Pilkada Melawi 2015 || Tanpa Calon Perseorangan


UTUSAN RAKYAT, Nanga Pinoh – Jika Pilkada 2010 lalu diikuti dua pasangan calon dari jalur perseorangan, 2015 ini dipastikan tak ada nama pasangan calon bupati dan wakil bupati yang maju dari jalur tersebut.

Kepastian inipun muncul setelah
dalam masa penyerahan dukungan calon perseorangan hingga 15 Juni lalu, tak ada satupun peminat atau pendaftar yang datang ke KPU.

“Sampai pada penutupan kemarin tidak ada yang menyerahkan berkas dukungan kepada KPU,” kata anggota KPU Melawi, Wenefrida Kartikawati, Rabu (17/6).

Padahal, KPU sendiri sudah mengumumkan pembukaan pendaftaran calon perseorangan sejak 24 Mei dan berakhir 7 Juni.  Sedangkan untuk penyerahan dukungan akan dimulai pada 11-15 Juni.

Syarat calon perseorangan yang akan ikut maju dalam pilkada mendatang adalah, dengan membawa dukungan berupa fotokopi KTP sebanyak 22.629 atau 10 persen dari jumlah penduduk. Selain itu masing-masing wilayah penyebarannya harus sampai pada enam kecamatan dari 11 kecamatan yang ada di Melawi.

Wenefrida mengatakan, jika pun nantinya ada calon independen yang berkeinginan maju kemudian menyerahkan berkas dukungan, maka tidak lagi bisa dilayani, karena tahapannya sudah lewat.

“Sesuai undang-undang sudah tidak boleh lagi mendaftar sebagai calon independen, meskipun nanti pada saat akan menyerahkan berkas dukungannya memenuhi ketentuan,” katanya.

KPU, kata Wenefrida harusnya pekan ini pihaknya melakukan verifikasi terhadap syarat dukungan pasangan calon perseorangan, dan hal tersebut akan dikerjakan oleh PPS.

“Jika dianggap layak maka dilanjutkan dengan tahapan selanjutnya, jika tidak ya tidak bisa,” terangnya.

Padahal, dalam pilkada Melawi lima tahun sebelumnya, terdapat dua pasang calon independen yang ikut bertarung. Pasangan tersebut, yakni Fahruji-M Yamin, dan Suratman-Yarden.

Ketua KPU Melawi, Julita saat peluncuran semarak Pilkada serentak di Alun-Alun Kecamatan Nanga Pinoh, Selasa lalu mengungkapkan, hingga berakhirnya masa penyerahan dukungan calon perseorangan, tak ada satupun masyarakat atau pasangan yang mendaftar.

“Ini berarti peserta Pilkada Melawi nantinya hanya akan diikuti oleh pasangan calon yang diusung parpol atau gabungan parpol. Dari calon independen tidak ada yang mendaftar,” kata dia.

Parpol yang bisa mengusung cabup cawabup, kata Julita juga mesti memiliki minimal 20 persen kursi di DPRD atau enam kursi. Bila tak mencapai enam kursi, maka harus berkoalisi atau bergabung dengan partai lain hingga mendapat enam kursi atau lebih.

Penulis : Eko Susilo
Sumber : Antara Kalbar

Email KRISANTUS : (1). rajaborneo@gmail.com (2). raja_borneo@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s