Anggota DPRD Propinsi Monitoring Bantuan Covid-19 Untuk Bengkayang


HUMPRO Bengkayang, Bengkayang – Anggota DPRD Propinsi Kalbar yang dipimpin Angeline Fremalco, SH sebagai Ketua Komisi I bersama enam lima anggota lain (dari 12 anggota) memonitoring langsung bantuan Pemprop untuk penanganan Covid-19 di Bengkayang. Sementara dari pihak Pemkab Bengkayang, Plh. Bupati, Obaja, SE.,M.Si bersama beberapa Kepala/Perwakilan OPD menyambut kehadiran tersebut di Ruang Rapat Plh. Bupati, Kamis (4/6).

Dikatakan Angeline, atas bantuan yang diberikan Pemprop tersebut, pihaknya meminta Pemkab Bengkayang dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Disamping itu, Tim Gugus Tugas Covid-19, khususnya Dinas Kesehatan diharapkan lebih proaktif melakukan pengecekan kesehatan masyarakat melalui Puskesmas-Puskesmas yang ada dan melaporkannya ke Dinkes Pemprop.

Lebih lanjut, terkait dengan kekosongan pegawai di dinas-dinas, Ia meminta Pemda Bengkayang untuk menyurati Gubernur terkait kekosongangan ini. Terkait dengan ADD, di 122 desa ada pemotongan anggaran terkait dengan penanganan Covid-19 apakah benar adanya pemotongan. Untuk persiapan pilkada, Bengkayang sudah siap dari segi anggaran.

Perlu diketahui, berdasarkan keterangan dari Dinas Kesehatan Bengkayang, sedikitnya ada 14 jenis bantuan yang diberikan Pemprop, yakni berupa Alat Rapid Test 340 buah, Sepatu Boot 9 pasang, APD Jas Hujan 47 pasang, Masker Medis 15.500 buah, Google Glass 14 pasang, HandScoon 15 kotak, Asmad 1670 buah, Hand Sanitizer 4 Ken ukuran Ken 5 liter, Vitamin C 30 kotak, Termometer 10 buah, Masker N95 690 buah, Visel 10 buah, TTM 40 buah, Masker Robot 40 buah.

Selain Angeline, lima anggota DPRD Propinsi turut memberikan masukan kepada Pemkab Bengkayang. Berikut rangkumannya :

1. Syarif Amin Mohammad (Fraksi Nasdem): Untuk Kadis Kesehatan harus selalu buat program terkait penanganan Covid-19. Apakah ada TKA yang keluar masuk di Kabupaten Bengkayang ?

2. Ishak Ali Al Muthahar ( Fraksi Gerindra) : Bagaimana antusias masyarakat tentang penanganan Covid-19  yaitu dengan memberikan bantuan. Yg menarik buat saya adalah dengan cara mengirim beras dengan menggunakan helikopter. 504 ton beras yg sudah disalurkan. 2 Dinas ini yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial yg pro aktif sekali dalam penanganan Covid-19 ini hingga saat ini untuk sementara baru 3 orang yg mengalami kasus positif. Pro aktif masyarakat dan dinas-dinas dalam menjaga Kab. Bengkayang dari Covid-19. Tentang perlindungan anak, masalah pencabulan dan pemerkosaan anak paling banyak di Kabupaten Bengkayang.

3. Muhammad Thohir (Fraksi PKB) : Melakukan pengecekan apakah benar ada bantuan dari Prov. Dan ingin melakukan pengawasan terhadap Kab. Bengkayang. Penanganan dr 122 desa tentang bantuan ini cukup salut dengan perjuangan untuk menyalurkan bantuan tersebut. Penambahan TKA tolong di pertimbangkan dan harus sesuai dengan SOP nya. Kondisi pada saat sekarang, tahapan2 sosial sudah berjalan dengan baik. Dengan new normal ini sosialisasikan dengan masyarakat, perkembangan yang berkaitan dengan kerjasama yg baik, kendala bantuan mungkin tidak semua terpenuhi namun yg menjadi masalah besar adalah saat pembagian beras jadi miskin baru tidak terdata tetapi miskin lama yg terdata. Penurunan penularan sudah cukup signifikan, terus berjuang menangani Covid-19 ini.

