Atraksi Tatung, Tersisa di Bengkayang dan Sekitarnya


image

Tatung

CAP GO MEH 2016 – Keberadaan Tatung, boleh dikatakan hampir punah. Di Indonesia, atraksi atraksi langka para Tatung ini hanya dapat dijumpai di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat. Bahkan di Negeri asalnya, atraksi yang kerap dilakukan pada hari ke-15 setelah Imlek ini sudah sulit ditemui. Tatung merupakan orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan roh leluhur yang berasal dari Negeri China.

image

Tatung

Khusus di Kalimantan Barat, Atraksi para Tatung masih bisa kita jumpai di Kabupaten Bengkayang dan sekitarnya, seperti Singkawang dan Sambas.

Tatung adalah media utama Cap Go Meh. Pengusiran roh-roh jahat dan peniadaan kesialan dalam Cap Go Meh disimbolkan dalam pertunjukan Tatung . Atraksi Tatung dipenuhi dengan mistik dan menegangkan, karena banyak orang kesurupan dan orang-orang inilah yang disebut Tatung. Upacara pemanggilan Roh dipimpin oleh pendeta yang sengaja mendatangkan roh orang yang sudah meninggal untuk merasuki Tatung.

Roh-roh yang dipanggil diyakini sebagai roh-roh baik yang mampu menangkal roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat. Roh-roh yang dipanggil untuk dirasukkan ke dalam Tatung diyakini merupakan para tokoh pahlawan dalam legenda Tiongkok, seperti panglima perang, hakim, sastrawan, pangeran, pelacur yang sudah bertobat dan orang suci lainnya.

image

Tatung

Roh-roh yang dipanggil dapat merasuki siapa saja, tergantung apakah para pemeran Tatung memenuhi syarat dalam tahapan yang ditentukan pendeta. Para Tatung diwajibkan berpuasa selama tiga hari sebelum hari perayaan yang maksudnya agar mereka berada dalam keadaan suci sebelum perayaan.
Dalam atraksi Tatung yang sudah dirasuki roh orang meninggal bertingkah aneh, ada yang menginjak-injak sebilah mata pedang atau pisau, ada pula yang menancapkan kawat-kawat baja runcing ke pipi kanan hingga menembus pipi kiri.

Anehnya para Tatung itu sedikit pun tidak tergores atau terluka. Beberapa Tatung yang lain dengan lahapnya memakan hewan atau ayam hidup-hidup lalu meminum darahnya yang masih segar dan mentah.

Sumber : #Tulisan Yudhistira #wikipedia

Bupati Buka Cap Go Meh di Bengkayang


image

Cap Go Meh

INSIDE of LUMAR – Kemeriahan Cap Go Meh tak hanya terjadi di Kota Singkawang dan Pontianak. Kabupaten Bengkayang sebagai daerah yang sejak dahulu banyak ditempati warga keturunan China Daratan atau Tionghoa juga merayakan hari ke lima belas pasca Imlek (Cap Go Meh) dengan kemeriahan yang jatuh pada Kamis, 5 Maret 2015.

image

Cap Go Meh

Atraksi sebanyak 160-an Tatung. Manusia yang dirasuki roh halus nenek moyang. Menjadi ciri khas perayaan Cap Go Meh baik dilakukan di Kota Pontianak, Singkawang maupun Bengkayang.

Khusus untuk perayaan di Bengkayang, Cap Go Meh dibuka langsung oleh Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd di Komplek Gedung Pancasila, Jalan Ngura.

image

Cap Go Meh

Pada kesempatan tersebut, Gidot mengatakan bahwa kegiatan budaya yang ditampilkan setiap tahunnya di Bengkayang itu nantinya dapat menjadi daya tarik tersendiri guna menarik kunjungan wisatawan kedaerah ini. Sebab menurutnya, bila ajang ini terus dikemas dengan baik, bukan tidak mungkin akan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kekayaan budaya ini juga sudah semestinya semakin memupuk tali persaudaraan antar sesama warga yang ada di Bengkayang sehingga kerukunan yang terjalin saat ini semakin baik lagi,” harap Gidot.

