Catatan Kecil, Mati Lampu


image

Menikmati Listrik

NGABANG – Yang namanya mati lampu disbabkan pemadam listrik oleh PLN pasti bikin kesal bahkan tak jarang menggerutu. Soalnya sebagian aktivitas tertunda sementara. Tapi kalau ingat ucapan pak Adi, eks Kepala Ranting PLN Bengkayang Cab. Singkawang beberapa tahun lalu, mau nda mau manas nda dalam hati jaklah. Waktu itu, Pak Adi pernah bilang biaya operasional PLN, Bengkayang khususnya cukup tinggi. Biaya BBM, Perawatan mesin, operasional pegawai dll tidak cukup bila harus mengandalkan iuran yang didapat dari pelanggan (apalagi bila banyak pelanggan yang menunggak). Biaya subsidi yang diterima PLN untuk belanja BBM saja lebih kecil beberapa ratus perak dari harga BBM jenis solar.

Kemudian faktor lain yang buat cukup manas dalam hati, membayangkan seandainya menggunakan genset. Biaya yang dikeluarkan pasti lebih besar lagi. Hasil survey pribadi terhadap warga yang menggunakan genset (kapasitas kecil) berbahan bakar bensin, bila digunakan semalam-malaman, satu unit genset membutuhkan 3-5 liter bensin. Kalikan Rp.9000,- (harga kios) berarti setiap malam butuh biaya sebesar Rp.27 rb – Rp.45rb. Kalikan lagi 30/31 hari… Adeehh.

Yang ketiga buat manas cukup dalam hati, yaa… bersyukur sudah ada aliran listrik dari PLN, coba kalau nda ada jaringan? Bisa hitam semua anak2 soalnya dibuat dalam kondisi gelap… wkwk

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s