Gerakan Masyarakat Dayak Kab. Bengkayang Tolak FPI


​Bengkayang, Utusan Rakyat – Hari ini, Selasa 24 Januari 2017, berbagai elemen yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Dayak Kabupaten Bengkayang (GMDKB) akan mengadakan aksi menuntut pembubaran FPI serta Ormas yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Disamping itu, menurut Ketua Koordinator Aksi, Robertus, dalam surat terbuka yang diunggah di media sosial, Minggu (21/1), aksi GMDKB menginginkan adanya proses hukum bagi penghina, penghujat dan penista suku Dayak. Aksi ini juga dijadikan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap aksi yang dilakukan oleh pemuda Dayak Kab. Sintang beberapa waktu lalu yang menolak kehadiran Tengku Zulkarnaen.

Aksi ini sendiri akan digelar di Depan Mapolres Bengkayang dan dilanjutkan konvoi ke gedung DPRD Bengkayang mulai pukul 11.00 WIB s.d 17.00 WIB. Menurutnya, aksi ini dapat diikuti seluruh masyarakat kab. Bengkayang maupun Seluruh Ormas/ Organisasi/ Paguyuban agama/ Suku Dayak di Kabupaten Bengkayang. 

“Kita Menolak Ormas FPI bukan menolak agama Islam, menolak penghina dan penista suku Dayak bukan menolak Ulama,” tegasnya.

         

Mensyukuri Hasil Panen, Warga Capkala Gelar Gawai Padi


image

Cartolo

UTUSAN RAKYAT, Capkala – Usai bercocok tanam selama beberapa waktu, 20 Mei 2016 lalu dalam setiap tahunnya, secara serentak warga di Kecamatan kembali menggelar Gawai Padi sebagai ucapan syukur atas hasil panen yang didapat.

Perayaan pesta padi tahun 2016 ini dipusatkan di Desa Capkala, Kecamatan Capkala, Kabupaten Bengkayang dengan berbagai rangkaian acara. Termasuk dengan diadakannya malam hiburan sejak tanggal 18,19 dan 20

(Jonggan dan Band).

“Penyelenggaraan Gawai Padi ini merupakan hasil dari swadaya seluruh warga dan donatur,” ungkapKetua Panitia Gawe Padi, Cartolo.

Disamping mensyukuri hasil panen yang diperoleh, gawai padi ini juga dimaksud sebagai ujud permohonan kepada Jubata (Tuhan) agar ditahun mendatang,  hasil panen lebih melimpah. Terkait hal ini juga, Cartolo berencana apabila ditahun-tahun mendatang setiap desa akan diakomodir dalam penyelenggaraannya.

Penulis : Yulizar

*BERSATU *BENGKAYANG *MAJU

105 Tatung Akan Meriahkan Cap Go Meh di Sungai Duri


image

Rute Atraksi Tatung di Sungai Duri

UTUSAN RAKYAT, Sungai Duri – Lima belas hari usai perayaan Imlek 2567, 8 Februari 2016 atau pada saat Cap Go Meh mendatang, masyarakat Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Bengkayang akan menghadirkan atraksi para Tatung (Laoya). Continue reading

Petrus YA, Anggota DPRD Bengkayang Silahturahmi Bersama Warga


image

Warga Desa Setia Jaya

UTUSAN RAKYAT, Teriak – Anggota DPRD Bengkayang dari Fraksi Partai Hanura, Petrus YA bersilahturahmi bersama kurang lebih seratusan warga Desa Setia Jaya, Kecamatan Teriak menjelang momen pergantian tahun dikediamannya, 31 Desember 2015.

Silahturahmi tersebut dirangkai dengan beberapa kegiatan. Diantaranya makan bersama, hiburan musik dan diskusi hingga pukul 00.00, 1 Januari 2016.

Pada moment itu, Petrus mengajak warga agar bersama-sama membangun daerah mereka dengan profesi dan potensi yang dimiliki. Ia juga mengingatkan apabila proses demokrasi yang belum lama ini berlalu, Pilkada 9 Desember, jangan dijadikan jurang pemisah antar warga karena hal tersebut dapat menghambat proses pembangunan.

Tidak lupa, Ketua DAD Kecamatan Teriak ini mengharapkan agar warganya terus mengawal kinerjanya sebagai Wakil mereka di DPRD Bengkayang. (*)

***BENGKAYANG MAJU***

Camat Teriak Ajak Warganya Peduli Pendidikan


image

Camat Teriak, Tulen

UTUSAN RAKYAT, Teriak – Pada malam pergantian tahun yang dilalui dua hari lalu, Camat Teriak, Tulen turut hadir di Desa Setia Jaya bersama warga dikediaman anggota DPRD Bengkayang, Petrus YA.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Teriak menekankan warga diwilayahnya agar memiliki kepedulian yang tinggi terhadap dunia pendidikan anak-anak mereka sehingga pada masa-masa mendatang Sumber Daya Manusia (SDM) di Teriak dapat bersaing dengan Kecamatan maupun daerah lain.

“Jangan biarkan anak-anak usia sekolah mengahbiskan waktu belajar dengan kegiatan-kegiatan yang tidak berguna,” imbuhnya.

Bahkan, bila perlu stake holder di setiap desa, seperti Kepala Desa, Pengurus Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama bersama warga membuat kesepakatan untuk membuat aturan mengenai jam belajar malam.

“Buat aturan di Desa agr setiap jam 18.00 WIB sampai 20.00 WIB anak-anak usia sekolah harus berada didalam rumah,” sarannya.

Dengan tingginya kepedulian warga terhadap dunia pendidikan, kedepan Ia ingin mendengar ada warganya yang kuliah di kedokteran, ada warganya yang menjadi perwira Kepolisian/TNI, Tenaga ahli dibidang tertentu, dan lain sebagainya. Sementara untuk menghadapi itu, para orang tua juga harus mempersiapkan diri akan kebutuhan biaya sekolah anak mereka.

Disamping mengajak warganya memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan, Camat Teriak turut meminta agar warganya dapat menjaga setiap hasil pembangunan yang telah diadakan pemerintah. (*).

***BENGKAYANG MAJU***

Dampak Positif Pengembangan Desa Wisata


image

Wisata Alam Bendungan Madi, Kecamatan Lumar

UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) akan mengoptimalkan pengembangan desa wisata. Menteri Desa PDTT Marwan Jafar menyatakan, setiap desa didorong untuk menggali dan mengembangkan potensi wisatanya masing-masing, seperti keindahan alam yang dimiliki, keragaman budaya serta tatanan kehidupan masyarakatnya. Continue reading

Rusa’ Kati’ Ba Pait


image

Musim Kemarau, Angkut Air

“Rusa’ kati ba pait (Rusak tidak air)” gumam Ibuku saat didapur mencuci beberapa sendok. Tak tahu apanya yang rusak, yang pasti Ibuku mengeluh karena hampir satu bulan ini kemarau, dirumah kesulitan air bersih. Maka air yang ada harus hemat digunakan. Continue reading