Harga Jengkol Tembus Rp.80 Ribu Per Kilogram


UTUSAN RAKYAT, Karawang – Harga panganan yang satu ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Jika sebelumnya hanya Rp.20 per Kg, saat ini telah mencapai angka Rp.80 ribu. Bukan disebabkan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar, tetapi ketersediaan barang yang langka.

Dikutip dari media merdeka.com, saat ini harga jengkol di pasar tradisional di Karawang, Jawa Barat terus meroket. Seperti di pasar tradisional Cikampek misalnya, harga jengkol kini menembus Rp 80.000 per kilogram (kg).

Salah satu pedagang sayuran, Nenti mengatakan kenaikan mulai dirasakan pada pertengahan bulan Juni lalu yang naik dua kali lipat, yaitu di kisaran Rp 50 ribu dari harga normal sebesar Rp 20 ribu per kilogramnya.

“Sekarang sudah Rp 80 ribu per kilo. Harga normalnya hanya Rp 20 ribu. Memang sangat mahal karena barangnya susah didapat. semakin langka,” kata Nenti salah satu pedagang di Pasar Cikampek, Minggu (15/7).

Menurutnya, meroketnya harga jengkol membuat penjualan berkurang setiap harinya. Biasanya dia dan pedagang lainnya bisa menjual puluhan kilogram. Namun saat ini perhari hanya menjual lima kilogram saja itupun sulit karena dianggap terlalu mahal dan tidak masuk akal ketika ditawarkan pada pembeli.

“Peminatnya banyak. Sekarang tidak ada yang berani beli karena mahal. Orang-orang kebanyakan cuma beli satu ons. Padahal Kalau pas murah selalu laris,” ujar Nenti.

Sejumlah pedagang mengaku, meroketnya harga jengkol terjadi karena pasokan jengkol dari tingkat petani sulit didapat. Seiring belum tibanya musim panen ditambah kemarau yang terjadi saat ini.

“Ya kalau di pasar biasa seperti ini, kalau barang lagi sulit pasti harga mahal. Sekarang dari petaninya juga susah belum musim,” tutur Neti.

Dikatakan Neti dan pedagang lain di pasar tradisional Cikampek, mahalnya harga jengkol bukan kali ini saja mengingat beberapa waktu lalu hal serupa pernah terjadi. Bahkan harga jengkol bisa mengalahkan harga daging sapi.

“Kalau dulu jarang orang yang suka jengkol. Tapi sekarang siapapun senang makan jengkol. Kalau dulu mungkin gengsi ya, tahunya jengkol itu enak,” tandasnya.

Sumber : merdeka.com

Jelang Imlek, Ratusan Lampion Mulai Terangi Pasar Sungai Duri


image

Pasar Sungai Duri, Bengkayang

UTUSAN RAKYAT, Sungai Duri – Jelang perayaan Imlek 2567, kondisi pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya mulai diterangi dengan hiasan ratusan lampion. Pemasangan Lampion tersebut dimulai dari Tugu Selamat Datang menuju Kantor Koramil Sungai Duri.
Continue reading

Harga Rp.470, Hasil Sawit Habis Diongkos dan Biaya Panen


UTUSAN RAKYAT, Lampung – Para petani kelapa sawit dari sejumlah desa di Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung mengeluhkan jatuhnya harga buah komoditas tersebut sehingga hasil panen habis untuk ongkos petik dan angkutan saja. Continue reading

El Nino || Bakal Kemarau Panjang, Pemerintah Belum Impor Pangan


UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Pemerintah menetapkan Indonesia belum akan mengimpor pangan untuk menghadapi dampak El Nino di Tanah Air.

“El Nino ini diprediksi tipe moderat. Jadi, kalau kita punya persiapan yang baik, ya, mudah-mudahan kita tidak perlu mengimpor,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla setelah membuka Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia di JCC Senayan, Kamis, 18 Juni 2015.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi iklim El Nino akan melanda Indonesia pada Continue reading

Alumni PNPM Turut Daftar PPK dan Panwas di Bengkayang


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Keputusan Pemerintah yang menghentikan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) per 31 Desember 2014 lalu secara nyata berdampak bagi pelaku PNPM. Sekurangnya 26 ribu orang kehilangan pekerjaan pada saat itu. Continue reading

*Desa Cipta Karya || Bengkayang Target Hasilkan 166.225 Ton Pangan


image

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd

UTUSAN RAKYAT, Sungai Betung – Pemda Bengkayang melalui Dinas Pertanian dan Penyuluhan punya target hasilkan 166.225 Ton pangan pada tahun 2015 guna mencapai swasembada pangan seperti yang dicanangkan Pemerintah pusat. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Penyuluhan Bengkayang, Ir. Yonathan Peno pada saat tanam padi bersama di Desa Cipta Karya, Kamis (28/5). Continue reading

RESMI, Kota Bengkayang Punya Dua SPBU


image

Bupati Bengkayang saat meresmikan SPBU 64.791.20

UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Masyarakat Kota Bengkayang maupun yang berkunjung, kini memiliki tiga pilihan tempat untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) setelah diresmikannya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 64.791.20, Kamis (21/5). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd.

SPBU 64.791.20 tersebut menambah daftar pilihan warga untuk mengisi BBM setelah satu SPBU lainnya di Jalan Sanggau Ledo dan SPBU tak resmi disepanjang jalan berupa kios. SPBU 64.791.20 berada di ruas jalan Pahlawan (arah Pontianak).

Email KRISANTUS : (1). rajaborneo@gmail.com (2). raja_borneo@yahoo.com