Menikah di Desa Ini, Wajib Melampirkan Ijazah SMA


Inovasi dalam mengembangkan desa yang dipimpinnya layak dicontoh oleh para Kepala Desa di Indonesia. Dalam kasus ini, dijelaskan bahwa tujuan dari aturan desa yang dibuat tersebut adalah untuk mengajak masyarakat menjadi peduli terhadap dunia pendidikan.

#Baca Di Desa Ini, Warga yang Ingin Menikah Harus Melampirkan Minimal Ijazah SMA http://baca.co.id/5091976

Study Pembelajaran, Kades di Bengkayang Kunjungi Desa Dawan, Bali


‚Äč

Kades di Bengkayang kunjungi Desa Dawan, Bali

Sebanyak 101 peserta yang terdiri dari BPMPD Bengkayang, Camat, Kepala Desa dan Perangkat melakukan study Pembelajaran UU Nomor 06 Tentang Desa & Peningkatan kapasitas aparatur Pemdes di Desa Dawan Kaler,  Kec. Dawan,  Kab.  Klungkung,  Prov. Bali, 28 Nopember s.d 1 Desember 2016.

Kegiatan pembelajaran

“Kades Dawan  yg di kunjungi,  BUMDes nya luar biasa. Beliau membangun perekonomian dikala yang lain fokus ke infrastruktur. Perubahan Mindset pengentasan kemiskinan. Bermodal awal 2jt rupiah membangun lembaga simpan pinjam di periode pertama, “gagal” tapi tidak berhenti.  Di periode kedua perubahan luar biasa,  bahkan sudah punya perusahaan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan)  Beroksigen. Omzet saat ini sudah Milyaran rupiah. Luar Biasa,” Camat Sungai Betung, Ucok P. Hasugian, S.STP, M.Si.

Camat Sungai Betung, Pak Ucok, Camat Sanggau Ledo, Pak Ali. Camat Teriak, Pak Tulen.

FOTO : Menangguk Ikan


image

Menangguk Ikan

BAREMADA – Menangguk ikan di Dusun Baremada, Desa Lamolda, Kecamatan Lumar. Juni 2016. Di Kecamatan Lumar, warga di Desa Lamolda menjadi daerah yang paling banyak kolam ikan air tawar yang dibuat diatas lahan sawah yang tidak digarap maupun lahan yang memiliki debit air cukup banyak. Biasanya setiap 6 bulan hingga 2 tahun kolam itu mereka buka untuk ditangguk oleh warga lain dengan biaya tertentu sehingga mampu memberikan pendapatan tambahan bagi si pemilik.

*BERSATU *BENGKAYANG *MAJU

Atraksi Tatung, Tersisa di Bengkayang dan Sekitarnya


image

Tatung

CAP GO MEH 2016 – Keberadaan Tatung, boleh dikatakan hampir punah. Di Indonesia, atraksi atraksi langka para Tatung ini hanya dapat dijumpai di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat. Bahkan di Negeri asalnya, atraksi yang kerap dilakukan pada hari ke-15 setelah Imlek ini sudah sulit ditemui. Tatung merupakan orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan roh leluhur yang berasal dari Negeri China.

image

Tatung

Khusus di Kalimantan Barat, Atraksi para Tatung masih bisa kita jumpai di Kabupaten Bengkayang dan sekitarnya, seperti Singkawang dan Sambas.

Tatung adalah media utama Cap Go Meh. Pengusiran roh-roh jahat dan peniadaan kesialan dalam Cap Go Meh disimbolkan dalam pertunjukan Tatung . Atraksi Tatung dipenuhi dengan mistik dan menegangkan, karena banyak orang kesurupan dan orang-orang inilah yang disebut Tatung. Upacara pemanggilan Roh dipimpin oleh pendeta yang sengaja mendatangkan roh orang yang sudah meninggal untuk merasuki Tatung.