4. Muhammad (Fraksi PAN): Peran perusahaan, bagaimana bantuan mereka Dangan APD? Mahasiswa yg terjebak di luar Kalbar : ada mahasiswa di Jogja, yg tidak tgl di Asrama tidak dapat di bantuan. Warga yang kerja di luar tidak dapat bantuan sehingga orangtua terpaksa mencari pinjaman tuk memberikan uang kepada anaknya.

Menanggapi masukan dan informasi tersebut, Plh. Bupati menyampaikan bahwa dari sisi administrasi, besok Pemkab Bengkayang akan melaporkan keuangan ke Provinsi. Sedangkan anggaran untuk Pilkada sudah siap. Administrasi Pemda, SK yang untuk menugaskan Pegawai Negeri Kita sudah di serah ke KPU. Berkaitan dengan dukungan masalah Covid-19 ini, yang membuat kalut adalah kondisi di pasar terkait dengan orang-orang yang belanja. Untuk mahasiswa ada 2 jalur, ada jalur bantuan Pemda dan jalur mandiri. Untuk jalur mandiri tinggal di data dr orangtuanya. Bantuan oleh pihak perusahaan, ada perusahaan daerah, negara dan swasta ada bantuan materiil dan bantuan berupa uang. Data-data yg diminta Provinsi sudah kami serahkan terkait bantuan sosial ini.

Kadis Sosial : Berdasarkan data DTKS per Oktober 2019 : penerimaan bantuan.Adapun kendala yg dihadapi adalah : Kondisi geografis di Desa Sungkung I, II, III penyaluran menggunakan Helicopter. Terkait Kondisi pembiayaan anggaran: penyaluran bulan April pembiayaan bulan Juni 2020. Beras Bulog tiba tanggal 13 April 2020. Terkait dengan masalah perlindungan anak : ada sekitar 40 orang gila yang siap di pulang kan dan karna masalahnya di anggaran yang belum cair, jadi belum dipulangkan. Untuk tahun ini saja ada 12 kasus yang di tangani yaitu masalah pencabulan dan pemerkosaan. Selama pandemi ini ada 2 kasus yaitu : guru mencabuli muridnya dan anak SMP menghamili adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Kadis Perbatasan : Kab. Bengkayang memiliki 2 perbatasan wilayah Jagoi Babang dan Siding. Data warga kita yg pulang dr Malaysia melalui PLBN Aruk, Entikong dan Jagoi Babang selalu dilakukan pemeriksaan dan selalu di pantau trus. Ini lah langkah cara pencegahan yang di lakukan dan untuk sementara data yang di dapat ada sekitar 466 orang warga kita yg pulang dari Malaysia melalui jalur Perbatasan Jagoi Babang=113 orang, Perbatasan Aruk=276 orang, dan Perbatasan Entikong=79 orang.

Kadis Kesehatan : Ada 14 jenis bantuan dr Provinsi yg diterima : Rapid Test 340 buah, Sepatu Boot 9 pasang, APD Jas Hujan 47 pasang, Masker Medis 15.500 buah, Google Glass 14 pasang, HandScoon 15 kotak, Asmad 1670 buah, Hand Sanitizer 4 Ken ukuran Ken 5 liter, Vitamin C 30 kotak, Termometer 10 buah, Masker N95 690 buah, Visel 10 buah, TTM 40 buah, Masker Robot 40 buah. Berkaitan dg perkembangan, untuk saat ini sudah ada 3 kasus yg positif. Yg menjadi kendala kami di sini adalah hasil SWAPnya belum keluar seperti kasus Pak Asonius, sambil menunggu hasil SWAPnya keluar untuk sementara isolasi mandiri di rumah dgn ijin dri RS. Abdul Azis. Untuk klaster ke 3 ini, terkena ke tenaga medis di Kab. Bengkayang dan sekarang sedang di isolasi di RS. Abdul Azis.

Kadis UKM : Untuk Tenaga Asing ada 8 orang di PLTU di Bengkayang, untuk PLTU Kalbar 1 ada 55 orang dan akan mendatangkan tenaga asing baru untuk penambahan karyawan. Untuk sementara TKA baru belum bisa masuk terkait dengan kebijakan Covid-19 ini. (Yuka/Ruli/Humprofasin).

