Riwayat Konflik || Pilkada 2015, Bengkayang Masuk Kategori Rawan


UTUSAN RAKYAT, BANDUNG – Riwayat konflik pada pelaksanaan Pilkada periode sebelumnya menjadi salah satu acuan penetapan daerah rawan konflik saat penyelenggaraan Pilkada. Deputi Bidang Koordinator Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam Yoedhi Swastono menyebut ada 30 kabupaten dan kota yang tergolong rawan sehingga perlu atensi pada pelaksanaan Pilkada serentak, 9 Desember mendatang. Continue reading

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar As Bisa Rp.2000. Apabila….


UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, menyebutkan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS bisa mencapai angka Rp.2000. Ini bisa terjadi bila Freeport dikelola pemerintah.
“Saudara kebayang tidak, cadangan emas Bank Indonesia (BI) hanya 100 ribu kilogram. Kalau setengahnya yang dari Freeport itu dimasukkan ke BI, rupiah kita bisa menguat. Bisa sampai Rp2.000 per dolar AS,” ujarnya.

Rizal mengatakan, cadangan emas di gunung Grasberg saat ini sudah habis. Namun baru-baru ini ditemukan cadangan emas yang berkali lipat jumlahnya di sekitar area tersebut. Continue reading

Catatan Kecil, Mati Lampu


image

Menikmati Listrik

NGABANG – Yang namanya mati lampu disbabkan pemadam listrik oleh PLN pasti bikin kesal bahkan tak jarang menggerutu. Soalnya sebagian aktivitas tertunda sementara. Tapi kalau ingat ucapan pak Adi, eks Kepala Ranting PLN Bengkayang Cab. Singkawang beberapa tahun lalu, mau nda mau manas nda dalam hati jaklah. Waktu itu, Pak Adi pernah bilang biaya operasional PLN, Bengkayang khususnya cukup tinggi. Biaya BBM, Perawatan mesin, operasional pegawai dll tidak cukup bila harus mengandalkan iuran yang didapat dari pelanggan (apalagi bila banyak pelanggan yang menunggak). Biaya subsidi yang diterima PLN untuk belanja BBM saja lebih kecil beberapa ratus perak dari harga BBM jenis solar.

Kemudian faktor lain yang buat cukup manas dalam hati, membayangkan seandainya menggunakan genset. Biaya yang dikeluarkan pasti lebih besar lagi. Hasil survey pribadi terhadap warga yang menggunakan genset (kapasitas kecil) berbahan bakar bensin, bila digunakan semalam-malaman, satu unit genset membutuhkan 3-5 liter bensin. Kalikan Rp.9000,- (harga kios) berarti setiap malam butuh biaya sebesar Rp.27 rb – Rp.45rb. Kalikan lagi 30/31 hari… Adeehh.

Yang ketiga buat manas cukup dalam hati, yaa… bersyukur sudah ada aliran listrik dari PLN, coba kalau nda ada jaringan? Bisa hitam semua anak2 soalnya dibuat dalam kondisi gelap… wkwk

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Sarana Kampanye Politik, Mana Yang Lebih Efektif?


UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – Peran media, baik cetak, elektronik, televisi, internet (terutama facebook) pada Pilkada Bengkayang 2010 masih cukup efektif dalam mempengaruhi publik. Ketika masing-masing kandidat dan timses cukup antusias jika dibuat berita. Paling lucu jika diingat-ingat, hasil tulisan di koran di kliping kemudian diperbanyak (fotocopy) hingga ratusan bahkan ribuan lembar lalu dibagi-bagikan kepada masyarakat.

Saya ingat satu orang senior yang merupakan salah seorang Timses dari 6 pasangan waktu itu. Beberapa kali saya temukan beliau berjalan mengelilingi pasar Bengkayang sambil membagi-bagikan selebaran tentang pemberitaan yang berhubungan dengan Pilkada, baik yang bersifat mempromosikan jagoannya maupun yang bersifat menyerang kandidat lain. Tidak hanya satu jenis koran saja yang dijadikannya sarana.

Dampaknya? Cukup efektif, setidaknya hasil dari selebaran itu menjadi bahan obrolan para penikmat warung kopi bahkan tak jarang berlanjut hingga ke kampung-kampung. Sebagai pekerja media pada saat itu, peluang tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempromosikan media dan sarana memperkenalkan diri kepada masyarakat luas dengan biaya yang tak terlalu besar. Ke-6 pasangan kandidat didekati dan dibuat berita, setelah itu hasil cetakan koran diberikan kepada mereka.

®Pilkada 2015, peran media cetak sepertinya mulai digeser media televisi (audio visual) dan internet (facebook). Ini karena semakin hari seiring perkembangan zaman sebagian besar masyarakat banyak yang telah menjangkau ke-2 media tersebut. Cara penyampaiannya kepada orang lain juga cukup mudah dan dengan biaya yang relatif murah. Variasi bahan kampanye yang dibagikan kepada pihak lain juga cukup variatif menjadi faktor saat ini banyak Timses yang memanfaatkan ke-2 media tersebut.

®Pertanyaannya, menurut pembaca, antara koran, televisi dan internet, mana salah satu media yang cukup EFEKTIF (bukan Efisien) dalam mempengaruhi para pemilih?

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***