Harga Rp.470, Hasil Sawit Habis Diongkos dan Biaya Panen


UTUSAN RAKYAT, Lampung – Para petani kelapa sawit dari sejumlah desa di Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung mengeluhkan jatuhnya harga buah komoditas tersebut sehingga hasil panen habis untuk ongkos petik dan angkutan saja.

Tokoh masyarakat yang juga petani kelapa sawit di Desa Kotabatu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Suwarno (46) di Bandarlampug, Jumat (25/9), menginformasikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di desanya kini anjlok hanya sekitar Rp 470/kg.

“Harga TBS sawit di sini jatuh sejak awal Agustus 2015 lalu, dari harga tertinggi Rp 1.400 menjadi hanya Rp 470/kg, bahkan buah yang tidak ada tangkainya lagi hanya Rp 300/kg.

Dengan kondisi harga yang demikian, sangat sulit bagi petani untuk untung, karena untuk sampai dijual TBS kelapa sawit masih butuh biaya besar. Hal itu seperti ongkos petik dan angkutan dari kebun ke tempat penampungan sementara di pinggir jalan sampai bisa dijangkau kendaraan niaga bak terbuka atau truk ke pabrik pengolahan minyak sawit dan sebagainya.

“Untuk biaya produksi, panen, dan angkutan juga cukup besar, jadi kalau harga sawit di bawah Rp 1.000 saja petani sudah sulit untuk mendapat keuntungan,” ujarnya.

Warno, demikian panggilan akrab mantan kepala desa (kades) Kotabatu dua periode itu mengatakan bahwa sejak belasan tahun terakhir banyak warga desa setempat yang menanam kelapa sawit. Lahan kosong, semak belukar, dan kebun kopi yang dinilai sudah kurang produktif banyak digarap menjadi kebun kelapa sawit.

Dengan harga yang menjanjikan dan panen bisa lebih cepat dibandingkan kopi hanya sekali dalam setahun, khusus di Desa Kotabatu pada akhir 2015 ini sudah terdapat 400 hektare (ha) kebun sawit. Desa yang tergolong miskin dan tertinggal karena kendala sarana jalan dan jembatan serta sarana transportasi dan komunikasi itu kini dihuni sekitar 800 kepala keluarga (KK), atau sekitar 4.500 sampai 5.000 jiwa.

“Dari jumlah KK sebanyak itu, sampai sekarang sudah sekitar 60 persennya memiliki kebun sawit,” kata Warno.

Selain kelapa sawit, penurunan harga drastis di desa itu juga terjadi pada komoditas getah karet, yaitu yang biasanya sekitar Rp 10.000/kg, pada beberapa bulan terakhir anjlok menjadi hanya sekitar Rp 3.000/kg.

Sumber : Berita Satu

***SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI Ke-70***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s