Liburan Usai, Saatnya Masuk Sekolah


Libur tahun baru 2017, Vanesa dan Flo mengunjungi kediaman Kakek dan Nenek di Sebol. Berangkat dari Ngabang pada hari Kamis, 29 Desember 2016 menggunakan sepeda motor Jupiter Z. Keduanya diajak jalan-jalan ke kebun sahang Kakek, mandi di Sungai Ledo dan Bendungan Madi. Pulang ke Ngabang pada hari Jum’at, 6 Januari 2017. Jadi liburan ditambah sehari, sehingga keduanya ijin 2 hari masuk sekolah. 

Camat Sungai Betung Turut Bersihkan Pohon Tumbang di Vandering



UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Modus dalam mengais rupiah dapat dilakukan dengan berbagai cara meski harus mengabaikan kepentingan umum. Seperti yang dilakukan 9 pemuda di jalur Vandering (perbatasan Kecamatan Sungai Betung-Samalantan). 

Sabtu (5/11), bermodalkan sebilah pisau dapur dan parang kecil, ke-9 pemuda tersebut menjalankan aksinya dengan membersihkan pohon yang tumbang dan menghalangi jalan. Dua pemuda membersihkan pohon, 3 pemuda bertugas meminta uang sedangkan sisanya bertugas mengatur lalu-lintas.

Modusnya, meminta uang partisipasi.

Setiap pengendara oleh para pengendara diwajibkan untuk menyerahkan uang partisipasi. Termasuk salah satunya, pengendara mobil plat merah KB 63 K yang tak lain adalah Camat Sungai Betung, Bapak Ucok Parsaulian Hasugian, S.TP, M.Si yang melintasi jalur tersebut sekira pukul 22.30 WIB.

Yang terjadi, bukannya menyerahkan uang partisipasi seperti yang dicanangkan para pemuda, Camat Subet ini malah turun langsung membantu membersihkan pohon yang tumbang dengan mengeluarkan sebilah parang yang 3 kali lipat lebih besar dari parang milik pemalak. Proses pembersihan pohonpun berjalan lebih cepat.


Bukannya tidak punya uang atau sekedar mencari sensasi, apa yang dilakukan Camat Sungai Betung ini tidak lain bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap mendahulukan kepentingan umum kepada 9 pemuda tersebut. Disamping menghilangkan citra buruk bagi pengendara yang hendak melintasi jalur tersebut dikemudian hari.

“Ini bukan pencitraan, ini bentuk kepedulian,” tegas Camat Subet. 

Menurutnya, segala sesuatu yang terjadi di Vandering pasti di kaitkan dengan Kec Subet. Padahal Vandering itu terletak di 2 kecamatan,  Samalantan dan Subet. Vandering perlu di jaga,  oleh anda dan saya,  oleh kita semua. 

Pemalakan, uang partisipasi, uang rokok,  uang kebersihan,  atau apalah namanya yg diminta baik secara sukarela apalagi secara paksaan,  adalah tindakan yg tidak terpuji,  yang dapat mencoreng nama kab.Bengkayang. 

#BersamaKitaBisa

#BersatuBengkayangMaju

#SaveVandering

#StopPemalakan

Puskesmas Kebon Jeruk, ‘Berdarah-darah’ Sebelum Jadi yang Terbaik – News Liputan6.com


Puskesmas Kebon Jeruk, ‘Berdarah-darah’ Sebelum Jadi yang Terbaik – News Liputan6.com http://m.liputan6.com/news/read/2629703/puskesmas-kebon-jeruk-berdarah-darah-sebelum-jadi-yang-terbaik — dibagikan oleh UC Mini

*Pilkada Landak || Vinsensius Batal Mendaftar, Parpol Habis Dikemas


UTUSAN RAKYAT, Ngabang  – Pemilukada Kabupaten Landak yang akan digelar Februari 2017 mendatang memiliki kemungkinan hanya diikuti oleh satu pasangan calon. Hal ini disebabkan salah satu psangan cukup kuat lainnya yang digadang-gadang bakal bertarung, Vinsensius dan Syahdan Anggoi menyatakan batal mendaftarkan dirinya ke KPU Landak.

“Saya mau daftar pakai perahu apa? Perahu yang ada saja bocor besar,” ungkap Vinsensius saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (21/9) kepada Wartawan Landakpost.com. Disebutkan, dirinya tidak jadi mendaftarkan diri ke KPU Landak dengan alasan semua partai politik yang memiliki perwakilan di DPRD Landak “habis dikemas”. 

