Gerakan Masyarakat Dayak Kab. Bengkayang Tolak FPI


​Bengkayang, Utusan Rakyat – Hari ini, Selasa 24 Januari 2017, berbagai elemen yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Dayak Kabupaten Bengkayang (GMDKB) akan mengadakan aksi menuntut pembubaran FPI serta Ormas yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Disamping itu, menurut Ketua Koordinator Aksi, Robertus, dalam surat terbuka yang diunggah di media sosial, Minggu (21/1), aksi GMDKB menginginkan adanya proses hukum bagi penghina, penghujat dan penista suku Dayak. Aksi ini juga dijadikan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap aksi yang dilakukan oleh pemuda Dayak Kab. Sintang beberapa waktu lalu yang menolak kehadiran Tengku Zulkarnaen.

Aksi ini sendiri akan digelar di Depan Mapolres Bengkayang dan dilanjutkan konvoi ke gedung DPRD Bengkayang mulai pukul 11.00 WIB s.d 17.00 WIB. Menurutnya, aksi ini dapat diikuti seluruh masyarakat kab. Bengkayang maupun Seluruh Ormas/ Organisasi/ Paguyuban agama/ Suku Dayak di Kabupaten Bengkayang. 

“Kita Menolak Ormas FPI bukan menolak agama Islam, menolak penghina dan penista suku Dayak bukan menolak Ulama,” tegasnya.

         

Advertisements

*Pilkada Landak || Vinsensius Batal Mendaftar, Parpol Habis Dikemas


UTUSAN RAKYAT, Ngabang  – Pemilukada Kabupaten Landak yang akan digelar Februari 2017 mendatang memiliki kemungkinan hanya diikuti oleh satu pasangan calon. Hal ini disebabkan salah satu psangan cukup kuat lainnya yang digadang-gadang bakal bertarung, Vinsensius dan Syahdan Anggoi menyatakan batal mendaftarkan dirinya ke KPU Landak.

“Saya mau daftar pakai perahu apa? Perahu yang ada saja bocor besar,” ungkap Vinsensius saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (21/9) kepada Wartawan Landakpost.com. Disebutkan, dirinya tidak jadi mendaftarkan diri ke KPU Landak dengan alasan semua partai politik yang memiliki perwakilan di DPRD Landak “habis dikemas”. 

Drs. Vinsensius, pria asal Kecamatan Sengah Temila ini merupakan seorang birokrat dilingkungan Pemda Landak, sebelum menjabat Kadis Pertanian, figur ini juga pernah menjabat sebagai Kadis Perkebunan dan Kehutanan. Sementara, Syahdan Anggoi, sebelum menjadi Anggota DPRD Landak, figur ini juga pernah menjadi seorang birokrat dilingkungan Pemda Landak. Syahdan Anggoi juga pernah tercatat sebagai Calon Bupati Landak pada Pilkada lima tahun yang lalu. 

Sementara itu saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Ketua KPU Landak, Lomon menyatakan  sesuai tahapan hari pertama Pendaftaran Bakal Paslon Bupati Dan Wakil  Bupati Landak tanggal 21 September 2016. Pendaftaran dimulai pada pukul 08.00 s.d 16.00 Wib.

“Hari kedua tanggal 22 September 2016, pukul 08.00 s.d 16.00 Wib. Kemudian masuk hari ketiga tanggal 23 September 2016, dari pukul 08.00 s.d 24.00 Wib,” kata Lomon.

Lomon mengatakan, hingga pukul 11.45 Wib, belum ada satupun bakal pasangan calon yang menyatakan untuk datang ke Sekretariat KPU Landak melakukan pendaftaran.

“Dari saat kita Rakor pada tanggal 19 September 2016 lalu, ada dua Bakal Pasangan Calon memastikan untuk daftar ke KPU Landak,” katanya.

Kedua Bakal Pasangan Calon itu, kata Lomon, pertama pada tanggal 22   September 2016,  mendaftar pasangan calon Vinsensius dan Syahdan Anggoi. Kemudian Bacalon kedua pasangan Karolin – Heriadi pada tanggal 23 September 2016 dihari terakhir.

“Itulah yang dapat kami sampaikan pada saat Rakor di Provinsi pada tanggal 19 September 2016,”  jelas mantan aktifis Dayakologi Kalimantan Barat ini.

Disinggung pada saat pendaftaran ada yang ganda dalam surat pernyataan dari partai politik? Lomon menyatakan akan memeriksa berkas, selanjutnya akan diverifikasi, saat pendaftaran, bila ada berkas syarat  yang kurang harus diperbaiki, bila ada yang belum lengkap harus diserahkan.

“Syarat pencalonan mutlak diserahkan, surat persetujuan Parpol  dan surat-surat lainnya sesuai dengan syarat pendfataran,” pungkas Lomon.

