Hey… Pengunjung…!!! Jangan Buang Sampah Sembarangan di Bendungan Madi


image

Aliran Sungai Madi

UTUSAN RAKYAT, Lumar – Bendungan Madi, meski belum dikelola dengan maksimal, namun menjadi tetap memiliki daya tarik untuk dikunjungi wisatawan lokal.

Kesejukan air batu dan keasrian hutan sekitar kaki Gunung Bawang menjadi alasan lokasi wisata di Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar tetap dikunjungi. Akhir pekan, Sabtu dan Minggu, lokasi ini paling sering didatangi. Continue reading

Bendungan Madi Jadi Alternatif Wisata Masyarakat Lumar 


Oleh : KRISANTUS

Lokasi Wisata Bendungan Madi Kecamatan Lumar

Sehari usai menyambut pergantian tahun, atau setiap tanggal 2 Januari, Bendungan Madi menjadi alternatif tempat wisata bagi masyarakat Lumar dan sekitarnya. Kebiasaan berwisata disini ibarat tradisi, sebab ketika tanggal 2 Januari, objek wisata yang belum tersentuh pihak pengelola ini selalu dipenuhi oleh ribuan orang. Mereka menikmati suguhan alam yang masih asli, kejernihan air, deretan gunung yang dipenuhi hutan lebat, serta air terjun dilereng gunung bawang sebelum memulai aktivitas ditahun yang baru.

Menikmati panorama alam yang indah itu, sebagian besar pengunjung mengisinya dengan membuat berbagai kegiatan, terutama memasak sambil mencari udang dan sayur mayur dari hutan itupula, keriuhan para remaja yang menikmati aliran sungai menambah seru rekreasi serta salah satu hal favorit yang dilakukan adalah menikmati embun air terjun madi sambil meluncur dihamparan batu bide’.

Yohanes L. Juhadi, warga Lumar, mengatakan sangat terkesan dengan aktivitas wisata masyarakat di Bendungan Madi. Menurutnya, kunjungan wisata itu merupakan satu hari diantara hari-hari lainnya pada setiap tahun. Seusai Hari Raya Idulfitri, Imlek, Menjelang Liburan Sekolah, atau pada hari libur lainnya, banyak warga yang berwisata di Bendungan Madi.

“Bila masyarakat setempat dan pemerintah (Dinas Pariwisata) jeli melihatnya, hal ini merupakan suatu potensi yang cukup bagus bila dikembangkan bersama. Apalagi kawasan tersebut termasuk dalam kawasan hutan lindung,” ungkap Yohanes.

Menimpali pendapat tersebut, Kepala Desa Tiga Berkat, Kalan mengakui bila sejauh ini potensi yang dimiliki kecamatan Lumar tersebut belum mampu dimaksimalkan. Khususnya pihak pemerintah, campur tangan yang besar terhadap hal itu sangat dibutuhkan.

“Paling tidak sosialisasi tentang pengembangan pariwisata kepada masyarakat itu sangat penting, sebab membentuk masyarakat yang sadar wisata itu tidak mudah,” pintanya.

Bendungan Madi Objek Wisata Alam yang selalu ramai dikunjungi namun belum memberikan Rupiah Kepada Masyarakat setempat

Bila kesadaran wisata sudah tertanam dalam diri masyarakat setempat, kedepannya kinerja pemerintah akan dipermudah karena dukungan masyarakat itu sendiri. Berdasarkan keterangannya itu, Bendungan Madi menjadi objek wisata di Kecamatan Lumar yang sangat memungkinkan untuk dikembangkan dibanding objek yang ada di Desa lainnya.

“Jaraknya tidak terlalu jauh, sementara akses mencapai bendungan bisa ditempuh dengan kendaraan,” tandas Kalan.