Bukit Bersejarah Bagi Pewaris Bangkule Rajakng


Ditulis oleh : YOHANES S. LAON

4 Bukit terpenting yang sangat bersejarah pada pertumbuhan dan peradaban kaum pada masanya, khususnya bagi pewaris Bangkule Rajakng di Kalbar:
1. Bukit Bawakng
2. Bukit Panokng/Jamur
3. Bukit Tiong Kandang
4. Bukit Talaga

Pada 4 bukit inilah, abad ke-IX M telah ada pusat pemukiman penduduk awal (first nations) yg menurut ilmu sejarah disebut Ras Weddoide, sebuah ras manusia yg sudah punah karena berasimilasi dgn kelompok suku Bunun, Ras Austronesia (imigran dari Kepulauan Formosa/Taiwan) yg membawa budaya kayau/berburu kepala (head hunting), dan berbagai peralatan dari besi….ciri Ras Weddoide yg masih tampak hari ini pada orang-orang di 4 bukit ini adalah:
1. Menggunakan sunggi’ (pelapis gigi dri emas)
2. Makan sirih
3. Makan Jaruk (daging yg difermentasi/dibusukan)
4. Pondok di hutan (Bagan/Dango)
5. Bahasa…bahasa Bakati’, induk dri berbagai bahasa sprti bangahe, bajare, badamea, banyadu, baaye’, baope, dll

O2SN FLSN & GSI Ajang Tingkatkan Kreativitas, Pengembangan Bakat Siswa


HUMPRO Bengkayang, Bengkayang – Tahun ini kembali digelar kegiatan O2SN FLSN dan GSI di Kabupaten Bengkayang. Agenda rutin tahunan ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai ajang untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan dan serta pengembangan bakat para siswa se-Kabupaten Bengkayang.

“Baik dibidang olahraga, seni maupun pengembangan sikap kompetitif siswa,” jelas Ketua Panitia yang diwakili Sekretaris Disdikbud, Gustian Andiwinata, M.Pd, Sabtu (13/4) di SMPN 1 Bengkayang. Adapun kegiatan-kegiatan yang diperlombakan pada ajang tersebut diantaranya sepak bola, karate, pencak silat, serta olimpiade sains.

Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan bonus bagi para atlet yang berprestasi diajamg Porprop beberapa waktu lalu oleh Ketua KONI Bengkayang, Ir. Martinus Khiu. Sementara itu, Bupati berharap agar para atlet untuk mengukir prestasi dan berusaha menjadi yang terbaik.

Penulis : Robertus/Rival/Humas & Protokol Setdakab Bky.

Pemda Bengkayang dan Kejari Tandatangani MoU Bidang Hukum & HAM


HUMPRO Bengkayang, Bengkayang – Pemda Bengkayang dan Kejari Tandatangani MoU Bidang Hukum & HAM, Selasa, (16/4) di Aula II Lt. V Kantor Bupati Bengkayang. Menurut Kajari Bengkayang, Martinus Hasibuan, SH. Penandatanganan masalah Hukum dan Tata Usaha Negara bukanlah untuk pertama kalinya, tetapi memperbaharui kesepakatan yang lama.

Kesepakatan ini sesuai dengan Undang Undang no 16 tahun 2004 Tentang kejaksaan, Wewenang Kejaksaan masalah Hukum dan Tata Usaha Negara dalam menyelamatkan memulihkan kekayaan Negara dan Menegakkan kewibawaan Pemerintah dan Negara berdasarkan Peraturan Perundang Undangan dan Kebijaksanaan yang di tetapkan Kejaksaan Agung Indonesia.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M,Pd mengapresiasikan kerjasama ini.

Pembaharuan Nota Kesepahaman Hukum dalam penanganan penyelesaian bidang Hukum & HAM diharapkan mampu membantu Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk memperoleh dukungan dari Kejaksaan Negeri Bengkayang berupa bantuan Hukum, pelayanan Hukum dan tindakan Hukum lainnya apabila konflik dengan Hukum khususnya dalam bidang Perdatan dan Tata Usahaan Negara.

“Jadi nanti apabila terjadi konflik Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara dapat diselesaikan dengan maksimal sesuai dengan Undang Undang yang berlaku,” pungkasnya.

Penulis : Ruli Andrianus/Humas & Protokol Setdakab Bky.

Empat Hal Utama Jadi Fokus Perhatian di Tiga Kecamatan


UTUSAN RAKYAT, Sungai Raya – Bupati Bengkayang, Bapak Suryadman Gidot, M.Pd memaparkan empat hal utama yang menjadi fokus perhatian dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Kecamatan Sungai Raya, Capkala dan Sungai Raya Kepulauan. Keempat hal tersebut, yakni masih kurangnya akses terhadap infrastruktur dasar, lemahnya pengembangan sektor ekonomi berdasarkan potensi ekonomi kewilayahan, kurangnya penataan wilayah serta pelestarian lingkungan, rendahnya kualitas SDM dan tingginya persentase kemiskinan.

