – Indonesia,” yang ditulis oleh Bruder Hilarinus Tampajara. Salah satu makna yang bisa diambil dari penulisan Kamus Bahasa Daerah salah satu sub-suku Dayak di Bengkayang yang memiliki 96 halaman ini adalah bertambahnya khasanah budaya bagi sub-suku Dayak Bakatik itu sendiri, bagi daerah termasuk secara umum bagi Indonesia. Terbitnya buku kamus ini juga setidaknya mampu mengajak masyarakat luas untuk mengakui pengakuan dari Dayak Bakatik itu sendiri. Continue reading

Polisi Jangan Jadi Alat Perusahaan Untuk Berhadapan Dengan Rakyat


Oleh : KRISANTUS VAN SEBOL

PT. TPA

Perkebunan Kelapa Sawit

Bengkayang (Kalbar Times) –
Upaya yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian Resor Bengkayang Sektor Samalantan yang mengambil secara paksa empat kendaraan yang diamankan warga di Desa Kinande, pada Kamis (22/11), dianggap sebagai sebuah pelanggaran adat. Ketua DAD Kalbar, Yakobus Kumis, yang dikonfirmasi, Minggu (25/11) kemarinmelalui telepon mengungkapkan apabila kendaraan yang sudah dibuat (dipagar) secara adat, harusnya apabila dibuka, juga mesti melalui proses adat yang berlaku pada komunitas masyarakat adat setempat. Setidaknya aparat kepolisian berkoordinasi dengan pengurus mulai dari Kepala Desa, Timanggung, Pasirah, Kepala Adat, Kepala Binua, sesuai dengan yang ada di daerah tersebut. Continue reading