*Kunjungan Wisman ke Kalbar Menurun


Penyerahan Cendramata

Penyerahan Cendramata

Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, M. Zeet Hamdy Assovie secara resmi membuka acara Rapat Koordinasi Teknis (RAKORNIS) Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif se-Kalimantan Barat Tahun 2015, Kamis (12/3). Dalam kegiatan yang digelar selama tiga hari hingga Sabtu dan diikuti 100 peserta tersebut, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, M.Pd mengatakan

Kabupaten Bengkayang miliki potensi wisata yang beragam mulai dari pengunungan, pantai, pulau-pulau, flora dan fauna dan lain sebagainya yang tak kalah menarik dari daerah lain.

Ketersediaan infrastruktur penunjang, kesadaran masyarakat akan pariwisata, terbatasnya dana, merupakan sekelumit kendala yang dihadapi daerah ini. “Keterlibatan pihak swasta sangat dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata di Bengkayang,” ujar Bupati. Padahal menurutnya, jika potensi wisata ini dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin, Kabupaten Bengkayang dapat menjadi destinasi wisata baru di Kalbar. Dalam kesempatan ROKORNIS ini, Bupati berharap agar mendapat masukan dari teman-teman di Kabupaten/Kota yang hadir disini.

Dalam pemaparan Sekda Prov mengatakan Indonesia memang tidak kalah potensi wisata alamnya, tetapi pengelolaan wisata yang membuat wisata kita jauh ketinggalan dari negara lain. Trend Wisman Kalbar masih di bawah Kaltim, Trend Wisnus Kalbar fluktiluatif dan peringkat terbawah di Kalimantan. Dari data-data yang telah dikumpulkan kita masih jauh dari Provinsi lain.

“Saya baru tahu kita punya ginseng yang jauh lebih baik dari ginseng Korea di Jepang, ginseng tersebut ditemukan oleh peneliti yang datang ke Kalbar”, ucapnya. Maksud saya mengungkapkan ini adalah bagaimana kita bisa lebih protektif terhadap turis atau ilmuan yang datang di daerah kita. Jadi setelah mereka melakukan kunjungan ke daerah kita, pulangnya harus melaporkan hasil kunjungan atau penelitiannya ke pihak pemerintah Bupati/Walikota setempat.

Untuk mencapai kesuksesan dalam meningkatkan kunjungan wisata tentunya sangat membutuhkan beberapa langkah strategis dan perhatian serius dari semua kalangan. Salah satu langkah yang menjadi daya tarik sangat penting adalah mengembangkan potensi desa wisata Kalbar. Selain menawarkan panorama dan keindahan daya pikat wisata desa di kalbar lainnya juga terletak pada keunikan dan kearifan lokal. Kalbar memiliki 1986 desa, aneka ragam seni, budaya dan adat istiadat punya potensi besar untuk dikembangkan desa menjadi destinasi unggulan. Ekplorasi eksitisme desa-desa wisata dinilai sangat tepat untuk dipelajari guna mengembangkan peningkatan pariwisata karena banyak desa wisata berkembang pesat.

“Eksistensi mereka sangat potensial untuk dioptimalkan guna memacu pertumbuhan wisata daerah dan nasional. Identifikasi potensi dan keunikan desa wisata, percepat kelola dan publikasi informasi guna menarik kunjungan sebanyak mungkin,” kata M. Zeet.

Kalbar harus mengembangkan pariwisata dengan 4 stretegi. Pemasaran dan promosi pariwisata, sasaran; meningkatkan sebanyak mungkin kunjungan wisman dan wisnus melalui sistem pemasaran wisata terpadu. Pengembangan destinasi pariwisata, sasaran; meningkatkan daya tarik destinasi Kalbar dan daya saingnya secara regional dan nasional,berbasis ekowisata,desa wisata eksotis dan kearifan lokal. Pengembangan industri pariwisata; meningkatkan partisipasi pengusahan lokal di industri pariwisata daerah serta mengembangkan keragaman dan daya saing di setiap destinasi. Pengembangan institusi pariwisata dengan sasaran; riset dan penguatan organisasi pariwisata daerah.

Selain itu, M. Zeet juga menambahkan pariwisata kalbar semakin hebat bila konsisten melakukan upaya-upaya. Gali berbagai potensi kepariwisataan baik bersumber dari panorama alam, keragaman budaya maupun buah kreasi anak bangsa. Rancang dan bangun beragam atraksi wisata yang menarik bagi para turis termasuk amenitas, aksesibilitas dan utilitas sesuai tipologi dan motif perjalanan mereka yang spesifik serta unik. Ekonomi kreatif menjadi motor penggerak dari kegiatan wisata dan didukung kalangan industri, perbankan dan pemerintah.

Aplikasi layanan e-tourism dikembangkan guna memperluas akses informasi, komunikasi dan transsaksi elektronis yang berimplikasi pada gelombang arus kunjungan wisata, kredibilitas bisnis dan industri, citra branding dan daya saing destinasi. Dan yang terakhir, transformasi menuju kalbar destinasi mendunia. Dengan memperhatikan berbagai langkah diatas diharapkan kunjungan wisata di Kalbar akan dapat terus meningkat.Data (BRS,BPS Kalbar, Maret 2015) Januari 2015 mencapai 1.793 kunjungan, turun sebesar 57,83 persen dibanding desember 2014. Dibanding Januari 2014,jumlah kunjungan wisman Januari 2015 mengalami penurunan sebesar 20,80 persen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s