Gallery FOTO || Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd


FOTO Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd Bersama Masyarakat Dayak Iban, Dayak Bidayuh dan Dayak Bakati’ Kehadirannya diharapkan mampu memberikan motivasi bagi masyarakat Dayak khususnya dan suku lainnya dalam melestarikan Adat dan Budaya sebagai identitas masing-masing.

image

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot,.M.Pd saat menghadiri Gawai Dayak Iban

image

Masyarakat Dayak Iban Merayakan Gawai

image

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd bersama Warga Dayak Bidayuh

image

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd saat membuka acara adat yang digelar masyarakat Dayak Bakati'

Email KRISANTUS : (1). rajaborneo@gmail.com (2). raja_borneo@yahoo.com

Pekan Budaya Adat Barape’ Sawa’ Ke-1


image

Perempuan Dayak Bakati Desa Rodaya, Ledo

UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Dayak Bakati’, sama halnya dengan sub suku Dayak lainnya memiliki khasanah budaya yang cukup banyak. Namun hingga saat ini jarang diangkat ke permukaan. Lembaga adat seperti Dewan Adat Dayak (DAD) dan lainnya yang dianggap berkompeten menggali potensi budaya Dayak Bakati’ belum bisa berbuat banyak dengan keterbatasan yang dihadapi. Continue reading

*Profil Suryadman Gidot, M.Pd || Bupati Bengkayang 2010-2015


image

Bupati Bengkayang bersama Istri berfoto bersama warga Sejarik Baya.

UTUSAN RAKYAT, Bengkayang –
Bupati Bengkayang 2010-2015 Suryadman Gidot, M.Pd hari ini, 15 Mei 2015 berulang tahun yang ke-44. Pria yang juga Ketua DPD I Partai Demokrat Kalbar ini merupakan politikus muda dari Kabupaten Bengkayang yang cukup berpotensi. Tak heran, pada usia 34 tahun sudah berhasil menjadi Wakil Bupati Bengkayang.

Hari kelahiran Suryadman Gidot ini rupanya sama dengan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK yang lahir di Watampone , Kabupaten Bone , Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942. Beliau adalah Wakil Presiden Indonesia yang menjabat sejak 20 Oktober 2014 . JK pernah menjabat sebagai Wakil Presiden pada periode 2004–2009 dan Ketua Umum Partai Golongan Karya pada periode yang sama. JK menjadi capres bersama Wiranto dalam Pilpres 2009 yang diusung Golkar dan Hanura.

Pada 19 Mei 2014 , JK secara resmi dicalonkan sebagai Cawapres mendampingi
Joko Widodo dalam deklarasi pasangan capres-cawapres Jokowi-JK, di Gedung Joang ’45, Jakarta Pusat. Pasangan ini diusung oleh lima partai yaitu PDI Perjuangan, Partai Nasdem , Partai Kebangkitan Bangsa, Partai
Hanura, dan PKPI.

Berikut release singkat profil Suryadman Gidot :
Continue reading

FOTO NYABAKNG NITI PADE BAHU, Dusun SEJARIK BAYA, Desa RODAYA, KECAMATAN LEDO


Bupati Bengkayang bersama Istri berfoto bersama warga Sejarik Baya.

Bupati Bengkayang bersama Istri berfoto bersama warga Sejarik Baya.

Sesajian yang dipersembahkan bagi roh leluhur dengan harapan agar usaha pertanian mendapat berkat dimasa mendatang.

Sesajian yang dipersembahkan bagi roh leluhur dengan harapan agar usaha pertanian mendapat berkat dimasa mendatang.

Desa Wisata Kalbar 1

Sesajian yang dipersembahkan bagi roh leluhur.

Sesajian yang dipersembahkan bagi roh leluhur.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot dan Istri berfoto bersama warga Baya.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot dan Istri berfoto bersama warga Baya.