Drs. Vinsensius, pria asal Kecamatan Sengah Temila ini merupakan seorang birokrat dilingkungan Pemda Landak, sebelum menjabat Kadis Pertanian, figur ini juga pernah menjabat sebagai Kadis Perkebunan dan Kehutanan. Sementara, Syahdan Anggoi, sebelum menjadi Anggota DPRD Landak, figur ini juga pernah menjadi seorang birokrat dilingkungan Pemda Landak. Syahdan Anggoi juga pernah tercatat sebagai Calon Bupati Landak pada Pilkada lima tahun yang lalu. 

Sementara itu saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Ketua KPU Landak, Lomon menyatakan  sesuai tahapan hari pertama Pendaftaran Bakal Paslon Bupati Dan Wakil  Bupati Landak tanggal 21 September 2016. Pendaftaran dimulai pada pukul 08.00 s.d 16.00 Wib.

“Hari kedua tanggal 22 September 2016, pukul 08.00 s.d 16.00 Wib. Kemudian masuk hari ketiga tanggal 23 September 2016, dari pukul 08.00 s.d 24.00 Wib,” kata Lomon.

Lomon mengatakan, hingga pukul 11.45 Wib, belum ada satupun bakal pasangan calon yang menyatakan untuk datang ke Sekretariat KPU Landak melakukan pendaftaran.

“Dari saat kita Rakor pada tanggal 19 September 2016 lalu, ada dua Bakal Pasangan Calon memastikan untuk daftar ke KPU Landak,” katanya.

Kedua Bakal Pasangan Calon itu, kata Lomon, pertama pada tanggal 22   September 2016,  mendaftar pasangan calon Vinsensius dan Syahdan Anggoi. Kemudian Bacalon kedua pasangan Karolin – Heriadi pada tanggal 23 September 2016 dihari terakhir.

“Itulah yang dapat kami sampaikan pada saat Rakor di Provinsi pada tanggal 19 September 2016,”  jelas mantan aktifis Dayakologi Kalimantan Barat ini.

Disinggung pada saat pendaftaran ada yang ganda dalam surat pernyataan dari partai politik? Lomon menyatakan akan memeriksa berkas, selanjutnya akan diverifikasi, saat pendaftaran, bila ada berkas syarat  yang kurang harus diperbaiki, bila ada yang belum lengkap harus diserahkan.

“Syarat pencalonan mutlak diserahkan, surat persetujuan Parpol  dan surat-surat lainnya sesuai dengan syarat pendfataran,” pungkas Lomon.

Jika Vinsensius batal mendaftar, praktis hanya akan ada satu pasangan calon yang diprediksi tetap mendaftarkan diri ke KPU Landak. Bila kondisi ini terjadi, berarti warga Binua Landak akan dihadapkan dengan pilihan setuju atau tidak. Atau dihadapkan pada skenario lain, munculnya Bakal Calon “Boneka” pada detik-detik terakhir masa pendaftaran? 

Sumber : http://www.Landakpost.com

Catatan Kecil, Mati Lampu


image

Menikmati Listrik

NGABANG – Yang namanya mati lampu disbabkan pemadam listrik oleh PLN pasti bikin kesal bahkan tak jarang menggerutu. Soalnya sebagian aktivitas tertunda sementara. Tapi kalau ingat ucapan pak Adi, eks Kepala Ranting PLN Bengkayang Cab. Singkawang beberapa tahun lalu, mau nda mau manas nda dalam hati jaklah. Waktu itu, Pak Adi pernah bilang biaya operasional PLN, Bengkayang khususnya cukup tinggi. Biaya BBM, Perawatan mesin, operasional pegawai dll tidak cukup bila harus mengandalkan iuran yang didapat dari pelanggan (apalagi bila banyak pelanggan yang menunggak). Biaya subsidi yang diterima PLN untuk belanja BBM saja lebih kecil beberapa ratus perak dari harga BBM jenis solar.

Kemudian faktor lain yang buat cukup manas dalam hati, membayangkan seandainya menggunakan genset. Biaya yang dikeluarkan pasti lebih besar lagi. Hasil survey pribadi terhadap warga yang menggunakan genset (kapasitas kecil) berbahan bakar bensin, bila digunakan semalam-malaman, satu unit genset membutuhkan 3-5 liter bensin. Kalikan Rp.9000,- (harga kios) berarti setiap malam butuh biaya sebesar Rp.27 rb – Rp.45rb. Kalikan lagi 30/31 hari… Adeehh.