Berdasarkan data yang tersedia ditahun 2017, 5 desa di Kecamatan Sungai Raya, 4 diantaranya berstatus tertinggal dan 1 masuk kategori maju. Sedangkan di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, 4 berstatus tertinggal dan 1 berkembang. Sementara untuk Kecamatan Capkala, dari 6 Desa, 4 masuk kategori sangat tertinggal, 2 desa tertinggal.

“Dari data ini, Saya mengapresiasikan bagi desa-desa yang telah mampu keluar dari zona tertinggal menjadi berkembang dan maju,” ungkap Bupati saat membuka kegiatan Musrenbag Tingkat Kecamatan, Rabu (27/2/2019) di Aula Kantor Camat Sungai Raya. Prestasi ini harusnya diikugi oleh desa lain untuk mencapai kemajuan dan kemandirian berdasarkan potensi yang dimiliki.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan, secara kewilayahan, kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang memiliki potensi yang sangat tinggi dan bervariatif diberbagai sektor. Jika melihat tren PDRB Bengkayang yang selalu mengalami kenaikan tiap tahunnya, sebagian besar didominasi sektor pertanian, perkebunan dan perkebunan. Namun pertumbuhan tersebut belum diikuti oleh pertumbuhan yang signifikan disektor sekunder yang lebih mengarah pada pemanfaatan dan pengolahan dari suatu komoditas sehingga jadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Sedangkan untuk faktor penataan wilayah dan pelestarian fungsi lingkungan, indikator yang digunakan berkaitan dengan kondisi pemukiman kumuh dibeberapa wilayah kecamatan yang masih perlu dibenahi. Sementara, terkaii dengan kemiskinan, dari data yang ada, untuk kecamatan Sungai Raya masih terdapat 1.266 Rumah Tangga (RT) dengan kondisi kesejahteraan terendah di Indonesia. Sedangkan untuk Kecamatan Capkala 983 RT dan 1.525 RT di Sungai Raya Kepulauan.

Berdasarkan pemaparan diatas, Bupati menyebutkan Pemkab Bengkayang telah melakukan berbagai upaya meski dengan keterbatasan dana yang dimiliki. Seperti penguatan data dan perencanaan sebagai salah satu upaya mempersiapkan instrumen dasar yang dijadikan persyaratan pengajuan usulan kegiatan kepada pemerintah provinsi dan pusat.

“Salah satu hasilnya, tahun 2019 ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), akan ada pembangunan Puskesmas Rawat Inap di Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan,” sebut Bupati.

Upaya selanjutnya, menangkap peluang pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah pusat dan provinsi melalui komunikasi dan koordinasi yang intens. Salah satu yang diperjuangkan sejak beberapa tahun lalu adalah pengusulan penanganan kawasan kumuh diwilayah pesisir.

Pemerintah juga terus berupaya menguatkan peran-peran kelembagaan ekonomi kemasyarakatan seperti Koperasi, UMKM serta BUMDes agar terus berperan aktif dalam mengelola potensi-potensi yang ada.

Berkaitan dengan rendahnya kualitas SDM dan tingginya persentase kemiskinan, pemerintah telah berupaya dengan melakukan pemerataan dibidang pendidikan maupun memberikan Beasiswa Utusan Daerah bagi pelajar.

“Secara keseluruhan ada 1.008 orang yang sudah dikirim Pemda untuk menuntut ilmu di Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Sumber : Humas Setdakab Bengkayang

Selamat Jalan (Bapak) Max Yusuf Alkadrie


Sepenggal kenangan dari kerabat yang pernah mengenal Almarhum.

MUHLIS SUHAERI

Selamat Jalan Bang Max Yusuf Alkadrie

Hari ini, ada banyak cerita duka. Ada salah satu pendiri AJI, Ging Ginanjar meninggal. Kabar terbaru, rekan, sahabat, abang: Max Yusuf Alkarie, meninggal dunia di Rumah Sakit Otak Nasional, Jakarta, pukul 11.25 WIB.

Saya biasa memanggilnya, Bang Max. Ia selalu menyebut saya, Adinde. Ia lahir 11 Januari 1949.

