Serah Terima Pasukan KoopsDAM/XII TPR


Oleh : Krisantus Roy

UTUSAN RAKYAT, Pontianak – Plt. Bupati Bengkayang, Agustinus Naon, S.Sos, Sabtu (7/12) mengikuti acara serah terima Pasukan Komando Operasi Daerah Militer XII Tanjungpura (Koopsdam/XII Tpr) di Markas Kodam Pontianak. Tak hanya Plt. Bupati Bengkayang, pemimpin daerah lain di Kalbar juga turut menghadiri kegiatan tersebut.

Seperti diketahui, serah terima pasukan ini dilakukan setelah beberapa waktu yang lalu terjadi peralihan Pangdam XII Tanjungpura dari Mayjen TNI Herman Asaribab kepada Mayjen Muhammad Nur Rahmad.

Acara serah terima itu diawali dengan upacara yang menghadirkan pasukan-pasukan dibawah Kodam Tanjungpura. Selanjutnya acara ramah tamah yang turut dihadiri Gubernur Kalbar, Sutarmidji. (*)

Plt. Bupati Saksikan Penyerahan Alkes dari KPJ Hospital Kepada RSUB Serukam


Plt. Bupati Bengkayang, Agustinus Naon, S.Sos sedang berbincang dengan Konjen KJRI Kuching, Yonny Triprayitno

Oleh : Krisantus Roy

UTUSAN RAKYAT, Serukam – Pelaksana Tugas Bupati Bengkayang, Agustinus Naon, S.Sos, Kamis (5/12) menerima kedatangan Konsulat Jendral KJRI Kuching, Yonny Triprayitno bersama rombongan diruang kerjanya. Total ada 15 yang ikut rombongan, terdiri dari 7 orang KJRI, 6 orang dari KPJ Hospital, Kuching, Malaysia serta dua orang perwakilan Kemenlu RI.

Kedatangan rombongan tersebut dalam rangka menyerahkan alat kesehatan berupa dua unit incubator kepada piham RSU Bethesda Serukam. Dimana, Alkes itu berasal dari KPJ Hospital, sebuah Rumah Sakit Spesialialis di Kuching, Malaysia.

“Bantuan ini merupakan sebuah bentuk pengabdian kami bagi masyarakat (bhakti sosial) yang mana tidak hanya dilakukan didalam negeri, tetapi juga mencakup keluar (negeri),” ungkap General Maneger KPJ Hospital, Encik Nurhazimah Mahat.

Lebih lanjut, Nurhazimah menyebutkan pihaknya perlunya menjalin kerjasama dengan RSU Bethesda Serukam maupun RS yang ada di Indonesia guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, apalagi sebagian besar pasien di RS tempatnya berasal dari Indonesia.

“Kurang lebih 30% pasien kami merupakan warga Indonesia,” sebutnya.

Menerima bantuan Alkes, Direktur RSUB Serukam, Christian, mengaku berterimakasih atas bantuan tersebut. Dikatakan bahwa pihaknya telah menunggu hingga dua tahun lebih sejak pengajuan baru bisa mendapatkan alat yang itu dari KPJ Hospital.

Alkes berupa dua unit incubator yang diterima RSUB Serukam

“Kami juga berterimakasih kepada semua pihak yang selama ini terus mendukung keberadaan RSUB Serukam, termasuk Pemda Bengkayang,” ujarnya.

Melalui dua unit incubator yang telah diterima pihaknya, Christian berharap agar alat tersebut dapat digunakan semaksimal mungkin dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, bernada yang sama, Plt. Bupati Bengkayang, mengapresiasikan bantuan yang diberikan pihak KPJ Hospital. Dan berharap kedepan, bantuan serupa dapat diterima oleh RS lainnya yang ada di Bengkayang.

