Pendamping Desa Jadi Anggota PPK, Double Job


UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berjanji akan memberikan sanksi tegas pendamping Desa (PD) maupun pendamping lokal desa (PLD) yang diketahui rangkap jabatan (dobel job) sebagai penyelenggara maupun pengawas Pemilihan Umum (Pemilu).

“Tidak boleh dobel job, itu menyalahi aturan,” kata Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon pribadinya, Kamis, (9/11/2017).

Secara aturan kata Anwar seorang pendamping tidak diperbolehkan rangkap jabatan. Sebab, akan mempengaruhi terhadap profesionalisme kinerja diantara salah satunya. 

Terkait sanksi tegas yang akan diberikan Kemendes PDTT terhadap pendamping yang dobel job, akan berupa pencopotan.

Sanksi itu diberikan apabila pendamping tidak mengindahkan teguran yang dikeluarkan oleh Kemendes PDTT, baik secara lisan maupun tertulis.

“Jadi, kami tegaskan harus memilih, kalau seandainya tetap kita akan copot,” tegasnya.

Tindakan tegas itu diambil karena sesuai aturan satu orang tidak diperbolehkan menerima gaji dobel yang bersember dari keuangan negara.

“Kalau pendamping merangkap sebagai guru ngaji, petani, pedagang tidak masalah. Namun, jika merangkap sebagai PPK atau Panwaslu itu yang tidak boleh, kami pasti tegas,” tegasnya lagi.

Siberitakan sebelumnya, salah satu PLD di Kabupaten Sumenep dinyatakan lulus sebagai Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat Kecamatan dan Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.(Jar/Jie).

Sumber : suaraindonesia-news.com, internet

Gerakan Masyarakat Dayak Kab. Bengkayang Tolak FPI


​Bengkayang, Utusan Rakyat – Hari ini, Selasa 24 Januari 2017, berbagai elemen yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Dayak Kabupaten Bengkayang (GMDKB) akan mengadakan aksi menuntut pembubaran FPI serta Ormas yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Disamping itu, menurut Ketua Koordinator Aksi, Robertus, dalam surat terbuka yang diunggah di media sosial, Minggu (21/1), aksi GMDKB menginginkan adanya proses hukum bagi penghina, penghujat dan penista suku Dayak. Aksi ini juga dijadikan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap aksi yang dilakukan oleh pemuda Dayak Kab. Sintang beberapa waktu lalu yang menolak kehadiran Tengku Zulkarnaen.

Aksi ini sendiri akan digelar di Depan Mapolres Bengkayang dan dilanjutkan konvoi ke gedung DPRD Bengkayang mulai pukul 11.00 WIB s.d 17.00 WIB. Menurutnya, aksi ini dapat diikuti seluruh masyarakat kab. Bengkayang maupun Seluruh Ormas/ Organisasi/ Paguyuban agama/ Suku Dayak di Kabupaten Bengkayang. 

“Kita Menolak Ormas FPI bukan menolak agama Islam, menolak penghina dan penista suku Dayak bukan menolak Ulama,” tegasnya.

         

Turnamen Sepakbola, Ketua DPRD Bengkayang Cup I Total Hadiah 5.639 Dollar


​UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Berdasarkan hasil rapat yang digelar Asosiasi PSSI Kab Bengkayang 15 September 2016 Pukul 19:00 di Sekretariat KONI Kab. Bengkayang Jalan Raya Sanggau Ledo Sibopet Kelurahan Sebalo, tahun ini akan digelar turnamen sepakbola sebagai bagian dari peringatan HUT DPRD Bengkayang.

Gelaran Turnamen Sepakbola ini akan memperebutkan Piala bergilir “Ketua DPRD Cup” yang pertama sejak terbentuk 9 September 1999 lalu. Adapun total hadiah yang disiapkan penyelenggara adalah sebesar Rp.75 juta atau sekitar USD 5.639 (kalkulasi USD 1 =  Rp.13.300) sebagai uang pembinaan.

Dalam penyelenggaraannya, pihak panitia membatasi tim peserta mesti berasal dari tim/klub lokal namun boleh menyertakan maksimal 5 pemain luar. Turnamen yang rencananya digelar 29 September 2016 tersebut akan menggunakan Lapangan Sepakbola Kompi 641/Raider sebagai venue pertandingan. 

Ketua Panitia: Fabianus Are, S.Ag. Sekretaris: Martinus, SH, MH. Bendahara: Akai.

Sumber : Yopi Cahyono, Humas KONI Bengkayang

Calon Gubernur Kalbar Berkunjung di Stand Kec. Teriak


image

Bupati Kabupaten Bengkayang yang berencana maju dalam pemilihan Gubernur Kalimantan Barat beberapa waktu yang akan datang, Suryadman Gidot, M.Pd berkesempatan mengunjungi stand Kecamatan Teriak pada Pekan Budaya Adat BARAPE’ SAWA’ ke-2 tahun 2016 (27 Mei-31 Mei).

Pada kesempatan tersebut, Mantan Ketua DPD I Partai Demokrat Kalbar itu didampingi istri, Ny. Femi Heryanti, SE, Wakil Ketua DPRD Bengkayang (F-Gerindra), Bapak Fransiskus, M.Pd, Camat Teriak, Bapak Tulen, Kasi Pemerintahan Kec. Teriak, Thomas Meidyo, S.Sos.

*BERSATU *BENGKAYANG *MAJU

Beasiswa Pemda Bengkayang, c.q Dinas Pertanian


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu anggota Grup Facebook “Bengkayang Membangun”, tahun ini Pemda Bengkayang melalui Dinas Pertanian merekrut siswa/i lulusan SMA/Sederajat untuk disekolahkan (Beasiswa) di Perguruan Tinggi. Yakni : Continue reading