Maju Gubernur, Gidot Berpeluang Diusung Partai Demokrat Bila….


image

Suryadman Gidot, M.Pd

UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Pemilihan Gubernur Kalbar 2018 tersisa dua tahun. Namun, Tokoh-tokoh politik di Bumi Kathulistiwa ini belum satupun yang memastikan diri maju pada Pilgub mendatang.

Sementara itu, Continue reading

Susunan Pengurus DPD Golkar Bengkayang Tanpa Yohanes Pasti


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Dalam rilis terbaru yang disampaikan Ketua Harian DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkayang, Nur Azman, SH, Sabtu (2/4) melalui pesan singkat Blackberry, Kepengurusan Partai Beringin periode 2016-2021 telah ditetapkan.

Namun dalam SK Nomor : Kep-04/GOLKAR-KB/III/2016 Tentang Susunan Pengurus dan Personalia DPD II Partai Golkar Kab. Bengkayang Periode 2016-2021, tidak tercantum nama mantan Ketua PG yang lama, (Yohanes) Pasti, SH.,MH serta sebagian personil yang sebelumnya bergabung dalam kepengurusan PG versi Agung Laksono.

Berikut ditampilkan SK Kepengurusan DPD II Partai Golkar Bengkayang 2016-2021 hasil Musda 3-4 Maret 2016 di Pontianak :

image

Pengurus Golkar Bengkayang

image

Pengurus Golkar Bengkayang

image

Pengurus Golkar Bengkayang

image

Pengurus Golkar Bengkayang

“HUT PEMDA BENGKAYANG Ke-17”

Riwayat Konflik || Pilkada 2015, Bengkayang Masuk Kategori Rawan


UTUSAN RAKYAT, BANDUNG – Riwayat konflik pada pelaksanaan Pilkada periode sebelumnya menjadi salah satu acuan penetapan daerah rawan konflik saat penyelenggaraan Pilkada. Deputi Bidang Koordinator Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam Yoedhi Swastono menyebut ada 30 kabupaten dan kota yang tergolong rawan sehingga perlu atensi pada pelaksanaan Pilkada serentak, 9 Desember mendatang. Continue reading

Sarana Kampanye Politik, Mana Yang Lebih Efektif?


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Peran media, baik cetak, elektronik, televisi, internet (terutama facebook) pada Pilkada Bengkayang 2010 masih cukup efektif dalam mempengaruhi publik. Ketika masing-masing kandidat dan timses cukup antusias jika dibuat berita. Paling lucu jika diingat-ingat, hasil tulisan di koran di kliping kemudian diperbanyak (fotocopy) hingga ratusan bahkan ribuan lembar lalu dibagi-bagikan kepada masyarakat.

Saya ingat satu orang senior yang merupakan salah seorang Timses dari 6 pasangan waktu itu. Beberapa kali saya temukan beliau berjalan mengelilingi pasar Bengkayang sambil membagi-bagikan selebaran tentang pemberitaan yang berhubungan dengan Pilkada, baik yang bersifat mempromosikan jagoannya maupun yang bersifat menyerang kandidat lain. Tidak hanya satu jenis koran saja yang dijadikannya sarana.

Dampaknya? Cukup efektif, setidaknya hasil dari selebaran itu menjadi bahan obrolan para penikmat warung kopi bahkan tak jarang berlanjut hingga ke kampung-kampung. Sebagai pekerja media pada saat itu, peluang tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempromosikan media dan sarana memperkenalkan diri kepada masyarakat luas dengan biaya yang tak terlalu besar. Ke-6 pasangan kandidat didekati dan dibuat berita, setelah itu hasil cetakan koran diberikan kepada mereka.

