KODE POS 17 KECAMATAN DI KABUPATEN BENGKAYANG


Berikut Disampaikan Kode Pos 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang :

Subscribe channel youtube Krisantus Roy

1. Kec. Jagoi Babang (kode pos 79286)
2. Kec. Siding, (79286)
3. Kec. Seluas, (79285)
4. Kec. Sanggau Ledo, (79284)
5. Kec. Tujuh Belas, (79251)
6. Kec. Ledo, (79283)
7. Kec. Lumar, (79283)
8. Kec. Bengkayang, (79211, 79212, 79213
9. Kec. Suti Semarang, (79283)
10. Kec. Sungai Betung, (79211)
11. Kec. Lembah Bawang (79281)
12. Kec. Teriak (kode pos 79214)
13. Kec. Monterado (79181)
14. Kec. Samalantan (79281)
15. Kec. Capkala (79271)
16. Kec. Sungai Raya (79271) dan
17. Kec. Sungai Raya Kepulauan (79271)

Kades se-Kecamatan Teriak, Siap Jadi Tuan Rumah


Utusan Rakyat, Teriak – Menyambut pelaksanaan HUT Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK serta Pameran Pembangunan HUT Pemda Bengkayang tahun 2019, para Kades dari 18 Desa yang ada, menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah.

“Harus siap,” demikian pernyataan para Kades yang hadir dalam rapat persiapan HUT HKG dan Pameran Pembangunan Pemda Bengkayang di Aula Kantor Camat Teriak, Selasa (16/10).

Kades Sekaruh, Sidik; Kades Tubajur, M. Ahin; Kades Puteng, Yohanes Ahin; pada kesempatan tersebut berpendapat, dengan adanya kegiatan akbar yang digelar di Kecamatan Teriak, diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada hal-hal lain bagi pembangunan didaerah ini. Menurut mereka, melalui kegiatan besar itu, secara langsung pemerintah akan melihat kondisi daerah sehingga dapat menjadi perhatian.

“Untuk mensukseskan penyelenggaraan ini, dimohon kesiapan seluruh stakeholder yang ada di Teriak,” tegas Plt. Camat Teriak, Bapak Busmet, SP., M.Si.

Mengenai kondisi dilapangan saat ini, sedikitnya ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian terkait sarana dan prasarana, diantaranya jalan, jembatan, sarana air bersih maupun fasilitas penunjang lainnya. Disamping itu, kesiapan warga Teriak turut menjadi hal yang perlu diperhatikan.

“Jika mereka mau, Sumber Karya siap menyediakan homestay bagi peserta, juga tempat perlombaan,” tawar Kades Sumber Karya, Matius, SH.

Sementara itu, Kepala SDN 04 Sekaruh, Ibu Debora, mengingatkan agar persiapan harus dilakukan secara matang agar nantinya tidak memberikan kesan negatif yang dibawa pulang para peserta dari Teriak.

“Semua pihak harus bekerjasama agar pelaksanaan nanti berjalan sukses,” pintanya.

Ngarape’ Sawa’ IV 2018, Kecamatan Teriak Targetkan Juara Umum


Rapat Persiapan sambut Ngarape’ Sawa IV 2018

UTUSAN RAKYAT, Teriak – Pagelaran Budaya Dayak Bakati’, Ngarape’ Sawa’ ke-IV tahun 2008, 27-31 Mei disambut dengan antusias oleh para masyarakat Kecamatan Teriak. Dimana, melalui para Kepala Desa (Kades), tahun ini mencanangkan diri agar dapat meraih predikat sebagai juara umum.

“Kalau bisa, tahun ini kita usahakan (Kecamatan) Teriak dapat meraih juara umum,” ungkap Kades Sebetung Menyala, Ubil, A.Md, saat Rapat Persiapan Ngarape’ Sawa’, Jumat (18/5) di Aula Kantor Camat. Target yang dicanangkan itupun mendapat sambutan positif dari seluruh peserta rapat.

Guna memuluskan langkah tersebut, Camat Teriak, Bapak Busmet, SP.,M.Si telah membagi peran kepada para Kades. Misalnya, untuk pendirian Dio’ Uma, diberikan kepercayaan kepada Kades Tanjung. Koordinator Usaha Dana, Kades Sebente. Koordinator Perlombaan, Kades Dharma Bhakti.

