KOLEKSI FOTO NGARAPE’ SAWA’ IV, 27-31 MEI 2018


Foto bersama Bpk. Suryadman Gidot

Staf Kantor Camat di Kediaman Bu Rosnawati

Persiapan sebelum pawai

Usai pawai, pembukaan

Uki, Evi, Yuliana, pembukaan

Pidelis dan Thomas Meidyo

Bersama Bacaleg Demokrat Sambas, David Ahoi (putih)

Kontingen memasuki gerbang, pawai

Depan Koramil Bengkayang

Kontingen Teriak memasuki pasar belakang

Lapangan Sepakbola BRC

Advertisements

Ngarape’ Sawa’ IV 2018, Kecamatan Teriak Targetkan Juara Umum


Rapat Persiapan sambut Ngarape’ Sawa IV 2018

UTUSAN RAKYAT, Teriak – Pagelaran Budaya Dayak Bakati’, Ngarape’ Sawa’ ke-IV tahun 2008, 27-31 Mei disambut dengan antusias oleh para masyarakat Kecamatan Teriak. Dimana, melalui para Kepala Desa (Kades), tahun ini mencanangkan diri agar dapat meraih predikat sebagai juara umum.

“Kalau bisa, tahun ini kita usahakan (Kecamatan) Teriak dapat meraih juara umum,” ungkap Kades Sebetung Menyala, Ubil, A.Md, saat Rapat Persiapan Ngarape’ Sawa’, Jumat (18/5) di Aula Kantor Camat. Target yang dicanangkan itupun mendapat sambutan positif dari seluruh peserta rapat.

Guna memuluskan langkah tersebut, Camat Teriak, Bapak Busmet, SP.,M.Si telah membagi peran kepada para Kades. Misalnya, untuk pendirian Dio’ Uma, diberikan kepercayaan kepada Kades Tanjung. Koordinator Usaha Dana, Kades Sebente. Koordinator Perlombaan, Kades Dharma Bhakti.

“Kita berharap kekurangan-kekurangan tahun sebelumnya (2017) dapat kita perbaiki tahun ini,” saran Bapak Busmet.

Perlu diketahui, pada penyelenggaraan sebelumnya, Kecamatan Teriak belum mampu berbuat banyak, khususnya dalam sesi perlombaan. Dimana sebagian tidak dapat diikuti karena berbagai faktor. Namun, satu yang menjadi kebanggaan adalah bangunan Dio’ Uma yang mendapat penilaian terbaik selama dua tahun sebelum ini.

“Kita kecolongan disesi perlombaan,” ujar Kades Dharma Bhakti, Bapak Yulius. Menurutnya, pada tahun lalu, koordinasi dengan panitia penyelenggara masih kurang sehingga banyak jenis perlombaan yang tak bisa diikuti.

Daftar Pemilih Kalbar Pada Pilkada Gubernur 2018


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang- Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 tersisa kurang dari dua bulan lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar sebagai penyelenggara telah menuntaskan berbagai tahapan, termasuk diantaranya yang paling urgen adalah Daftar Pemilih.

Dari release yang telah dipublikasikan KPU, Kota Pontianak memiliki pemilik terbanyak dengan total 424.173 pemilih, diikuti kabupaten Sambas 406.875 dan Kubu Raya 397.925 pemilih. Sedangkan paling sedikit terdapat di Kabupaten Kayong Utara, 75.825 pemilih.

Adapun total jumlah pemilih dari 14 Kabupaten/Kota adalah 3.436.127 pemilih. Namun jumlah tersebut masih bisa berubah hingga batas waktu terakhir yang telah ditentukan KPU terhadap para pemilih yang hingga penetapan DPT belum terdata.

Ketua Tim PKK Teriak Serahkan Bibit


Ibu Monika

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Teriak, Ibu Monika Busmet, Jumat (16/3) menyerahkan dua jenis tanaman buah kepada Camat Teriak, Kepala Puskesmas dan Perwakilan Kepala Desa.

Penyerahan bibit Sawo dan Lengkeng tersebut dilakukan di Lingkungan Kantor Camat Teriak dan disaksikan sejumlah pegawai Kantor Camat serta Puskesmas sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung ditanam pada tempat yang sudah disediakan.

“Mudah-mudahan nanti berbuah dan dapat dinikmati bersama,” ujar Ibu Monika.

Disebutkannya bahwa bibit yang ditanam hari ini merupakan bibit yang diberikan oleh Tim PKK Kabupaten Bengkayang dengan harapan agar memberikan manfaat bagi kebutuhan buah-buahan anggota PKK serta keasrian lingkungan kantor.

Diketahui penyerahan bibit ini dilakukan usai diadakan senam bersama antara pegawai Kantor Camat, Puskesmas dan Kepala Desa yang rutin setiap bulan.