®Pilkada 2015, peran media cetak sepertinya mulai digeser media televisi (audio visual) dan internet (facebook). Ini karena semakin hari seiring perkembangan zaman sebagian besar masyarakat banyak yang telah menjangkau ke-2 media tersebut. Cara penyampaiannya kepada orang lain juga cukup mudah dan dengan biaya yang relatif murah. Variasi bahan kampanye yang dibagikan kepada pihak lain juga cukup variatif menjadi faktor saat ini banyak Timses yang memanfaatkan ke-2 media tersebut.

®Pertanyaannya, menurut pembaca, antara koran, televisi dan internet, mana salah satu media yang cukup EFEKTIF (bukan Efisien) dalam mempengaruhi para pemilih?

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Pilkada Bengkayang || Debat Publik Disiarkan Ruai TV dan RRI Pontianak


image

Foto Internet

UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Pilkada Bupati dan Wakil Bengkayang menyisakan waktu kurang dari 2 bulan lagi. Berbagai tahap sudah dilewati dan dilakukan tanpa kendala berarti.

Menjelang pemilihan, salah satu tahapan yang hendak digelar KPU Bengkayang adalah penyampaian visi dan misi kandidat secara terbuka yang dikemas melalui kegiatan debat publik.

Debat publik ini, akan digelar pada Selasa, tanggal 3 Nopember 2015 bertempat di Aula 3 Lantai 5 Kantor Bupati Bengkayang.

“Kegiatan akan disiarkan secara streaming oleh RUAI TV dan secara langsung oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Pontianak,” ungkap Ketua KPU Bengkayang, Ir. Martinus Khiu.

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Sekali… Kampanye Dialogis di Kec. Siding Habiskan Dana Rp.30 Juta


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Usai penetapan nomor urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang 2015-2020 akhir Agustus lalu, kampanye dialogis mulai dilakukan masing-masing pasangan.

Informasi terbaru yang diperoleh penulis pada Rabu, 16 September, dari Ketua Partai tingkat Kecamatan, menyebutkan apabila salah satu pasangan yang didukungnya telah menghabiskan dana sebesar Rp.30-an juta untuk sekali kampanye dialogis di Kecamatan Siding. Sebuah distrik di Bumi Sebalo yang berada diperbatasan. Dana yang cukup besar jika digunakan bila sekedar mencetak 1000 eksamplar koran/tabloid.

“Termasuk sewa motor air dan tetek bengek lainnya,” ungkap Ketua Partai tingkat Kecamatan tersebut saat kami membuat obrolan ringan seputar Pilkada Bengkayang.

si Ketua Partai tingkat kecamatan inipun sempat bergumam ketika dia menyebutkan angka Rp.30 juta. Sehingga dia pun memprediksi, untuk bertarung dalam pemilihan Bupati, minimal dana yang perlu disiapkan sebesar Rp.5 Miliar.

Ehem… Rp.5 Miliar kira-kira bisa dibangun jembatan berapa banyak ya?

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Calon Bupati dan Wakil Bupati Belum Punya Visi dan Misi?


UTUSAN RAKYAT, Teriak – Usai pengambilan nomor urut pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang 2015-2020, akhir Agustus lalu. Hingga pertengahan September belum satupun informasi yang didapat mengenai apa yang menjadi visi dan misi dari calon pemimpin Bengkayang dari penjelajahan dunia maya (internet).

Wajarlah jika sampai detik inipun, para simpatisan kedua pasangan (Darwis-Rurakhmad dan Gidot-Naon) hanya bisa menjual bahasa-bahasa kampanye yang memuakkan karena cenderung menyampaikan stigma negatif terhadap calon lawan.

Tak satupun simpatisan dari dua kubu yang secara kontinyu mengkampanyekan program jagoan mereka. Selain saling mencibir.

Terkadang, apa yang diungkap tak sesuai dengan kondisi dilapangan. Timses hanya bisa membual, mencoba pengaruhi pemilih tanpa dasar/landasan yang benar-benar menguatkan pemilih yang coba mereka rangkul.

*Catatan 18 September 2015. Teriak

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***