“Kita berharap kekurangan-kekurangan tahun sebelumnya (2017) dapat kita perbaiki tahun ini,” saran Bapak Busmet.

Perlu diketahui, pada penyelenggaraan sebelumnya, Kecamatan Teriak belum mampu berbuat banyak, khususnya dalam sesi perlombaan. Dimana sebagian tidak dapat diikuti karena berbagai faktor. Namun, satu yang menjadi kebanggaan adalah bangunan Dio’ Uma yang mendapat penilaian terbaik selama dua tahun sebelum ini.

“Kita kecolongan disesi perlombaan,” ujar Kades Dharma Bhakti, Bapak Yulius. Menurutnya, pada tahun lalu, koordinasi dengan panitia penyelenggara masih kurang sehingga banyak jenis perlombaan yang tak bisa diikuti.

Ketua KPU Bengkayang Apresiasi PPDP Teriak


Ketua KPU Bengkayang, Ir. Martinus Khiu berkesempatan hadir di Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Teriak, Selasa (20/3). Kehadirannya sekaligus untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada 40 Anggota Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) dari 18 Desa yang ada.

Ir. Martinus Khiu sangat mengapreasiasikan kinerja seluruh penyelenggara Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur diwilayah kerjanya, tetmasuk Teriak yang sudah bekerja keras dalam rangka mensukseskan Pemilu dimaksud.

Disamping itu, Anggota KPU dua periode ini turut memberikan informasi bagi anggota PPDP yang hadir untuk mempersiapkan diri atau menyampaikan kepada warga lain agar mempersiapkan diri sebagai anggota KPPS pada bulan Juni mendatang. Hal ini dimaksud agar penyelenggaraan Pemilu dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Ketua Tim PKK Teriak Serahkan Bibit


Ibu Monika

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Teriak, Ibu Monika Busmet, Jumat (16/3) menyerahkan dua jenis tanaman buah kepada Camat Teriak, Kepala Puskesmas dan Perwakilan Kepala Desa.

Penyerahan bibit Sawo dan Lengkeng tersebut dilakukan di Lingkungan Kantor Camat Teriak dan disaksikan sejumlah pegawai Kantor Camat serta Puskesmas sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung ditanam pada tempat yang sudah disediakan.

“Mudah-mudahan nanti berbuah dan dapat dinikmati bersama,” ujar Ibu Monika.

Disebutkannya bahwa bibit yang ditanam hari ini merupakan bibit yang diberikan oleh Tim PKK Kabupaten Bengkayang dengan harapan agar memberikan manfaat bagi kebutuhan buah-buahan anggota PKK serta keasrian lingkungan kantor.

Diketahui penyerahan bibit ini dilakukan usai diadakan senam bersama antara pegawai Kantor Camat, Puskesmas dan Kepala Desa yang rutin setiap bulan.

11 Desa di Kecamatan Teriak Gelar Pilkades


Pegawai dilingkungan Kecamatan Teriak pada Pekan Budaya Barape’ Sawa’ 2017

UTUSAN RAKYAT, Teriak – Dari jumlah total, 36 Desa yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Secara Langsung di Kabupaten Bengkayang tahun 2017 ini, 11 Desa diantaranya berasal dari Kecamatan Teriak.Penyelenggaraan Pilkades tersebut akan dilakukan secara serentak mengingat masa jabatan Kepala Desa yang berakhir hampir bersamaan, yakni dalam rentang waktu April-Juli. Adapun ke-11 Desa yang dimaksud, antara lain :

1. Desa Lulang

2. Teriak

3. Sebente

4. Benteng Keladan

5. Malo Jelayan

6. Sekaruh

7. Bana

8. Puteng

9. Tubajur

10. Tanjung 

11. Ampar Benteng

Dari keseluruhan Desa, rata-rata Bakal Calon yang mendaftarkan diri berkisar antara 3 sampai 5 Kandidat. Sementara, Desa Sekaruh menjadi yang pertama sebagai Desa yang telah menetapkan Balon menjadi Calon beserta nomor urut dan DPT. Berdasarkan informasi yang diperoleh, rencananya Pilkades tahun ini akan digelar serentak pada tanggal 20 Juli. (Krisantus).

Menikah di Desa Ini, Wajib Melampirkan Ijazah SMA


Inovasi dalam mengembangkan desa yang dipimpinnya layak dicontoh oleh para Kepala Desa di Indonesia. Dalam kasus ini, dijelaskan bahwa tujuan dari aturan desa yang dibuat tersebut adalah untuk mengajak masyarakat menjadi peduli terhadap dunia pendidikan.