Daftar Nama Pasangan Calon Kepala Daerah Pendaftar Pilkada Serentak 2018 di 17 Provinsi*



*1. Sumatra Utara*
Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah
Golkar, Hanura, PKS, Nasdem, Gerindra, PAN


Jopinus Ramli Saragih-Ance Selian

Demokrat, PKB, PKPI
Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus
PDIP, PPP


*2. Riau*


Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno

PDIP, Golkar, Hanura


Firdaus-Rusli Effendi

Demokrat, PPP


Lukman Edy-Hardianto

PKB, Gerindra


Syamsuar-Edy Nasution

PAN, PKS, Nasdem


*3. Sumatra Selatan*


Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramanda Kiemas

PDIP, Golkar, PKB


Ishak Mekki-Yudha Pratom

Demokrat, PPP, PBB


Herman Deru-Mawardi Yahya

Nasdem, Hanura, PAN


Aswari Riva’i-Muhammad Irwansyah

Gerindra, PKS


*4. Lampung*


Herman Hasanusi-Sutono

PDIP


Ridho Ficardo-Bachtiar Basri

Demokrat, Gerindra, PPP


Mustafa-Ahmad Jajuli

Nasdem, PKS, Hanura


Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim

Golkar, PKB, PAN


*5. Jawa Barat*


Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan

PDIP


Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi

Golkar, Demokrat, PAN


Sudrajat-Ahmad Syaikhu

Gerindra, PKS


Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum

PPP, PKB, Nasdem, Hanura


*6. Jawa Tengah*


Ganjar Pranowo-Taj Yasin

PDIP, Golkar, Demokrat, PPP, Nasdem


Sudirman Said-Ida Fauziyah

PKB, Gerindra, PKS, PAN


*7. Jawa Timur*


Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno

PKB, PDIP, PKS, Gerindra


Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak

Demokrat, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura, PAN


*8. Kalimantan Barat*


Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot

PDIP, Demokrat, PKPI


Milton Crosby-Boyman Harun

Gerindra, PAN


Sutarmidji-Ria Norsan

Golkar, Nasdem,PKS, Hanura, PKB


Kartius-Pensong

Independen


*9. Kalimantan Timur*


Andi Sofyan Hasdam-Nursyirwan Ismail

Golkar, Nasdem


Rusmadi-Safaruddin

PDIP, Hanura


Syaharie Ja’ang-Awang Ferdian Hidayat

Demokrat, PPP, PKB


Isran Noor-Hadi Mulyadi

Gerindra, PKS, PAN


*10. Bali*


I Wayan Koster-Tjok Oka Artha Sukawati

PDIP, Hanura, PAN, PKPI, PPP, PKB


Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta

Golkar, Demokrat, Gerindra, Nasdem, PKS


*11. Nusa Tenggara Barat*


Suhaili Fadil Thohir-Muhammad Amin

Golkar, PKB, Nasdem


Zulkiflimansyah-Siti Rohmi Djalilah

Demokrat, PKS


Ahyar Abduh-Mori Hanafi

PDIP, Gerindra, PPP, PBB, PAN


Mochamad Ali-Lalu Gede Muhammad Ali

Independen


*12. Nusa Tenggara Timur*


Viktor Laiskodat-Josef A. Nae Soi

Golkar, Nasdem, Hanura


Marianus Sae-Emilia J. Nomleni

PDIP, PKB


Benny K. Harman-Benny A. Litelnoni

Demokrat, PKS, PKPI


Esthon L. Foenay-Christian Rotok

Gerindra, PAN


*13. Sulawesi Selatan*


Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar

Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, PKPI


Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman

PDIP, PKS, PAN


Agus Arifin Nu’mang-Tanribali A. Lamo

Gerindra, PPP, PBB


Ichsan Yasin Limpo-Andi Musakkar

Independen


*14. Sulawesi Tenggara*


Rusda Mahmud-Sjafei Kahar

Demokrat, PPP, PKB


Asrun-Hugua

PAN, PDIP, PKS, Hanura, Gerindra


Ali Mazi-Lukman Abunawas

Golkar, Nasdem,


*15. Maluku Utara*


Burhan Abdurahman-Ishak Jamaluddin

Nasdem, Hanura, Demokrat, PBB, PKB, PKPI


Muhammad Kasuba- Madjid Husen

PKS, Gerindra, PAN


Abdul Gani Kasuba- Mohammad Al Yasin Ali

PDIP, PKPI


Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar

Golkar, PPP


*16. Maluku*


Said Assagaff-Anderias Rentanubun

Golkar, PKS, Demokrat


Murad Ismail-Barnabas Orno

PDIP, Gerindra, Nasdem, PKB, Hanura, PKPI, PPP, PAN


*17.Papua*


Lukas Enembe-Klemen Tinal

Demokrat, Golkar, Nasdem, PKS, Hanura, PAN, PPP, PKPI, PKB


John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae

PDIP, Gerindra

​Langkah Persuasif Gubernur Cornelis Menertibkan Tambang Emas liar di Kecamatan Mandor 



UTUSAN RAKYAT, Mandor – Gubernur Kalbar Cornelis secara tegas meminta para penambang emas tanpa ijin (PETI) di Kecamatan Mandor untuk menghentikan aktivitasnya. Tidak segan-segan orang nomor satu di Kalbar itu turun langsung ke lokasi dibantu aparat keamanan TNI Polri serta Pemkab Landak, menemui ratusan penambang dilokasi, Minggu (3/11). Gubernur Cornelis juga membawa serta inspektur Tambang dan Kabid Minerba Provinsi Kalbar kelokasi untuk membantu dirinya memberikan penjelasan teknis kepada masyarakat yang rata-rata menggunakan peralatan tambang tradisional. 