“Kita bersyukur, dengan adanya alat ini Saya harap dapat digunakan dengan baik sesuai mekanisme penggunaan alat dan mampu melayani masyarakat dengan maksimal,” pintanya. (*)

Untuk video kegiatan silahkan klik link ini : https://m.youtube.com/channel/UCwmqPpt8IjNGzh3TzNvSxrQ

Plt. Bupati Buka Turnamen Bola Voli Dalam Rangka HUT DWP Ke-20


Oleh : Krisantus Roy

UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Plt. Bupati Bengkayang, Agustinus Naon, S.Sos membuka kompetisi bola voli memperebutkan Piala Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan menyaksikan langsung pertandingan perdana antara Tim Pengurus DWP versus DWP DPRD di Lapangan Voli Kantor Camat Bengkayang, Jumat (1/11/2019).

Kompetisi bola voli ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-20 DWP Bengkayang. Sesaat sebelum pertandingan, anggota dan pengurus DWP melakukan senam ditempat yang sama.

Berdasarkan laporan panitia HUT, kompetisi ini diikuti oleh 15 Tim dari masing-masing instansi dengan memperebutkan Piala Bergilir Ketua DWP dan Piala tetap mulai 1 Nopember dan berakhir 12 Nopember 2019. Dan bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi antar anggota DWP. Saling mengenal dan menerapkan pola hidup sehat anggota. (*)

Bupati Bengkayang Tinjau SDN 17 Sidai Yang Terbakar


UTUSAN RAKYAT, Ledo – Bangunan Sekolah Dasar 17 Sidai, Kecamatan Ledo ludes terbakar. Tak satupun barang yang tersisa, aset dan data sekolah lenyap menjadi puing dan abu. Para siswa kehilangan tempat belajar dan terpaksa harus menggunakan Balai Pertemuan milik Desa.

Atas kondisi tersebut, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd mendatangi lokasi SDN 17 Sidai, Kecamatan Ledo yang ludes terbakar untuk melihat langsung kondisi gedung sekolah tersebut, Jumat (23/8/2019).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepsek, kebakaran disebabkan oleh rembetan api dari pembakaran lahan pertanian yang dilakukan oleh warga setempat pada hari Rabu (21/8) sore. Adapun jarak antara lahan pertanian dengan gedung sekolah cukup berdekatan, kurang lebih 50 meter sehingga berisiko tinggi terjadi rembetan ditambah lagi pada saat pembakaran tidak ada tindakan pengamanan khusus.

“Akibat kebakaran ini, semua dokumen dan sarana/prasarana mengajar ludes terbakar,” sebut Anton. Selanjutnya, agar aktivitas belajar mengajar bagi 17 siswa (9 kelas I, 3 kelas 2, 5 kelas 3) tetap berlangsung, pihak sekolah saat ini memanfaatkan Gedung Serbaguna milik desa.

Terkait kebakaran itu, Bupati meminta Kepsek segera membuat laporan barang dan aset apa saja apa yang diperlukan agar dapat dipenuhi guna menunjang kelancaran belajar mengajar.

“Jangan lupa untuk meminta kejelasan aset dari tanah (sekolah) tersebut agar tidak ada tumpang tindih ketika pembangunannya lagi,” tegas Bupati.

Terakhir, pada kesempatan tersebut Bupati menghimbau agar masyarakat tidak membakar lahan secara sembarangan yang mana dapat menimbulkan kerugian bagi kita dan orang lain.

Kedatangan Bupati di SDN 17 Sidai turut didampingi Camat Ledo, Sekcam, Anggota Polsek Ledo, Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Kepala UPT dan Kepala Desa Sidai.

 

Sumber : Humpro Bengkayang

Jika Gagal, Mahasiswa Harus Ganti Rugi


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Pemda Bengkayang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019 kembali memfasilitasi tamatan SMA/sederajat mengambil perkuliahan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD).

