Makanan Khas Bengkayang || Belum Terdeteksi


UTUSAN RAKYAT, Lumar – Ciri khas suatu daerah merupakan daya pikat bagi setiap pengunjung yang akan maupun sedang berkunjung ke wilayah tersebut. Seperti halnya Pulau Bali. Cukup dengan menyebut namanya, sebagian orang (Indonesia bahkan luar negeri) pasti langsung terpaku pada satu kata, yakni “Wisata/Pariwisata” atas keindahan alam dan budayanya.

Namun, ciri khas yang menjadi daya pikat itu tak hanya sebatas pada keindahan alam saja. Keunikan makanan menjadi potensi pariwisata yang dapat menarik banyak orang untuk berkunjung kesuatu daerah. Inilah yang menjadi catatan kecil sejak beberapa waktu lalu yang hingga kini belum mengetahui, apa sebenarnya makanan khas dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pertanyaan yang muncul karena hampir setiap jenis makanan yang ada, juga terdapat didaerah lain.

Pisang Goreng..?? Itu sih, mungkin orang Afrika pun tahu buat panganan seperti itu. Yang pastinya semua daerah tak asing dengan makanan yang satu ini. Apam Pinang..?? Chap Chai..?? Ubi Goreng..?? Hingga Cencalok pun ada didaerah lain.

Belum Terdeteksi….!!

Dalam pencarian di mbah Google dengan kata kunci “Makanan Khas Bengkayang,”, jenis makanan yang dipostingkan juga sudah tak asing. Disalah satu Blog misalnya, memuat beberapa makanan khas Bengkayang seperti ‘Pekasam’, Dodol Durian (Lempok), sementara kedua maka jenis makanan tersebut diproduksi beberapa daerah, baik di Kalimantan maupun Sumatera. Kemudian dalam sebuah postingan disalah satu Media Online terkemuka Indonesia, menyebutkan ‘Tengkuyung’ sebagai makanan khas Bengkayang. Pernyataan yang perlu diklarifikasi lagi karena panganan dari Tengkuyung ini juga banyak terdapat dan dijadikan bahan konsumsi sebagian warga dari daerah lain. Belum satupun yang menjadi ”khas’ daerah layaknya ‘Bubur Pedas’ Sambas atau Roti Basah dari Kapuas Hulu yang terbuat dari Ikan.

Oh… ya…!! Kalamange. Memasak beras dari Kalamange atau Kantong Semar. Biasa dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Dayak pada zaman dahulu sebagai bekal saat berpergian kedalam hutan. Sekarang sudah jarang ditemui kecuali pada moment-moment tertentu. Kalau tidak salah ingat, masakan ini pernah coba diangkat ibu-ibu PKK Bengkayang tepatnya kapan, tak ingat. Semoga suatu saat jenis makanan ini dapat diolah sedemikian rupa hingga mampu menjadi daya pikat mereka yang berkunjung ke Bengkayang…!!

***Ingat… Tempoyak Bukan Hanya di Kalimantan. Di Sumatera Juga Ada Olahan Seperti Itu…***

Email KRISANTUS : (1). rajaborneo@gmail.com (2). raja_borneo@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s