Ratusan Karyawan PT. LAR Unjuk Rasa


image

Karyawan PT. LAR mempertanyakan nasib mereka

UTUSAN RAKYAT, Capkala – Ratusan Karyawan PT. Lestari Alam Raya (PT.LAR) berunjukrasa dengan damai di areal perkantoran perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit tersebut, Rabu (25/5). Aksi dilakukan buntut dari adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh perusahaan yang berkantor di Desa Sebandut, Kecamatan Capkala, Kabupaten Bengkayang.

Diketahui, terhitung tanggal 7 Mei 2016 PT. LAR melakukan PHK terhadap ratusan karyawannya. Namun hingga kini, menurut Koordinator aksi, Erly, para karyawan yang menjadi korban PHK tersebut tidak diberikan penjelasan mengenai pemberhentian mereka serta tidak adanya bukti legal terkait PHK yang ditujukan. Sedangkan menurut Manager Perusahaan PT.LAR, Jhony Rochkiano Tambunan,PHK sementara ratusan karyawan SKU yang dilakukan sudah sesuai kondisi dalam manajemen perusahaan PT. LAR  terhitung tanggal 7 Mei 2016.

“Bagaimana mau bayar gaji karyawan, sedangkan rekening perusahaan saja sudah kosong tidak ada uang nya lagi,” sebutnya.

Perundingan Karyawan bersama Manager  sangat alot karena pada kesempatan lain, J.R Tambunan menyebutkan pangkal awal PHK bermula dari adanya penutupan akses jalan perusahaan sehingga operasional perusahaan menjadi terhambat. Sementara, Ketua Koperasi Citra Basuly, Desa Setanduk, Kecamatan Capkala, FX.Agus Patoman angkat bicara dalam meluruskan permasalah penutupan akses jalan yang dilewati Truk pengangkut buah sawit perusahaan dan meminta pihak perusahaan untuk tidak menyangkutpautkan hal itu dengan PHK. Sebagian besar karyawan yang di-PHK merupakan anggota koperasi Citra Basuly.

“Jangan sangkut pautkan permasalahan karyawan PT.LAR dengan Koperasi Citra Basuly,” tegasnya usai perundingan.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang, melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi diminta untuk segera turun tangan menyelesaikan permasalahan antara karyawan dan PT.LAR. Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 dan Kepmenaker 100 Tahun 2004. Tentang Ketenagakerjaan, sangat jelas perusahaan harus mematuhi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu(PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Penulis : Yulizar

*BERSATU *BENGKAYANG *MAJU

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s