Perguruan Tinggi Penerbit Ijasah Palsu || Satgas Ijasah Palsu Beroperasi Usai Lebaran


UTUSAN RAKYAT, Serpong – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) akan terus melakukan inspeksi terhadap perguruan tinggi yang menerbitkan ijazah palsu menyusul segera beroperasinya Satuan Tugas Penanganan Ijazah Palsu.

“Kementerian Ristekdikti terus melakukan inspeksi terhadap perguruan tinggi yang menerbitkan ijazah palsu. Inspeksi juga dilakukan terhadap para lulusan perguruan tinggi yang menggunakan jasa pembuatan ijazah palsu,” ujar Menristek Dikti Mohamad Nasir dalam pernyataan pers yang diterima redaksi, Rabu (8/7).

Menteri Nasir mengungkapkan Kemenristek Dikti bersama Bareskrim Polri, Kejaksaan Agung, dan Kementerian PAN dan RB segera mengoperasikan Satuan Tugas Penanganan Ijazah Palsu.

“Satgas ini mulai efektif bekerja setelah Lebaran,” ujarnya.
Keterlibatan Kementerian PAN dan RB dalam memberantas ijazah palsu, menurut Menteri Nasir, adalah untuk menyisir kelompok Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diduga banyak yang menggunakan ijazah palsu saat melamar kerja.

“Sedangkan Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung adalah instansi penegak hukum yang bertanggung-jawab menangani masalah kejahatan penipuan seperti dalam kasus ijazah palsu ini,” tambahnya.

Dia menjelaskan inspeksi yang dilakukan Kemenristek Dikti bertujuan untuk menertibkan seluruh proses pendidikan di perguruan tinggi sampai dengan output yang dihasilkan.

“Kami lakukan penertiban ke semua lini dalam proses pendidikan. Kami juga meneliti ijazah calon bupati, wali kota, hingga gubernur,” katanya.

Dalam inspeksi tersebut, menurut Menteri Nasir, Kemenristek Dikti menemukan ada sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur yang masih tetap mencantumkan nama seorang dosen sebagai pengajar aktif di program S2, meskipun yang bersangkutan telah meninggal dunia.

“Ini penipuan, sehingga saya akan bekukan. Saya akan beri surat pembekuan,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Menteri Nasir, ditemukan juga cukup banyak perguruan tinggi yang tidak memperhatikan sama sekali kualitas pendidikan. Hal ini antara lain tampak dari tidak sebandingnya tenaga pengajar dengan mahasiswa untuk satu mata kuliah.

“Bayangkan, ada satu program studi, di mana 11 ribu mahasiswa hanya diajar oleh 27 dosen,” ungkap Menteri Nasir.

Sumber : BERITA SATU

***SURYADMAN GIDOT MENUJU KURSI GUBERNUR KALIMANTAN BARAT 2018***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s