Langgar Batas, Helikopter Malaysia Landing di Pos Pamtas TNI AD pula…!!


UTUSAN RAKYAT, Jakarta – Sudahlah melanggar wilayah udara, Helikopter dengan nomor seri 9M-YMH milik Kerajaan Malaysia dengan beraninya melakukan pendaratan (landing) di wilayah NKRI. Parahnya, di Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) TNI AD.

“Ini mereka sudah masuk perbatasan darat. Coba ada pesawat tempur stand by di sini, mereka nggak berani masuk. Seperi Shukoi dulu kan mereka tidak berani melintas. Tapi sekarang kan dibikin bergiliran. Kemarin di sini pas kosong (pesawat tempur), pesawat ada di Makassar,” kata Danlanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (29/6/2015).

Berdasarkan informasi yang didapat oleh Lanud Tarakan, helikopter dengan nomor seri 9M-YMH tersebut sedang dalam misi tinjauan menteri Malaysia di perbatasan. Kabarnya Menteri Dalam Negeri Datuk Sri Ahmad Zaid Hamidi berada di dalam pesawat itu.

Sayang Tiopan tidak dapat memastikan apakah sang menteri berada di dalam helikopter yang mendarat di Pos Pamtas Aji Kuning tersebut karena heli langsung kembali terbang setelah 3 menit mendarat tanpa memberikan keterangan apapun.

“Kita nggak lihat siapa di dalam helinya. Ada prajurit datang bawa senjata, mereka pergi. Saya sudah telepon Bandara Nunukan, helinya nggak lapor alias nggak calling ke Nunukan Tower. Jadi dia sudah tidak ada security clearance juga nggak calling/silent flight. Landing di pos Pamtas TNI AD pula,” tutur Tiopan.

“Yang paling penting saat ini minta pesawat tempur digelar/dideploy di Tarakan dalam menjaga kedaulatan NKRI. Bisa lewat operasi pamtas atau ambalat. Kita harus hadirkan kekuatan di perbatasan Kaltara dengan unsur pesawat tempur,” harapnya.

Hingga saat ini masih belum ada konfirmasi dari pihak Malaysia. TNI pun masih berusaha menindaklanjuti pelanggaran ini.

Wilayah udara perbatasan di Kalimantan Utara sudah lebih dari 9 kali dimasuki pesawat asing dalam 6 bulan terakhir. Pangkalan Udara Tarakan pun berharap memiliki pesawat tempur yang stand by agar segera bisa menindak pelanggaran di wilayahnya.

“Kami berharap ada pesawat tempur di sini buat siaga. Kalau (pelanggaran) udara di perbatasan selama Januari-Mei sudah 9 kali,” pungkas Tiopan.

***Detik.com dan Berbagai Sumber***

***SURYADMAN GIDOT MENUJU KURSI GUBERNUR KALIMANTAN BARAT 2018***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s