Yang ketiga buat manas cukup dalam hati, yaa… bersyukur sudah ada aliran listrik dari PLN, coba kalau nda ada jaringan? Bisa hitam semua anak2 soalnya dibuat dalam kondisi gelap… wkwk

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Pengukuhan Bunda PAUD Desa se-Kabupaten Landak


image

Si Kembar

NGABANG – Si Kembar, Gracia Flora Kanayatn dan Gloria Flora Ende mengikuti acara pengukuhan Bunda PAUD Desa se-Kabupaten Landak bersama teman sepermainan PAUD Dara Itam, Ngabang.

Pengukuhan digelar di Aula Kantor Bupati Landak oleh Bupati, DR. Adrianus Asia Sidot pada Selasa (8/9/2015) pukul 11.00 WIB.
Bunda PAUD adalah predikat yang diberikan kepada istri kepala pemerintahan (Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah, atau wakilnya) atas peran sertanya dalam mengembangkan program pendidikan anak usia dini (PAUD) di wilayahnya.

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Pegawai Puskesmas Kecamatan Teriak Bagikan Masker


image

Petugas Puskesmas Teriak bagikan masker

UTUSAN RAKYAT, Teriak – Musim kemarau disertai kabut asap telah menggerakkan para petugas Puskesmas Kecamatan Teriak membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, khususnya para pengendara yang melintasi ruas jalan Bengkayang-Pontianak. Total 500 masker yang diperuntukkan bagi masyarakat pada akhir Agustus 2015 lalu.

Upaya yang dilakukan pihak Puskesmas tersebut dibantu oleh jajaran Polsek Teriak dan turut dipantau oleh Camat Teriak, Tulen.

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Penempatan Pertama di Bagian Administrasi Umum, Tata Usaha


image

Kantor Camat Teriak

Setelah penyerahan SK CPNS oleh Bupati Bengkayang, Rabu, 15 Juli 2015 di Aula Lantai V Kantor Bupati Bengkayang, hari ini, Rabu, 22 Juli baru melaporkan diri kepada Camat Teriak, Tulen (Pembina/IV.a). Tertunda akibat libur Idul Fitri 16-21 Juli. Continue reading

My History || Putriku, Princes Vanesa Kedokng Masuk TK Amkur


image

Kelas B-4, TK Amkur, Ngabang

My HISTORY – Senang rasanya, sebab mulai Senin, 13 Juli 2015, kemarin,  Putri Pertamaku, Princes Vanesa Kedokng (5) mulai masuk Taman Kanak-kanak (TK) Amkur, Ngabang. Tak terasa, kini apa yang dilakukan orang tua, satu persatu kami alami juga. Menyekolahkan anak.

Pukul 07.35 WIB berada di Kelas. Telat 5 menit dari jadwal masuk. Maklum berangkat dari Semuhut, Pal 20 yang bersamaan dengan Pemberkatan Perkawinan adik ipar, Zeno.

Echa, panggilan akrab putriku bergabung di kelas B-4. Di kelas itu, Dia bergabung dengan 33 anak-anak lainnya dibawah asuhan Ibu Yul (Wali Kelas) dan Ibu Ropika.

Hari pertama masuk kelas, ke-34 murid diberikan tempat duduk, perkenalan dan diselingi belajar bernyanyi. Puji Tuhan, mungkin karena sudah terbiasa sewaktu di PAUD Dara Itam, Ngabang (usia 3 & 4 tahun), Echa sudah bisa menempatkan diri. Sementara beberapa anak, bahkan hingga hari kedua, masih menangis tak bisa ditinggalkan Orang Tuanya.

Oh… ya, hari pertama Echa tak kami siapkan bekal hingga saat teman-temannya diberikan waktu untuk menikmati bekal masing-masing. Syukur pada saat yang sama, usai makan murid-murid diperbolehkan pulang sehingga kami berdua langsung pulang. Sedangkan dihari kedua, bekal yang dibawa, tak dinikmatinya, Echa tak tahu ada bekal ditas. (padahal sudah dikasi tahu… Hehe).

TK Amkur, Ngabang menentukan jadwal bagi murid-muridnya untuk masuk dikelas pada pukul 07.30 WIB. Selama 1 jam 30 menit belajar. Pukul 09.00 WIB, istirahat hingga pukul 09.30 WIB. Setengah jam berikutnya waktu bagi murid-murid menikmati bekal yang dibawa. (Asyiikk… Makan ramai2). Tepat pukul 10.00 WIB, jadwal pulang.

Semoga apa yang dijalani putriku ini, kelak akan bermanfaat bagi kehidupannya. Amin…

***SURYADMAN GIDOT MENUJU KURSI GUBERNUR KALIMANTAN BARAT 2018***