Harga Naik, Warga Kembali Tanam Lada


image

Tanaman : LADA

UTUSAN RAKYAT, Lumar – Tingginya harga lada (putih/hitam) dipasaran saat ini membuat warga di Kecamatan Lumar kembali membudidayakan komoditi ekspor tersebut. Sebagian membuka lahan baru, sebagian lainnya menambah jumlah tanaman yang sudah ada.

Minat warga ini tak terlepas dari tingginya harga dipasaran lokal, dimana saat ini masih berada pada kisaran Rp.130-150 ribu/Kg (Lada Putih). Sedangkan untuk Lada Hitam Rp.75-90 ribu/Kg. Tingginya harga Lada biasanya mengikuti lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika.

Tanaman Lada cukup terbukti memberikan pendapatan yang menggiurkan. Paling kentara pada akhir 1997 hingga 1999, ketika pergolakan politik yang terjadi ditanah air yang mengakibatkan lemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS maupun mata uang asing lainnya. Kisaran harga Rp.80-120 ribu/Kg pada saat itu menjadi berkah bagi para petani lada.

Khusus untuk Kecamatan Lumar, tanaman Lada sudah diperkenalkan kepada penduduk setempat sejak lama oleh para pendatang dari Tiongkok yang menjadi penambang pada saat itu. Meski sedikit yang mengembangkan dalam jumlah besar, tanaman ini hingga kini tetap dikembangkan. Bahkan hampir setiap Rumah Tangga memiliki kebun lada.

*Harga Lada di Babel Sempat Sentuh Rp.180 ribu/Kg

Harga komoditas ekspor unggulan Provinsi Babel yaitu lada putih pada awal tahun 2015 ini sempat melonjak ke angka Rp 180.000 per kilogram. Lonjakan harga yang hanya terjadi dalam waktu singkat ini dipicu tingginya kurs dolar terhadap rupiah yang mencapai Rp 13.000 lebih beberapa waktu lalu.

“Harga lada saat ini 168.000. Pernah 180.000 perkilo tapi hanya satu dua hari waktu kurs rupiah mencapai 13.000 lebih,” ungkap Ketua Badan Pengelolaan Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) Babel Zainal Arifin, Selasa (14/4) di kantornya.

Menurut Zainal, kendati harga lada terbilang bagus pasokan lada untuk ekspor dari petani saat ini masih kurang. Apalagi kebanyakan masyarakat baru kembali berkebun lada, sementara petani yang sudah panen ladanya biasanya tidak melepas seluruh hasil panennya untuk di jual.

“Sekarang petani kita sudah pintar, jual seperlunya. Eksport awal tahun ini masih anjlok, biasa perbulan bisa 600 ton sekarang dibawah 200 ton, diperkirakan meningkat juni-juli mendatang,’ jelas Zainal.

Facebook : Krisantus Roy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s