Bupati Bengkayang Tinjau SDN 17 Sidai Yang Terbakar


UTUSAN RAKYAT, Ledo – Bangunan Sekolah Dasar 17 Sidai, Kecamatan Ledo ludes terbakar. Tak satupun barang yang tersisa, aset dan data sekolah lenyap menjadi puing dan abu. Para siswa kehilangan tempat belajar dan terpaksa harus menggunakan Balai Pertemuan milik Desa.

Atas kondisi tersebut, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd mendatangi lokasi SDN 17 Sidai, Kecamatan Ledo yang ludes terbakar untuk melihat langsung kondisi gedung sekolah tersebut, Jumat (23/8/2019).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepsek, kebakaran disebabkan oleh rembetan api dari pembakaran lahan pertanian yang dilakukan oleh warga setempat pada hari Rabu (21/8) sore. Adapun jarak antara lahan pertanian dengan gedung sekolah cukup berdekatan, kurang lebih 50 meter sehingga berisiko tinggi terjadi rembetan ditambah lagi pada saat pembakaran tidak ada tindakan pengamanan khusus.

“Akibat kebakaran ini, semua dokumen dan sarana/prasarana mengajar ludes terbakar,” sebut Anton. Selanjutnya, agar aktivitas belajar mengajar bagi 17 siswa (9 kelas I, 3 kelas 2, 5 kelas 3) tetap berlangsung, pihak sekolah saat ini memanfaatkan Gedung Serbaguna milik desa.

Terkait kebakaran itu, Bupati meminta Kepsek segera membuat laporan barang dan aset apa saja apa yang diperlukan agar dapat dipenuhi guna menunjang kelancaran belajar mengajar.

“Jangan lupa untuk meminta kejelasan aset dari tanah (sekolah) tersebut agar tidak ada tumpang tindih ketika pembangunannya lagi,” tegas Bupati.

Terakhir, pada kesempatan tersebut Bupati menghimbau agar masyarakat tidak membakar lahan secara sembarangan yang mana dapat menimbulkan kerugian bagi kita dan orang lain.

Kedatangan Bupati di SDN 17 Sidai turut didampingi Camat Ledo, Sekcam, Anggota Polsek Ledo, Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Kepala UPT dan Kepala Desa Sidai.

 

Sumber : Humpro Bengkayang

Jika Gagal, Mahasiswa Harus Ganti Rugi


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Pemda Bengkayang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019 kembali memfasilitasi tamatan SMA/sederajat mengambil perkuliahan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD).

“Tahun ini Pemda Bengkayang kembali mengirim SDM-nya untuk mengambil perkuliahan di UKSW,” tegas Kadisdikbud, DR. Yan, S.Sos.,M.Si usai melakukan pertemuan dengan peserta yang dinyatakan lolos seleksi beserta orangtuanya, Jumat (30/8) di Aula Kantor Bupati.

img-20190417-wa0018-378923137.jpgAdapun jumlah Calon Mahasiswa yang akan dikirim tersebut saat pertemuan terdata 80 orang (yang sudah melakukan registrasi) dari 138 yang dinyatakan lolos seleksi. Jumlah tersebut berasal dari enam jurusan yang disediakan diantaranya Ilmu Perpustakaan, Ilmu Biologi, Teknik Informatika. Calon mahasiswa yang sudah melakukan registrasi ini selanjutnya akan diberangkatkan pada hari Selasa, 4 September.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd yang turut hadir pada pertemuan itu bersama Wakil Bupati, Agustinus Naon, S.Sos, menyampaikan pesan yang keras kepada calon mahasiswa maupun orangtua mereka.

“Jangan sampai gagal dan menyia-nyiakan kesempatan ini. Jangan buat malu diri sendiri, orang tua maupun Pemda Bengkayang,” tegas Bupati.

“Berangkat 100, selesai juga 100,” tambahnya.

Bupati mengingatkan kepada mereka agar dalam menjalankan perkuliahan nanti harus serius, orang tua juga harus turut memantau dan mengawasi anak-anaknya sehingga tetap terarah. Lebih lanjut, Bupati mewanti-wanti kepada calon mahasiswa maupun orang tua apabila terdapat mahasiswa yang gagal menyelesaikan perkuliahannya.

“Jadi jika ada yang gagal, Pemda akan menuntut ganti rugi kepada yang bersangkutan,” ungkap Bupati.