Bang Max dekat dengan banyak anak muda. Ia selalu mendukung kegiatan anak muda. Siapa pun itu. Tanpa memandang status sosial, etnis dan agama, anak muda itu.

Ia tipikal orang yang terbuka pada keberagaman.

Saya mengenal Bang Max, saat pindah ke Pontianak, 2005. Sebelumnya, saya tinggal, kuliah dan bekerja di Jakarta. Dia kebetulan satu organsasi dengan mertua saya, Basrin Nur Bustan di GMNI. Mertua saya, hingga akhir hayatnya, anggota PNI, dan selalu berapi-api saat bicara mengenai Sukarno. Marhaenis tulen.

Pertemuan dengan Bang Max, saat ia datang ke tempat kerja saya di sebuah media lokal di Pontianak, pada sebuah malam. Pembicaraan yang awalnya biasa, menjadi semakin seru dan akrab, saat dia bertanya tentang pandangan saya tentang beragam hal. Mulai dari profesi, media atau situasi terkini di Kalbar. Apalagi saat ia tahu, saya menantu Pak Basrin, seniornya di GMNI.

Dari Bang Max, saya jadi lebih banyak tahu, siapa itu Sultan Hamid II (1913-1978). Ia Sekretaris Pribadi Sultan Hamid II. Bang Max selalu bercerita tentang Sultan Hamid II, dan perannya dalam sejarah Kalbar dan Indonesia. Cara dia bercerita selalu bersemangat. Padahal, dalam keseharian, ia selalu kalem dan santun, saat berbicara.

Ia juga mengirim buku tentang Sultan Hamid II. Ada 4 judul buku tentang Sultan Hamid II, dikirim ke rumah.

Melalui Yayasan Sultan Hamid II yang didirikannya, dia terus berupaya, agar sejarah ‘yang telah dibelokkan’ mengenai peran Sultan Hamid II, mulai terbuka. Seperti ditulis dalam sejarah, Sultan Hamid II, diangkat sebagai Menteri Negara Zonder Porto Folio. Ia diberi tugas merancang lambang negara, dasarnya, Kepres RIS/2/1949.

Namun, Sultan Hamid II dipenjara selama 10 tahun, karena dianggap mendukung pemberontakan APRA II, Raymond Westerling, Januari 1959. Pengadilan itu tidak pernah bisa membuktikan, keterlibatan Sultan Hamid II dalam peristiwa APRA.

Tapi, sejarah terlanjur lancung. Nama Sultan Hamid II, terlanjur gelap dalam sejarah bangsa. Dan, Bang Max melalui yayasannya, sedikit demi sedikit membuka takbir itu. Sisi gelap sejarah mulai terbuka, dengan pembahasan akademik melalui seminar.

Dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengakuan Sultan Hamid II, sebagai perancang Lambang Negara Pancasila sudah dikirim ke pemerintah.

“Pemerintah semestinya mengangkat Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional. Sama seperti yang sudah dilakukan kepada Wage Rudolf Supratman, sang pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia,” kata Bang Max, suatu saat, ketika bertemu dengan saya.

Saya mengamini perkataannya.

Pada 26 Agustus 2016, Mendikbud Muhajir Effendi dengan Surat Keputusan (SK) Nomor 204 Tahun 2016, menyetujui rancangan sketsa asli atau rancangan final, Elang Rajawali Garuda Pancasila, lambang negara yang sudah disposisi Presiden Sukarno, ditetapkan sebagai Cagar Budaya Tingkat Nasional.

Artinya, pengakuan untuk Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional, tinggal selangkah lagi. Namun, engkau tidak bisa menyaksikan jalan panjang dan rintisan yang sudah kau mulai tersebut.

Kini, beristirahatlah dengan tenang, Bang. Semoga, apa yang sudah engkau rintis tersebut, menemukan jalan pengakuan…

Cc Max Jusuf Alkadrie, Ratu Rizki Alkadrie, Anshari Dimyati.

2. BAMBANG BIDER

Sungguh terkejut saya membaca status beberapa teman hari ini.

Betapa tidak salah seorang tua dan tokoh kita di Kalbar telah menghadap haribaan Tuhan Yang Maha Esa. Beliau Max Yusuf Alkadrie. Salah seorang pelaku sejarah penting dan teman diskusi yang berpandangan terbuka.

Saya memanggilnya Om Max Jusuf Alkadrie dan almarhum memanggil saya Ananda. Tanggal, 16 Januari 2019 lalu almarhum sendiri masih memberi informasi terkait kondisinya melalui inbox akun FB saya.