Sementara itu, Ketua Panitia Cap Go Meh Kabupaten Bengkayang 2015, Andi Max mengatakan Perayaan Imlek menjelaskan upacara ucapan syukur kepada TYM atas hasil panen yang melimpah. Adapun kegiatan Imlek di Kab. Bengkayang dimulai tanggal 18 Februari 2015 dan pada hari ini merupakan hari puncak Cap Go Meh. Andi Max juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kab. Bengkayang yang turut ambil bagian dalam kegiatan Imlek ini.

image

Cap Go Meh

Dalam acara tersebut hadir pula Wakil Bupati Bengkayang, Ketua dan Wakil DPRD Kab. Bengkayang, Sekretaris Daerah, Kapolres Bengkayang, sejumlah kepala SKPD Tokoh Masyarakat Drs. Jacobus Luna, M.Si.

image

Targetkan 200-an Tatung Meriahkan Cap Go Meh


INSIDE of LUMAR – Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini Rangkaian perayaan Tahun Baru IMLEK 2566 di Bengkayang akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Terutama dengan menampilkan aneka atraksi budaya. Puncaknya pada hari ke-15 setelah Imlek atau lebih populer disebut Cap Go Meh yang jatuh pada Kamis, 5 Maret 2015.

Salah satu atraksi budaya yang ditunggu-tunggu adalah atraksi para Tatung (Laoya). Seni permainan yang merupakan perpaduan antara budaya Suku Dayak dengan budaya dari Negeri Tiongkok (Akulturasi). Atraksi Tatung ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang sebab orang yang menjadi Tatung ialah orang yang telah dirasuki oleh roh-roh lain.

Menurut Ketua Panitia Tahun Baru IMLEK dan Cap Go Meh Kabupaten Bengkayang, Andi Max, pihaknya menargetkan 200-an Tatung untuk memeriahkan CGM mendatang. Dan untuk mencapai target tersebut, pihak Panitia telah mengirim undangan bagi warga yang tersebar di 17 Kecamatan yang ada di Bumi Sebalo.

“Atraksi tetap dipusatkan di Kota Bengkayang,” jelasnya saat ditemui di Komplek Gedung Pancasila, Bengkayang.

Ribuan Masyarakat Saksikan CGM di Bengkayang


Oleh : KRISANTUS

Tatung

Seorang Bapak Rela Dibakar Panas Matahari Hanya Untuk Menyaksikan Atraksi Tatung Pada Perayaan Cap Go Meh di Bengkayang 2011

Tak seperti hari biasanya, Kamis (17/2) kemarin, suasana kota Bengkayang begitu ramai dipadati ribuan masyarakat yang datang dari berbagai kecamatan. Mereka seolah tak ingin melewati moment yang berlangsung satu tahun sekali itu. Tak peduli cuaca panas, sebagian orang tua bersama anak-anak mereka rela ditimpa terik matahari. Dan pihak yang paling sibuk dengan kondisi ini adalah Aparat Kepolisian serta Pihak Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi yang harus bekerja ekstra mengatur arus lalu lintas. Hampir semua ruas jalan utama dijejali. Meski demikian, ramainya masyarakat yang datang ke Pasar Bengkayang itu ternyata menjadi suatu berkah bagi para pedagang karena barang dagangan laris manis, terlebih warung-warung yang menjual makanan.

“Tahun ini masyarakat yang hadir menyaksikan perayaan Cap Go Meh (CGM) lebih ramai dibanding tahun lalu,” kata Ketua Panitia CGM Bengkayang, Tjin Jan Khong, usai perarakan Tatung di Vihara Ariamarama.

Seperti diketahui bersama, Continue reading