Cornelis kemudian mengumpulkan para penambang untuk diberi penjelasan. Masyarakat penambang pun berkumpul disebuah pondok untuk mendengarkan penjelasan sang Gubernur. “Hari itu saya sudah datang dan melarang, biarpun tanah siapa tidak boleh ditambang tanpa ijin Pertambangan untuk itu saya mohon agar masyarakat semua tidak melakukan aktivitas penambangan lagi disini, silakan bawa pulang peralatannya.” tegas Mantan Bupati Landak itu. Sejurus kemudian masyarakat mengumpulkan peralatan mulai dri mesin penyedot air jenis Robin, dan peralatan tambang tradisional untuk dibawa pulang. 


Larangan penambangan juga terkait kerusakan lingkungan, bahaya mercuri yang tidak terkontrol, karena kata Cornelis selama ini pemerintah dianggap tidak tegas dalam menindak pelaku penambangan emas tanpa ijin. Gubernur Cornelis yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional itu menjelaskan kalau memang pemerintah mau refresif bisa saja, namun dengan imbauan begini masyarakat mengikuti, ya tidak perlu (refresif), “Nanti kalau tersangkut perkara hukum karena PETI kemudian ditahan kan Bupati dan Gubernurnya yang dimintai tolong untuk penangguhan penahan.” ujar Cornelis. 

Sehingga dirinya meminta masyarakat menghargai. Apalagi selama ini sudah banyak korban yang meninggal seperti di Goaboma Bengkayang, disitu pemerintah dan aparat keamanan dianggap tidak tegas dan disalahkan. Nah, sekarang pemerintah tegas namun dengan pendekatan persuasif. 


Cornelis pun meminta masyarakat untuk membubarkan diri dengan tertib dan membawa serta peralatan tambang mereka karena lokasi tersebut ditimbun menggunakan alat berat eksavator, supaya tidak ada lagi aktivitas. Satu persatu masyarakat pamit tertib dan menyalami Sang pemimpin mereka. 

Perwakilan masyarakat penambang yang tidak mau disebutkan namanya mengaku salah dan meminta maaf kepada Gubernur Kalbar, karena tidak mengindahkan imbauan Gubernur beberapa waktu lalu. Dirinya mewakili masyarakat penambang kecamatan Mandor berterima kasih kepada Gubernur Cornelis yang melakukan penertiban dengan langkah persuasif, sehingga masyarakat dengan kesadarannya membubarkan diri dan tidak melakukan penambangan tanpa ijin lagi.
Sumber dan Penulis : Hendrikus Kornelius alias Hentakun.

Pilgub Kalbar 2018 Bakal Diikuti Calon Perseorangan 


UTUSAN RAKYAT, Pontianak – Pesta demokrasi pada pemilihan kepala daerah, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 mendatang selangkah lagi akan diikuti Bakal Calon dari jalur perseorangan. Adalah pasangan Kartius S.H.,M.Si dan H. Pensong yang berani menempuh jalur ini. Asalkan lolos verifikasi administrasi, pasangan ini dipastikan bakal meramaikan persaingan merebut kursi kepemimpinan di Kalbar 5 tahun mendatang.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Tim pemenangan, saat ini pasangan Kartius-Pensong telah menyampaikan berkas B1 dan B2 KWK kepada KPU Propinsi Kalbar sejak tanggal 21-26 Nopember 2017. Adapun persyaratan minimal dukungan berupa fotocopy KTP-E yang mesti dipenuhi dari calon perseorangan adalah sejumlah 300.883. Sementara jumlah KTP yang sudah diverifikasi dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon) berjumlah 319.385 pendukung, B1-KWK sejumlah 312.012 dan lampiran B1-KWK sejumlah 309.843. Jumlah ini telah melebihi jumlah minimal yang dipersyaratkan.

“Dukungan tersebut berasal dari 8 Kabupaten/Kota, 29 Kecamatan dan 261 desa yang tersebar di Kalimantan Barat,” sebut akun Tim Kartius Pensong yang diugah Selasa (28/11).

Selanjutnya jumlah dukungan tersebut akan akan dilakukan verifikasi administrasi oleh petugas KPU bersama Bawaslu dan Tim Bakal Calon Gubernur Independen, Kartius-Pensong yang akan dilanjutkan ke tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa dan kembali lagi untuk ditinjau oleh KPU Provinsi Kalbar.