Almarhum Om Max Jusuf Alkadrie ketika itu tahun 2004 adalah seorang Demokrat.

Bahkan beliau yang mendampingi Pak SBY ketika menerima gelar Dato Widya Negara dari kerabat Istana Kadriyah Pontianak Kalimantan Barat tahun 2004.

Pesan almarhum, jika AHY berkunjung ke Kalbar, almarhum berharap AHY dapat pula mengunjungi Istana Kadriyah.

Hanya doa tulus yang dapat saya dan keluarga panjatkan, kiranya Tuhan memberikan tempat terbaik untuk almarhum.

Selamat jalan Om Max Jusuf Alkadrie..

IRFAN RAMLI

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun,
Satu lagi senior, guru dan sahabat kita berpulang ke Rahmatullah. Selamat Jalan Pak Max Jusuf Alkadrie.

MUHAMMAD MERZA BERLIANDY

innalillahi wa innalillahi rojiun,

Selamat jalan om Max Jusuf Alkadrie, Max Jusuf ( Dewan Pembina DPP PFKPM )

semoga amal ibadah almarhum di terima Allah Swt, dan di tempatkan sebaik baik di sisi Nya,
dan keluarga yg di tinggalkan di beri ketabahan.
amin

Allahummagfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa ‘fu’anhu wakrim nuzulahu wa wasi’ madkholahu wagsilhu bilma’i watsalju wal bardi wa naqqihi minadzunubi walkhotoyaya kama yunaqqi atssaubulabyadhu binaddanasi wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wahlan khoyron min ahliho, wa zaujan khoyron min zaujihi waqihi fitnatalqobri wa ‘adzabi nnar.

SANGGAR KIJANG BERANTAI

Innaillah Wa Innailaihi Raji’un.
Telah berpulang ke rahmatullah Kakek sekaligus Guru/Penasehat kami tercinta atok “Max Yusuf Alkadrie” Max Jusuf —

hari ini, Senin-21 Januari 2019 sekitar jam 11.00wib siang di Jakarta.

Mohon doa, keikhlasan, dan ampunan untuk Atok kamib🙏🏼😢

cc: Yeti Alkadrie

MAROTE ISMAIL

Nama Om Max tidak begitu asing bagiku. Bahkan sebelum bergabung dengan Pontianak Post di awal 2003 dulu. Namun aku baru benar-benar bertemu muka dengan Beliau sekitar pertengahan 2006. Saat itu, sedang berlangsung Musyawarah Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Kapuas Palace Pontianak. Aku yang kala itu sedang melakukan kegiatan peliputan, tidak menyadari kehadiran Beliau di arena musyawarah tersebut. Hingga akhirnya salah seorang redakturku yang juga pengurus PPP Kalbar, Oka Holdi Bulhasan, mendatangi seorang lelaki parohbaya berkepala pelontos dan berkaca mata di sekitar lobi hotel. Dia begitu menghormati lelaki berpenampilan sederhana tersebut. Tak hanya menyapanya, dia juga menyalami serta mencium tangan lelaki yang didatanginya itu. Kudekati redakturku tersebut, kemudian bertanya kepadanya dengan nada berbisik.
“Siape Beliau Pakji?” tanyaku.
“Om Max, tak kenalkeh kau?” tanya dia kembali.
“Alamak, tak tau saye, mane saye pernah ketemu dengan Beliau Pakji,” belaku.
Sejurus kemudian, aku pun mendatangi lelaki dimaksud. Kusalami dan kucium tangannya, sebagaimana yang dilakukan redakturku.
“Siape ni Di?” tanya dia kepada redakturku.
“Ote Om, wartawan kite, kebetolan die ni wartawan politik,” jelas dia kepada lelaki tua tersebut. Sementara aku hanya tersenyum sambil sedikit menundukkan kepala kepada lelaki yang kemudian kukenal sebagai Om Max tersebut.
“Minta nomor kau te,” ucap Om Max kepadaku.
“Siap Om,” ujarku sambil menyebutkan nomor narahubungku ketika itu. Dia kemudian melakukan panggilan terputus ke nomorku.
“Itu nomor saye ye, kau simpan,” ucap dia kemudian.
“Siap Om,” kataku lagi.
Selepas pertemuan tersebut, aku menjadi lebih sering berkomunikasi dengan Beliau. Beliau kerap memberikan informasi yang bisa kugarap untuk dijadikan berita. Atau mengkritisi beberapa penulisanku, terutama menyangkut hal-hal mengenai cerita dalam lingkup Kesultanan Kadriah Pontianak. Maklum, Beliau juga merupakan bagian dari Keluarga Besar Kesultanan Pontianak, bergelar Pangeran Jaya. Bahkan, Beliau merupakan sekretaris pribadi Sultan Hamid II.
Satu cita-cita Beliau yang sampai hari ini belum berhasil terwujud. Yakni menjadikan Sultan Hamid II diakui sebagai pahlawan nasional oleh negara. Cita-cita yang dibawa Beliau hingga akhir hayatnya. Hingga Allah SWT memanggilnya siang ini, menghadap-Nya. Lelaki enerjik tersebut pergi memenuhi panggilan-Nya.
Semoga cita-cita itu tak ikut terkubur bersama Beliau. Selamat jalan Om Max Jusuf Alkadrie. Selamat jalan…