Jika Vinsensius batal mendaftar, praktis hanya akan ada satu pasangan calon yang diprediksi tetap mendaftarkan diri ke KPU Landak. Bila kondisi ini terjadi, berarti warga Binua Landak akan dihadapkan dengan pilihan setuju atau tidak. Atau dihadapkan pada skenario lain, munculnya Bakal Calon “Boneka” pada detik-detik terakhir masa pendaftaran? 

Sumber : http://www.Landakpost.com

Tanah Longsor di Untang


image

Tanah Longsor di Untang

Hujan deras sejak dini hari, Jumat (4/3) mengakibatkan banjir disertai tanah longsor. Sekitar pukul 13.00 WIB volume Sungai Sebalo terlihat deras dan besar. Lahan persawahan di sebagian wilayah Kecamatan Teriak. Termasuk meluapnya Sungai Teriak.

Sementara itu, di Untang, Simpang Tiga, Kecamatan Banyuke Hulu, tanah longsor sempat menghambat arus lalu lintas baik dari arah Darit maupun Bengkayang hingga 5 jam. Tanah longsor terjadi tepat di areal SMAN 1 Banyuke Hulu sekira pukul 11.00 WIB.

image

Warga menyaksikan pembersihan tanah longsor di Untang

Bantuan alat berat dari perusahaan yang beroperasi disekitar wilayah Menyuke Hulu turut mempercepat proses pembersihan tanah yang menimbun belasan Meter badan jalan. Hingga pukul 16.30 WIB, kondisi jalan sudah bisa dilalui.

“BUMI SEBALO BENGKAYANG”

My History || Putriku, Princes Vanesa Kedokng Masuk TK Amkur


image

Kelas B-4, TK Amkur, Ngabang

My HISTORY – Senang rasanya, sebab mulai Senin, 13 Juli 2015, kemarin,  Putri Pertamaku, Princes Vanesa Kedokng (5) mulai masuk Taman Kanak-kanak (TK) Amkur, Ngabang. Tak terasa, kini apa yang dilakukan orang tua, satu persatu kami alami juga. Menyekolahkan anak.

Pukul 07.35 WIB berada di Kelas. Telat 5 menit dari jadwal masuk. Maklum berangkat dari Semuhut, Pal 20 yang bersamaan dengan Pemberkatan Perkawinan adik ipar, Zeno.

Echa, panggilan akrab putriku bergabung di kelas B-4. Di kelas itu, Dia bergabung dengan 33 anak-anak lainnya dibawah asuhan Ibu Yul (Wali Kelas) dan Ibu Ropika.

Hari pertama masuk kelas, ke-34 murid diberikan tempat duduk, perkenalan dan diselingi belajar bernyanyi. Puji Tuhan, mungkin karena sudah terbiasa sewaktu di PAUD Dara Itam, Ngabang (usia 3 & 4 tahun), Echa sudah bisa menempatkan diri. Sementara beberapa anak, bahkan hingga hari kedua, masih menangis tak bisa ditinggalkan Orang Tuanya.

Oh… ya, hari pertama Echa tak kami siapkan bekal hingga saat teman-temannya diberikan waktu untuk menikmati bekal masing-masing. Syukur pada saat yang sama, usai makan murid-murid diperbolehkan pulang sehingga kami berdua langsung pulang. Sedangkan dihari kedua, bekal yang dibawa, tak dinikmatinya, Echa tak tahu ada bekal ditas. (padahal sudah dikasi tahu… Hehe).

TK Amkur, Ngabang menentukan jadwal bagi murid-muridnya untuk masuk dikelas pada pukul 07.30 WIB. Selama 1 jam 30 menit belajar. Pukul 09.00 WIB, istirahat hingga pukul 09.30 WIB. Setengah jam berikutnya waktu bagi murid-murid menikmati bekal yang dibawa. (Asyiikk… Makan ramai2). Tepat pukul 10.00 WIB, jadwal pulang.

Semoga apa yang dijalani putriku ini, kelak akan bermanfaat bagi kehidupannya. Amin…

***SURYADMAN GIDOT MENUJU KURSI GUBERNUR KALIMANTAN BARAT 2018***

Terkait Jalan Suti Semarang, Gubernur Cornelis Dianggap Ingkar Janji


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Bengkayang – Suti Semarang hingga kini masih memprihatinkan.
Continue reading

Di Kalimantan, Badak dan Gajah Ada di Bengkayang dan Landak


Badak Indonesia adalah Badak Jawa dan Badak Sumatera . Dua jenis Badak dari lima jenis yang ada di dunia saat ini. 60 juta tahun lalu terdapat sekitar 30 jenis badak yang menyebar di seantero bumi ini. Continue reading

Pemerintah Jokowi Tunda Rekrutmen CPNS


image

Suryadman Gidot, M.P., Figur Potensial asal Bengkayang pada Pilkada Gubernur Kalbar 2018

UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Tahun ini, para Sarjana yang berminat dan masih menunggu proses penerimaan CPNS harus bersabar karena Pemerintah Jokowi melalui Kementerian PAN &RB resmi menunda rekrutmen CPNS 2015.

Penundaan itu terjadi Continue reading