“Tahun ini Pemda Bengkayang kembali mengirim SDM-nya untuk mengambil perkuliahan di UKSW,” tegas Kadisdikbud, DR. Yan, S.Sos.,M.Si usai melakukan pertemuan dengan peserta yang dinyatakan lolos seleksi beserta orangtuanya, Jumat (30/8) di Aula Kantor Bupati.

img-20190417-wa0018-378923137.jpgAdapun jumlah Calon Mahasiswa yang akan dikirim tersebut saat pertemuan terdata 80 orang (yang sudah melakukan registrasi) dari 138 yang dinyatakan lolos seleksi. Jumlah tersebut berasal dari enam jurusan yang disediakan diantaranya Ilmu Perpustakaan, Ilmu Biologi, Teknik Informatika. Calon mahasiswa yang sudah melakukan registrasi ini selanjutnya akan diberangkatkan pada hari Selasa, 4 September.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd yang turut hadir pada pertemuan itu bersama Wakil Bupati, Agustinus Naon, S.Sos, menyampaikan pesan yang keras kepada calon mahasiswa maupun orangtua mereka.

“Jangan sampai gagal dan menyia-nyiakan kesempatan ini. Jangan buat malu diri sendiri, orang tua maupun Pemda Bengkayang,” tegas Bupati.

“Berangkat 100, selesai juga 100,” tambahnya.

Bupati mengingatkan kepada mereka agar dalam menjalankan perkuliahan nanti harus serius, orang tua juga harus turut memantau dan mengawasi anak-anaknya sehingga tetap terarah. Lebih lanjut, Bupati mewanti-wanti kepada calon mahasiswa maupun orang tua apabila terdapat mahasiswa yang gagal menyelesaikan perkuliahannya.

“Jadi jika ada yang gagal, Pemda akan menuntut ganti rugi kepada yang bersangkutan,” ungkap Bupati.

Oleh karena itu, untuk memperkuat pengawasan, Pemda Bengkayang telah menjalin kerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait hal tersebut. Sehingga nanti jika ada yang tidak menyelesaikan studinya dapat dituntut untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan Pemda. Misalnya Pemda telah membiayai selama 3 tahun perkuliahan dengan jumlah uang yang dikeluarkan sebanyak Rp.5 juta per tahun, kemudian mahasiswa tidak mampu menyelesaikan studinya, berarti yang harus diganti sebesar Rp.15 juta.

“Mengapa bekerjasama dengan BPK? Karena uang yang digunakan untuk membiayai perkuliahan ini menggunakan uang negara,” jelas Bupati.

Guna memperkuat komitmen ini, para Calon Mahasiswa diwajibkan untuk menandatangani kesepakatan tersebut pada saat registrasi.

Sumber : Humpro Bengkayang

Napak Tilas dan Seminar Internasional Tumbang Anoi 2019


UTUSAN RAKYAT, Tumbang Anoi – Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd mendapat apresiasi yang besar dari peserta seminar internasional dan napak tilas Tumbang Anoi 1894 – 2019 atas ide dan gagasannya yang menginisiasi terselenggarakannya kegiatan tersebut.

Bupati Bengkayang hadir di Tumbang Anoi didampingi Ketua dan Wakil Ketua DPRD Bengkayang, Martinus Kajot, SM dan Yosua Sugara, SE, Kepala Disdikbud, DR. Yan, S.Sos.,M.Si, Sekretaris Dinas Disdikbud, Gustian Andiwinata, M.Pd, Plt. Kaban Pengelolaan Daerah Perbatasan, Fabianus Oel, M.Pd, Sekretaris DAD Bengkayang, Yosef Erbito beserta 40 peserta lain dari Kabupaten Bengkayang.

Sementara perwakilan dari Kalbar terdiri dari setiap Kabupaten/Kota, namun Bupati dan Wakil Bupati yang hadir, Sanggau Kapuas dihadiri keduanya, Kapuas Hulu oleh Wabup, Antonius L.Ain Pamero, Ketapang, Martin Rantan.

Secara keseluruhan, jumlah peserta yang mewakili Kalbar kurang lebih 700-an peserta. Dengan peserta terbanyak berasal dari Kontingen Sintang, yang berjumlah 300-an peserta, diikuti Kapuas Hulu dan Melawi.

Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu merupakan daerah yang paling dekat secara geografis dengan Tumbang Anoi, sehingga tak heran ketiga daerah tersebut memiliki historis yang hampir sama dengan penduduk sepanjang aliran Sungai Kahayan.

Menurut laporan pihak Panitia, Kegiatan yang dijadwalkan 22-24 Juli ini diikuti kurang lebih 7000-an peserta dari berbagai kalangan yang tersebar diseluruh Pulau Kalimantan, termasuk peserta dari Gunung Mas dan sekitaran Desa Tumbang Anoi.

Kegiatan terpusat diarea Rumah Panjang/Betang. Sementara penginapan para peserta dari berbagai daerah disebarkan pada rumah Warga dan Gedung Sekolah serta mendirikan tenda sendiri.

Pembukaan acara oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran yang sebelumnya disambut dengan ritual adat yang digelar oleh penganut agama Kaharingan pada pukul 13.30 WIB. Pada saat yang bersamaan, Gubernur Kalteng turut menyerahkan bantuan kepada masyarakat Tumbang Anoi seperti Bibit Kopi, Beras serta Sertifikat Tanah. Melalui kesempatan yang sama, Gubernur mengajak para peserta agar bersama-sama memperjuangkan kepentingan masyarakat Dayak dalam segala bidang, baik dibidang hukum dan politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, lingkungan hingga agama.

Sedangkan pada penyelenggaraan seminar, Selasa (23/7/2019), peserta dihadapkan dengan tujuh orang narasumber yang masing-masing memaparkan persoalan-persoalan yang menjadi kendala bagi perkembangan masyarakat Dayak. Dibidang hukum dan politik misalnya, salah satu paparan yang disampaikan adalah adanya perwakilan masyarakat Dayak untuk diangkat menjadi menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua, revisi terhadap Undang-undang nomor 21 Tentang Lingkungan Hidup.

Selanjutnya, hasil seminar ini akan menjadi sebuah komitmen bersama yang harus diperjuangkan oleh para intelektual Dayak. (Kris/Domi/Robertus/Tomi).

Sumber : Humpro Bengkayang

Dibangun 1973, Gedung SDN 06 Padagi Butuh Perhatian


HUMPRO Bengkayang, Monterado – Usai menyerahkan SK pembaharuan kontrak tenaga kesehatan di Samalantan, Rabu (10/4), Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd melanjutkan kunjungan kerjanya di Kecamatan Monterado dan Capkala.

Dalam kunjungannya di Monterado, Bupati melihat langsung kondisi gedung SDN 06 Padagi. Sekolah Dasar pertama yang dibangun di Desa Serindu tahun 1973 tersebut kondisinya cukup memprihatinkan sehingga membutuhkan perhatian dan perbaikan.

“Semenjak berdiri tahun 1973, SDN ini baru dua kali direhab. Pertama tahun 1986 dan kedua tahun 2010,” ungkap Kepala Sekolah, Sudarmadji. Artinya, rehab terakhir terjadi hampir 10 tahun silam sehingga tak mengherankan jika saat ini beberapa bagian gedung membutuhkan perbaikan. Mendengar keluhan Kepala Sekolah, Bupati memerintahkan instansi terkait, dalam hal ini Dinas Dikbud untuk dapat ambil langkah-langkah untuk perbaikan sekolah tersebut.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Dikbud, DR. Yan, S.Sos.,M.Si, mengatakan dengan keterbatasan anggaran yang ada, tentu hal itu tidak dapat dilakukan secara langsung, tetapi akan dilakukan bertahap.

“Jika memungkin kemampuan keuangan diusahakan masuk dalam usulan APBD Perubahan TA 2019 ini.” sebut DR. Yan.

Penulis : Robertus/Rival/Tri/Sukilah/Humas & Protokol Setdakab Bky.