Terbaru, Kasus Rabies di Teriak Capai 96 Kasus


image

Penanganan Rabies di Desa Dharma Bhakti

UTUSAN RAKYAT, Teriak – Awal tahun 2016 warga di Kecamatan Teriak dilanda endemi penyakit Rabies (Anjing Gila). Penyebaran penyakit yang disebabkan Hewan Penular Rabies (HPR) seperti Anjing, Kucing, Kera, Kelelawar dan Monyet ini sekarang mendekati angka 100 kasus.

“Saat ini di Kecamatan Teriak sudah ada
96 kasus orang digigit dan divaksin,” demikian ungkap Camat Teriak, Tulen saat menghadiri kegiatan penyuluhan Rabies, Senin (28/3) di Desa Lulang. Selain itu, ditambahkan juga terdapat 2 kasus gigitan di Kecamatan Bengkayang dan 1 kasus di wilayah Kabupaten Landak.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Pemda Bengkayang ini juga menyebutkan apabila saat ini sudah ada 600 ekor Anjing diwilayah kerjanya yang telah divaksin. Yakni 332 ekor di Desa Dharma Bakti, 84 ekor di Desa Malo Jelayan, 100 ekor di Desa Sekaruh dan 84 ekor di Desa Sebetung Menyala.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd mengharapkan kepada masyarakat yang paling utama semua kita harus bertanggung jawab, seperti yang dilakukan hari ini.

Kita harus mengenal dulu apa yang namanya rabies serta mengetahui cara-cara pencegahan, gejala-gejalanya bila terkena rabies.

Apabila jumlah binatang yang sudah terlalu banyak dan tidak terkendali yang terkena rabies, Bupati menghimbau agar semuanya dimusnahkan, ucapnya lebih lanjut. Dengan dilaksanakan kegiatan seperti ini harapan kedepannya Bengkayang harus bebas rabies.

Hadir dalam kegiatan ini Perwakilan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prop. Kalbar, Kadis Pertanian tim dari Dinas Kesehatan Bengkayang dan masyarakat Lulang.

Penyakit rabies merupakan penyakit hewan menular yang termasuk dalam golongan B (menurut Office International des Epizooties) dan terdaftar di dalam buku Internansional Animal Health Code. Sedangkan WHO sudah menetapkan bahwa rabies termasuk dalam 15 besar penyakit mematikan di dunia.

Penyakit rabies ini ditularkan oleh Hewan Penular Rabies (HPR), yaitu anjing, kucing, kera dan monyet. Namun rabies sering ditularkan oleh anjing pada manusia. Penyakit ini disebabkan karena adanya virus rabies pada HPR yang ditularkan melalui gigitan, melalui luka gigitan yang terkontaminasi dengan air liur HPR, serta bisa juga melalui cakaran.

Jika tidak segera dilakukan tindakan pertolongan pertama pada luka gigitan tersebut akan mengancam jiwa korban. Gejala rabies ini membuat penderita mengalami gila phobia terhadap apapun bahkan jika sudah menyerang otak akan menyebabkan kematian penderitanya.

“HUT PEMDA BENGKAYANG Ke-17”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s