Untuk Om Max Jusuf Alkadrie yang wafat di Jakarta siang ini, 21 Januari 2019, Alfatehah…

Kriteria Kelulusan CPNS Ditentukan Melalui Perangkingan


UTUSAN RAKYAT, Bogor – Kabar gembira bagi peserta seleksi CPNS yang tidak memenuhi kriteria kelulusan pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) beberapa waktu lalu. Pemerintah secara resmi mengeluarkan aturan terkait kelulusan SKD CPNS 2018. Aturan tersebut tertuang dalam Permen PANRB No 61 Tahun 2018 yang mana dalam aturan itu pemerintah memutuskan menggunakan sistem perangkingan untuk bisa mengikuti tahapan selanjutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Namun teknis pengumumannya akan ditentukan oleh Badan Kepegawaian Negara,” tegas Men PANRB, Syafruddin, Rabu (21/11) di Istana Bogor.

Dalam PermenPANRB ini di pasal 2 disebutkan peserta SKB terdiri atas peserta SKD yang memenuhi passing grade dan peserta SKD yang tidak memenuhi passing grade namun memiiliki peringkat terbaik dari angka kumulatif SKD sesuai yang diatur dalam peraturan menteri.

Penjelasannya, peserta SKD yang tidak lolos passing grade tapi bisa ikut SKB yakni dengan ketentuan:

– Nilai kumulatif SKD formasi umum paling rendah 255.

– Nilai kumulatif SKD formasi umum untuk jabatan dokter spesialis dan instruktur penerbang paling rendah 255.

– Nilai kumulatif SKD formasi umum untuk petugas ukur, rescuer, anak buah kapal, pengamat gunung api, penjaga mercu suar, pelatih/pawang hewan dan penjaga tahanan paling rendah 255.

– Nilai kumulatif SKD formasi putra putri lulusan terbaik (cumlaude) dan diaspora paling rendah 255.

– Nilai kumulatif SKD formasi penyandang disabilitas paling rendah 220.

– Nilai kumulatif SKD formasi putra/putri Papua dan Papua Barat paling rendah 220.

– Nilai kumulatif SKD formasi tenaga guru dan tegana medis/paramedis dari eks tenaga honoer K-II paling rendah 220.

Namun, ketentuan itu diberlakukan dengan dua ketentuan. Pertama, jika tidak ada peserta yang lolos passing grade pada formasi yang dibutuhkan. Kedua, belum terpenuhinya jumlah peserta SKD yang lolos passing grade sesuai Permenpan RB No 37 Tahun 2018.

Aturan baru ini dikelurkan untuk merespons minimnya peserta SKD yang lolos passing grade CPNS 2018.

Minimnya peserta lolos passing grade CPNS 2018 membuat banyak formasi CPNS 2018 terancam kosong. Selain itu, minimnya tingkat kelulusan SKD juga membuat ketentuan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang mensyaratkan peserta SKB sebanyak 3 kali jumlah formasi tak terpenuhi.

Sumber :

  • tribunnews.com
  • Internet

Porprov XII : Lima Cabor, Tempatkan Bengkayang di Peringkat Enam


UTUSAN RAKYAT, Pontianak – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar ke-XII 2018 hingga hari ini, Rabu (21/11) masih berlangsung. Kota Pontianak masih memimpin peraih medali.

Sementara, Kontingen Bengkayang hingga pukul 11.30 WIB berhasil melampaui pencapaian medali pada Porprov XI, empat tahun silam dengan 15 Medali emas.