Roh-roh yang dipanggil diyakini sebagai roh-roh baik yang mampu menangkal roh jahat yang hendak mengganggu keharmonisan hidup masyarakat. Roh-roh yang dipanggil untuk dirasukkan ke dalam Tatung diyakini merupakan para tokoh pahlawan dalam legenda Tiongkok, seperti panglima perang, hakim, sastrawan, pangeran, pelacur yang sudah bertobat dan orang suci lainnya.

image

Tatung

Roh-roh yang dipanggil dapat merasuki siapa saja, tergantung apakah para pemeran Tatung memenuhi syarat dalam tahapan yang ditentukan pendeta. Para Tatung diwajibkan berpuasa selama tiga hari sebelum hari perayaan yang maksudnya agar mereka berada dalam keadaan suci sebelum perayaan.
Dalam atraksi Tatung yang sudah dirasuki roh orang meninggal bertingkah aneh, ada yang menginjak-injak sebilah mata pedang atau pisau, ada pula yang menancapkan kawat-kawat baja runcing ke pipi kanan hingga menembus pipi kiri.

Anehnya para Tatung itu sedikit pun tidak tergores atau terluka. Beberapa Tatung yang lain dengan lahapnya memakan hewan atau ayam hidup-hidup lalu meminum darahnya yang masih segar dan mentah.

Sumber : #Tulisan Yudhistira #wikipedia

Nama 122 Desa di Kabupaten Bengkayang


Bupati Bengkayang bersama Istri berfoto bersama warga Sejarik Baya.

Bupati Bengkayang bersama Istri berfoto bersama warga Sejarik Baya.

UTUSAN RAKYAT – Berikut disampaikan data nama 122 Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Bengkayang, Propinsi Kalimantan Barat beserta Kepala Desa. Data Terakhir April 2015 :

*KECAMATAN SUNGAI RAYA :
Desa Sungai Duri (Pj. Heru Sutrisno)
Desa Sungai Jaga A (Pj.Mauliansyah)
Desa Sungai Jaga B (Deden Suphendrawan)
Desa Sungai Pangkalan I (Pj.M.Jauji)
Desa Sungai Pangkalan II (Ehfandi)

*KECAMATAN SAMALANTAN :
Desa Samalantan (Yosep Akuan)
Desa Saba’u (ST.Kolap.G)
Desa Tumiang (Mion)
Desa Babane (Stepanus Lomen)
Desa Pasti Jaya (Suhardi)
Desa Bukit Serayan (Resmy)
Desa Marunsu (Heriadi Mukmin,S.Pd) Continue reading

Desa Wisata || Konsep Pengembangan Desa Wisata


UTUSAN RAKYAT – Desa wisata dapat didefinisikan sebagai suatu wilayah pedesaan yang memiliki potensi keunikan dan daya tarik wisata yang khas, baik berupa karakter fisik lingkungan alam pedesaan dan kehidupan sosial budaya masyarakat, yang dikelola dan dikemas secara menarik dan alami dengan pengembangan fasilitas pendukung wisatanya. Selanjutnya desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku (Nuryanti, 1993). Menurut Julisetiono (2007), Konsep Desa Wisata, meliputi: (a) berawal dari masyarakat, (b) memiliki muatan lokal, (c) memiliki komitmen bersama masyarakat, (d) memiliki kelembagaan, (e) adanya keterlibatan anggota masyarakat, (f) adanya pendampingan dan pembinaan, (g) adanya motivasi, (h) adanya kemitraan, (i) adanya forum Komunikasi, dan (j) adanya studi orientasi. Mengacu pada konsep pengembangan desa wisata dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (2001), maka pola pengembangan desa wisata diharapkan memuat prinsip-prinsip sebagai berikut : Continue reading

Desa Wisata|| Berpotensi Menarik Wisatawan Asing


FOTO : bisniswisata.co

FOTO : bisniswisata.co

UTUSAN RAKYAT – Keindahan alam serta kekayaan suku, budaya yang dimiliki bangsa ini merupakan potensi yang menjanjikan untuk menarik kunjungan wisatawan bila dikembangkan dengan maksimal. Ribuan pulau dengan kondisi geografi yang beragam menjadi pembeda Indonesia dengan negara lain. Sayangnya, minimnya infrastruktur penunjang yang dapat memberikan kenyamanan bagi para wisatawan saat berkunjung, masih sulit ditemui. Dan inilah yang menjadi permasalahan dasar mengapa pariwisata di Indonesia berjalan begitu lambat dibanding negara-negara lain, sebut saja Malaysia. Continue reading