*Hari Pers Dunia || Tak Ada Lagi Ijin Bupati Melalui Humas


image

UTUSAN RAKYAT, Bengkayang – September 2008 oleh Redaksi Harian Borneo Tribune, ditugaskan sebagai Reporter di Kabupaten Bengkayang. Terlintas dalam dibenak, meliput didaerah asal akan lebih mudah dibanding tempat sebelumnya, Kota Pontianak dan Kabupaten Landak. Terutama untuk mendapatkan konfirmasi dari lembaga pemerintah setempat.

Sayangnya, dugaan meleset. Informasi yang diperoleh dari masyarakat yang membutuhkan konfirmasi dari unsur pemerintah sangat sulit. Mulut mereka seolah terkatup rapat. Alasan yang menjadi tameng pada saat itu : HARUS MELALUI HUMAS PEMDA DAN IJIN BUPATI. Prosedur yang berat untuk mengejar target berita harian. Tak heran, KPUD Bengkayang menjadi lembaga pemerintah yang lebih banyak ditongkrongi karena disitu lebih terbuka.

Kondisi tersebut tak berlangsung lama, terutama semenjak 2010 atau setelah Bupati Bengkayang dijabat SURYADMAN GIDOT, akses informasi dari lingkungan Pemda Bengkayang lebih terbuka. Tak perlu ijin Humas maupun Bupati, banyak pihak sudah memahami tugas dan kewenangan mereka.

Hari ini, tepatnya tanggal 3 Mei dunia tengah merayakan hari kebebasan pers internasional. Berbeda dengan penetapan hari pers di Indonesia yang jatuh pada tanggal 9 Februari.

Walaupun, penetapan hari pers nasional menurut Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 yang menjadi dasar penetapan Hari Pers Nasional tersebut pun masih menjadi bahan gugatan dari beberapa pihak, karena dianggap bukanlah momentum dari perjuangan pers di Indonesia. Di tambah lahirnya penetapan tersebut, didasarkan pada lahirnya PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) 9 Februari 1946, yang mana bukanlah sebagai organisasi wartawan pertama di Indonesia. Adalah atas usulan tokoh orde baru, Harmoko, yang kala itu menjabat sebagai ketua PWI Pusat.

Orde baru dengan rejim Soeharto dikenal sejarah bukanlah rejim dengan kebebasan pers yang independen, karenanya keputusan tersebut dinilai sarat akan kepentingan politis. Namun, disamping semua perdebatan mengenai hari pers di tanah air, dunia internasional merayakan momentum kebebasan pers sedunia pada tanggal 3 Mei.

Jika pada tahun lalu, UNESCO menetapkan tiga tema Hari Kemerdekaan Pers Internasional pada 3 Mei 2014: peran media dalam pembangunan; keselamatan dan perlindungan hukum bagi jurnalis; dan keberlanjutan dan integritas jurnalisme. Lalu, akan seperti apakah refleksi di hari kebebasan pers tahun ini?

Selamat hari kebebasan pers sedunia!

Facebook : Krisantus Roy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s