Oleh karena itu, untuk memperkuat pengawasan, Pemda Bengkayang telah menjalin kerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait hal tersebut. Sehingga nanti jika ada yang tidak menyelesaikan studinya dapat dituntut untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan Pemda. Misalnya Pemda telah membiayai selama 3 tahun perkuliahan dengan jumlah uang yang dikeluarkan sebanyak Rp.5 juta per tahun, kemudian mahasiswa tidak mampu menyelesaikan studinya, berarti yang harus diganti sebesar Rp.15 juta.

“Mengapa bekerjasama dengan BPK? Karena uang yang digunakan untuk membiayai perkuliahan ini menggunakan uang negara,” jelas Bupati.

Guna memperkuat komitmen ini, para Calon Mahasiswa diwajibkan untuk menandatangani kesepakatan tersebut pada saat registrasi.

Sumber : Humpro Bengkayang

Pemda Bengkayang Segera Fasilitasi Siswa Yang Tinggal di Pondok Kurang Layak


Dio Uma

Dio Uma, Ngarape Sawa’ 2017

UTUSAN RAKYAT, Lumar – “Adapun jumlah pelajar yang tinggal dipondok tersebut sebanyak 17 orang pelajar, berasal dari Dusun Sentalang (Desa Setia Budi). Itu yang pondoknya di Sempayuk. Sedangkan yang pondoknya di Sansak, ada 14 pelajar. 9 pelajar berasal dari Dusun Elok Sempitak, Desa Elok Kolong (Sambas) dan 5 pelajar asal Desa Seles (Ledo),” papar Kepala Sekolah SDN 02 Sempayuk, Martinus saat ditanyai Bupati Bengkayang dalam rapat terbatas diruang pertemuan Kantor Bupati, Kamis (31/1/2019).

Para pelajar tersebut merupakan generasi-generasi baru. Sebelumnya, sejak akhir tahun 1970-an, pemondokkan di Sempayuk dan Sansak (Desa Belimbing, Kecamatan Lumar) sudah ada dengan kondisi bangunan yang kurang lebih sama.

“Pondok yang ada di Dusun Sempayuk ada 8. Sedangkan yang di Sansak ada 7 pondok,” timpal Kades Belimbing, Suhardi. Berdasarkan data yang dihimpun aparatur desa, 25 diantaranya pelajar SD dengan rincian 16 asal Sentalang (Bengkayang), 5 Sejaroh (Ledo) dan 4 Elok Sempitak (Subah, Sambas). Sisanya, 1 pelajar SMP asal Sentalang, 2 asal Sejaroh serta 3 pelajar SMA. Selain tinggal dipondok, para pelajar itu juga terkadang tinggal bersama warga setempat.

“Pemondokkan didirikan diatas tanah warga Sempayuk dan diatas tanah milik SDN 02 Sansak,” tambahnya.

Pemondokkan yang sempat dibicarakan secara luas di media tersebut mengundang banyak respon. Termasuk dari Pemda Bengkayang sendiri.

Sumber : Humpro Bengkayang

Kades se-Kecamatan Teriak, Siap Jadi Tuan Rumah


Utusan Rakyat, Teriak – Menyambut pelaksanaan HUT Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK serta Pameran Pembangunan HUT Pemda Bengkayang tahun 2019, para Kades dari 18 Desa yang ada, menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah.

“Harus siap,” demikian pernyataan para Kades yang hadir dalam rapat persiapan HUT HKG dan Pameran Pembangunan Pemda Bengkayang di Aula Kantor Camat Teriak, Selasa (16/10).

Kades Sekaruh, Sidik; Kades Tubajur, M. Ahin; Kades Puteng, Yohanes Ahin; pada kesempatan tersebut berpendapat, dengan adanya kegiatan akbar yang digelar di Kecamatan Teriak, diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada hal-hal lain bagi pembangunan didaerah ini. Menurut mereka, melalui kegiatan besar itu, secara langsung pemerintah akan melihat kondisi daerah sehingga dapat menjadi perhatian.

“Untuk mensukseskan penyelenggaraan ini, dimohon kesiapan seluruh stakeholder yang ada di Teriak,” tegas Plt. Camat Teriak, Bapak Busmet, SP., M.Si.