Alat kesenian tradisional

Alat kesenian tradisional

Panyugu

Panyugu

Asal Usul Kerajaan Singaok Menjadi Kerajaan Mempawah Saat Ini


Penulis : Yohanes S. Laon
Alamat Blog : yohanessupriadi.blogspot.com

Pada zaman dahulu kala, tersebutlah perempuan janda ia mempunyai seorang anak perempuan yang cukup cantik, ia tinggal di desa yang tidak jauh dari desa lain di Motont Bawang ( Gunung Bawang dekat Bengkayang ) Namanya Maniamas, Di rumahnya numpang dua orang bersaudara, satu bernama Ranto dan yang kedua bernama Gurete. Adapun ibu Gurete dan Ranto masih bersaudara sepupu satu kali dengan ibu Maniamas jadi masih satu nenek,- Ranto dan Gurete masih berasal dari daerah seberang laut,- keduanya laki-laki,-

Yohanes S. Laon

Yohanes S. Laon

Ketika ada peristiwa di Motont Bawang, yaitu seorang laki-laki bernama Mamo, pendatang dari daerah lain,, melarikan seorang perempuan entah kemana perginya, jadi para pemuda di Motont Bawang bermupakat mencari Mamo, satu kampung berangkat Ngayo – Gurete adik Ranto ikut pergi dan abangnya, Ranto tidak mau ikut, katanya tidak sehat badan,- Sebenarnya Ranto beralasan, ia berpura-pura sakit, ia jatuh hati pada Maniamas. Rombongan ngayopun berangkat, Berbulan-bulan, malah sudah satu tahun, tidak ada kabar berita tentang Gurete apakah masih hidup ataupun mati, akhirnya Gurete pulang, dan dari jauh Gurete sudah berteriak, Nu’ Uda’ katanya, apa yang berbau busuk dirumah ini ! Jawab Uda’nya, Continue reading

ADAT KEMATIAN DAYAK SALAKO


Pantak

Pantak

Penulis : Yohanes S. Laon
Alamat Blog : yohanessupriadi.blogspot.com

Adat ka’ kamatiatn yang dimaksud disini ialah semua bentuk Adat yang berkaitan dengan hal-hal kematian seseorang dari sejak dia meninggal dunia hingga tiga tahun atau seribu ( 1000 ) hari ngalapasatn tahutn. Adt kakamatiatn itu meliputi antara lain yaitu :

1. Penguburan.
Apabila seseorng meninggal dunia pertama sekali jenasah harus dimandikan, diberi pakayan biasanya serba putih dan unyuri’ ( dibaringkan ) diruang depan ( sami’ ). Inilah yang dinamakan mangkorah. Sementara itu, beberapa orang diminta untuk memberitahukan kematian itu kepada ahli waris yang agak jauh tempatnya sambil ngango’nya. Pangago’ harus membawa paku pangkars dan setiap orang yang digago’ harus mengigit paku sebagai pangkaras, dan mereka mengucapkan kata-kata : Continue reading

Kamus Bahasa Bakatik Lumar, Perkaya Khasanah Budaya


Oleh : Krisantus Van Sebol

Bengkayang, BERKAT.

Cover : Kamus Bahasa Dayak Bakatik Lumar - INDONESIA

Cover : Kamus Bahasa Dayak Bakatik Lumar – INDONESIA

Sederhana, namun mengandung banyak makna. Itulah yang menjadi penilaian singkat setelah melihat sekilas sebuah buku kecil yang bertuliskan “Kamus Bahasa. Dayak Bakatik Lumar – Indonesia,” yang ditulis oleh Bruder Hilarinus Tampajara. Salah satu makna yang bisa diambil dari penulisan Kamus Bahasa Daerah salah satu sub-suku Dayak di Bengkayang yang memiliki 96 halaman ini adalah bertambahnya khasanah budaya bagi sub-suku Dayak Bakatik itu sendiri, bagi daerah termasuk secara umum bagi Indonesia. Terbitnya buku kamus ini juga setidaknya mampu mengajak masyarakat luas untuk mengakui pengakuan dari Dayak Bakatik itu sendiri. Continue reading