Riwayat Konflik || Pilkada 2015, Bengkayang Masuk Kategori Rawan


UTUSAN RAKYAT, BANDUNG – Riwayat konflik pada pelaksanaan Pilkada periode sebelumnya menjadi salah satu acuan penetapan daerah rawan konflik saat penyelenggaraan Pilkada. Deputi Bidang Koordinator Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam Yoedhi Swastono menyebut ada 30 kabupaten dan kota yang tergolong rawan sehingga perlu atensi pada pelaksanaan Pilkada serentak, 9 Desember mendatang.

Hal tersebut dikatakan Yoedhi Swastono di sela-sela Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jabar di Bandung, Rabu (18/11). ”Ada daerah-daerah yang perlu diperhatikan. Di antaranya menyangkut kemungkinan konflik, anggaran, dan kerawanan logistik.

Meski demikian, kita optimistis pelaksanaan pilkada serentak berjalan kondusif,” jelasnya. Menurut dia, daerah-daerah yang dianggap rawan tersebut yakni Kota Dumai, Rokan Hulu (Riau), Ogan Komering Ilir (Sumsel), BENGKAYANG, Ketapang, Sintang (Kalbar), Kolaka Timur (Sultra), Manado, Minahasa Utara (Sulut), Buru Selatan (Maluku), Yahukimo (Papua), dan Timor Tengah Selatan (NTT).

Penetapan daerah rawan itu, kata Yoedhi, merujuk pada delapan indikator yang ditetapkan. Indikator itu mencakup kesiapan anggaran, KPU, riwayat konflik, kompetisi di antara pasangan calon, dualisme kepengurusan parpol, karakteristik masyarakat setempat, dan potensi gangguan kamtibmas.

”Penyelenggaraan Pilkada ini kan tergantung Pemda juga, karenanya ketika ada kekurangan harus kita optimalkan untuk dibenahi. Seperti anggaran misalnya, kita akselerasi dengan mendorong eksekutif dan legislatif untuk menerbitkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada),” jelasnya.

Untuk situasi pilkada di Jawa, Yoedhi menyatakan, sejauh ini terpantau tak masalah. Lebih dari pelaksanaan 269 pilkada di seluruh Indonesia nanti juga diharapkan berjalan lancar. ”Secara nasional bagus termasuk Jawa. Untuk Jabar misalnya sangat kondusif,” kata perwira tinggi militer bintang dua itu.

Antisipasi Hujan

Sementara KPU Jabar telah mengantisipasi terhadap datangnya musim penghujan yang dikhawatirkan dapat menganggu pelaksanaan pilkada serentak. ”Bagaimana caranya bisa menyelamatkan logistik pemilu tak rusak gara-gara air sehingga harus dipikirkan betul,” kata Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat. Logistik rusak berpotensi dapat menunda pelaksanaan pencoblosan.

Terlebih dari delapan daerah yang melaksanakan pemilihan di antaranya termasuk dalam kategori rawan bencana. Kedelapan daerah itu adalah Kabupaten Pangandaran, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Bandung, Cianjur, Tasikmalaya, dan Kota Depok.

Dalam kaitan itu, pihaknya sudah menginstruksikan kepada jajarannya untuk benar-benar memastikan logistik yang diterima dalam kondisi utuh dan terjaga, termasuk menjelang pencoblosan. ”Transportasinya juga diharapkan cukup kuat termasuk bisa tahan terhadap tantangan alam.

Karena jika tak terselamatkan bisa mengancam pelaksanaan pilkada,” jelasnya. Selain itu, pihaknya mengimbau kepada panitia pemilihan untuk menghindari lokasi TPS di ruang terbuka untuk menghindari hal tak diinginkan selama musim penghujan berlangsung.( dwi-90)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s