Mengenai kondisi dilapangan saat ini, sedikitnya ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian terkait sarana dan prasarana, diantaranya jalan, jembatan, sarana air bersih maupun fasilitas penunjang lainnya. Disamping itu, kesiapan warga Teriak turut menjadi hal yang perlu diperhatikan.

“Jika mereka mau, Sumber Karya siap menyediakan homestay bagi peserta, juga tempat perlombaan,” tawar Kades Sumber Karya, Matius, SH.

Sementara itu, Kepala SDN 04 Sekaruh, Ibu Debora, mengingatkan agar persiapan harus dilakukan secara matang agar nantinya tidak memberikan kesan negatif yang dibawa pulang para peserta dari Teriak.

“Semua pihak harus bekerjasama agar pelaksanaan nanti berjalan sukses,” pintanya.

KOLEKSI FOTO NGARAPE’ SAWA’ IV, 27-31 MEI 2018


Foto bersama Bpk. Suryadman Gidot

Staf Kantor Camat di Kediaman Bu Rosnawati

Persiapan sebelum pawai

Usai pawai, pembukaan

Uki, Evi, Yuliana, pembukaan

Pidelis dan Thomas Meidyo

Bersama Bacaleg Demokrat Sambas, David Ahoi (putih)

Kontingen memasuki gerbang, pawai

Depan Koramil Bengkayang

Kontingen Teriak memasuki pasar belakang

Lapangan Sepakbola BRC

Ngarape’ Sawa’ IV 2018, Kecamatan Teriak Targetkan Juara Umum


Rapat Persiapan sambut Ngarape’ Sawa IV 2018

UTUSAN RAKYAT, Teriak – Pagelaran Budaya Dayak Bakati’, Ngarape’ Sawa’ ke-IV tahun 2008, 27-31 Mei disambut dengan antusias oleh para masyarakat Kecamatan Teriak. Dimana, melalui para Kepala Desa (Kades), tahun ini mencanangkan diri agar dapat meraih predikat sebagai juara umum.

“Kalau bisa, tahun ini kita usahakan (Kecamatan) Teriak dapat meraih juara umum,” ungkap Kades Sebetung Menyala, Ubil, A.Md, saat Rapat Persiapan Ngarape’ Sawa’, Jumat (18/5) di Aula Kantor Camat. Target yang dicanangkan itupun mendapat sambutan positif dari seluruh peserta rapat.

Guna memuluskan langkah tersebut, Camat Teriak, Bapak Busmet, SP.,M.Si telah membagi peran kepada para Kades. Misalnya, untuk pendirian Dio’ Uma, diberikan kepercayaan kepada Kades Tanjung. Koordinator Usaha Dana, Kades Sebente. Koordinator Perlombaan, Kades Dharma Bhakti.

“Kita berharap kekurangan-kekurangan tahun sebelumnya (2017) dapat kita perbaiki tahun ini,” saran Bapak Busmet.

Perlu diketahui, pada penyelenggaraan sebelumnya, Kecamatan Teriak belum mampu berbuat banyak, khususnya dalam sesi perlombaan. Dimana sebagian tidak dapat diikuti karena berbagai faktor. Namun, satu yang menjadi kebanggaan adalah bangunan Dio’ Uma yang mendapat penilaian terbaik selama dua tahun sebelum ini.

“Kita kecolongan disesi perlombaan,” ujar Kades Dharma Bhakti, Bapak Yulius. Menurutnya, pada tahun lalu, koordinasi dengan panitia penyelenggara masih kurang sehingga banyak jenis perlombaan yang tak bisa diikuti.

Daftar Pemilih Kalbar Pada Pilkada Gubernur 2018


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang- Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 tersisa kurang dari dua bulan lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar sebagai penyelenggara telah menuntaskan berbagai tahapan, termasuk diantaranya yang paling urgen adalah Daftar Pemilih.

Dari release yang telah dipublikasikan KPU, Kota Pontianak memiliki pemilik terbanyak dengan total 424.173 pemilih, diikuti kabupaten Sambas 406.875 dan Kubu Raya 397.925 pemilih. Sedangkan paling sedikit terdapat di Kabupaten Kayong Utara, 75.825 pemilih.

Adapun total jumlah pemilih dari 14 Kabupaten/Kota adalah 3.436.127 pemilih. Namun jumlah tersebut masih bisa berubah hingga batas waktu terakhir yang telah ditentukan KPU terhadap para pemilih yang hingga penetapan DPT belum terdata.