“Total sudah 15 Medali emas yang berhasil diraih para Atlet,” ungkap Koordinator Tim, Sutrisno, M.Pd dikonfirmasi melalui media, Rabu (21/11) di Pontianak.

Perolehan 15 Medali emas tersebut berasal dari lima Cabang Olahraga (Cabor), yakni Atletik (7), Aeromodeling (4), Billiar (2), Selam (1) dan Wushu (1). Raihan ini sementara telah melampaui perolehan 13 Medali emas pada ajang yang sama 2014 silam. Cabor Atletik, Aeromodeling, Selam masih jadi penyumbang tetap. (Krisantus).

Porprov 2018 : Tim Futsal Putri Bengkayang, Lolos Semifinal


UTUSAN RAKYAT, Pontianak – Tim Futsal Putri yang mewakili Kabupaten Bengkayang diajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 berhasil memasuki babak semifinal. Hasil ini tak lepas dari hasil pertandingan terakhir antara Tim Futsal Ketapang vs Melawi yang berakhir dengan skor sama kuat, 2-2.

Tim Futsal Bengkayang yang berada di grup B bersama Ketapang dan Melawi lolos sebagai runner up setelah pada pertandingan perdana, Sabtu (10/11) meraih kemenangan dengan skor 4-2 versus Melawi. Sedangkan pada pertandingan kedua, kalah dengan skor 2-0 versus Ketapang. Dengan demikian, Ketapang berhasil memuncaki grup B dengan poin 4, Bengkayang 3 dan Melawi 1.

“Selanjutnya pada babak Semifinal, Tim Bengkayang akan menghadapi Kota Pontianak,” ungkap Pelatih Tehnik, Decolas, Senin (12/11).

Sementara itu, Pelatih Tim Futsal Putri Bengkayang, Benediktus Iwan, S.Pd menyebutkan tim yang dipimpinnya siap menghadapi Tim manapun untuk meraih hasil yang maksimal, termasuk Kota Pontianak.

“Target awal kita adalah perunggu. Sekarang ada peluang untuk dapatkan hasil yang lebih maksimal (perak atau emas),” jelasnya.

Pertandingan babak semifinal sendiri akan dilangsungkan pada hari Kamis, 14/11) di GOR Pangsuma Pontianak. Doa dan dukungan dari masyarakat Bengkayang akan membantu Tim ini mengukir prestasi.

“Nanti, untuk menghadapi Tim Kota Pontianak, kita akan berbenah dan tentunya strategi kita akan berbeda dari dua pertandingan sebelumnya,” tambah Manejer Tim, Jonedhi. Perlu strategi berbeda, menurut pria yang akrab disapa itu karena pihaknya menilai Kota Pontianak adalah tim yang kuat dan terlebih dahulu mengenal olahraga futsal.

“Pokoknya tim ini akan all out untuk mencapai target yang lebih tinggi guna mengharumkan nama daerah,” tutup pria yang juga terdaftar sebagai Caleg Nomor urut 9 Partai Demokrat Dapil Bengkayang 2.

Bekas Pembalut Direbus, Lalu Diminum : Fly


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang- Fenomena baru dikalangan anak-anak muda baru-baru ini diungkapkan oleh BNN Jawa Tengah terkait penggunaan air rebusan bekas pembalut wanita sebagai alternatif untuk mendapatkan efek seperti mengkonsumsi Narkoba.

“Minum air pembalut menjadi salah satu alternatif remaja untuk mendapatkan efek seperti konsumsi Narkoba,” ungkap Kabid Pemberantasan BNN Jawa Tengah, AKBP Suprinarto.

Selain ditemukan di Jawa Tengah, fenomena ini juga, Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari menyebutkan mabuk dengan cara ini juga ditemukan dibeberapa daerah termasuk Jakarta dan Jawa Barat.

“Tidak hanya di Jawa Tengah, tapi di Jawa Barat dan sekitar Jakarta juga,” kata Arman di Kantor BNN, Cawang, Kamis (8/11).

Lebih lanjut, Arman memaparkan apabila pada saat ini BNN tengah mendalami berbagai aspek, termasuk kandungan zat didalamnya dan hukum penggunaannya. BNN juga masih meneliti dampak penggunaan air rebusan pembalut untuk teler.

Sumber :

CNN Indonesia

Tribun Kaltim

Jawapos