#Baca Di Desa Ini, Warga yang Ingin Menikah Harus Melampirkan Minimal Ijazah SMA http://baca.co.id/5091976

Study Pembelajaran, Kades di Bengkayang Kunjungi Desa Dawan, Bali


Kades di Bengkayang kunjungi Desa Dawan, Bali

Sebanyak 101 peserta yang terdiri dari BPMPD Bengkayang, Camat, Kepala Desa dan Perangkat melakukan study Pembelajaran UU Nomor 06 Tentang Desa & Peningkatan kapasitas aparatur Pemdes di Desa Dawan Kaler,  Kec. Dawan,  Kab.  Klungkung,  Prov. Bali, 28 Nopember s.d 1 Desember 2016.

Kegiatan pembelajaran

“Kades Dawan  yg di kunjungi,  BUMDes nya luar biasa. Beliau membangun perekonomian dikala yang lain fokus ke infrastruktur. Perubahan Mindset pengentasan kemiskinan. Bermodal awal 2jt rupiah membangun lembaga simpan pinjam di periode pertama, “gagal” tapi tidak berhenti.  Di periode kedua perubahan luar biasa,  bahkan sudah punya perusahaan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan)  Beroksigen. Omzet saat ini sudah Milyaran rupiah. Luar Biasa,” Camat Sungai Betung, Ucok P. Hasugian, S.STP, M.Si.

Camat Sungai Betung, Pak Ucok, Camat Sanggau Ledo, Pak Ali. Camat Teriak, Pak Tulen.

​Camat Teriak Menyampaikan Materi Sosialisasi GRTT Lahan SUTT di Desa Setia Jaya



UTUSAN RAKYAT, Teriak – Camat Teriak, Bapak Tulen turut menyampaikan materi dalam rangka Sosialisasi penetapan nilai kompensasi Ganti Rugi Tanam Tumbuh (GRTT) pada lahan warga di Desa Setia Jaya dan Desa Lulang terkait pembangunan jaringan listrik, Kamis (22/9/2016) di SDN 08 Sentibak. 
Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi yang difasilitasi oleh pihak PLN/Pengelola SUTT tersebut antara lain Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Bengkayang, Anggota DPRD, Anggota Koramil & Polsek Teriak, Kades Setia Jaya & Lulang serta warga yang dilalui jalur listrik. 

Dalam kesempatan itu, Camat Teriak, Bapak Tulen menyampaikan beberapa hal kepada masyarakat yang ikut hadir dalam kegiatan sosialisasi. Namun pada intinya Camat Teriak mengajak warganya agar benar-benar siap sebelum dilakukan pembayaran Ganti Rugi Tanam Tumbuh (GRTT) oleh PLN. Artinya, sudah tidak ada masalah lagi atas lahan yang ada sebelum proses pembayaran. 

“Oleh sebab itu, jika masih ada masalah, sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu agar tidak ada masalah lagi kedepan,” kata Camat Teriak. Hal ini disampaikan agar proses pembangunan jaringan listrik dapat berjalan dengan lancar sehingga masyarakat lebih cepat menikmatinya. 

Anggota DPRD Bengkayang dari Fraksi Hanura, Bapak Petrus YA menyampaikan hal yang sama. Namun Bapak Petrus YA lebih menekan agar dalam menyelesaikan masalah, sebagai masyarakat adat harus mengedepankan etika sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tidak menginginkan timbul masalah yang dapat merugikan kedua belah pihak. Baik PLN maupun masyarakat pemilik lahan.

“Apabila sudah tidak ada masalah dari masyarakat, pihak PLN juga harus mengutamakan hak-hak mereka,” tegas Bapak Petrus YA. 

Terkait GRTT, Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Bengkayang, Bapak Agustinus menjelaskan bahwa penetapan nilai kompensasi sudah diatur sesuai dengan aturan dan termuat juga dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bengkayang. Untuk GRTT, sedikitnya ada tiga unsur yang menjadi acuan yang menjadi penilaian sehingga layak dibayarkan kepada setiap pemilik lahan. Yakni tanaman yang sudah produksi, tanaman sudah siap produksi serta tanaman baru. Sedangkan untuk tanaman palawija tidak termasuk yang diganti rugi. (*)